From: "Wisnu Ali Martono" <[EMAIL PROTECTED]>
WAM:
Mbah, pan saya udah bilang, kalau itu rumah kost punyaan privat, ya
terserah yang punya dong. Mau dikhususkan untuk siapa kek. Kecuali itu
asrama publik, baru nggak boleh. Simbah ya salah kalau
mempermasalahkan
kebijakan rumah kost privat.
----------------
waduh...
seneng aku!
gini harusnya pegawai.. eh karyawan..eh salah lagi.... ahli bin pakar
itu, kayak mas WAM ini. padahal tak ikuti (sambil ngelembur) beliau
sampai pukul 12:00 WIB-lho aliran postingnya... (apa ngelembur
juga, pikir ku....). eee tadi pagi... ada posting lagi.. sekarang
sekitar pukul 12:30 ada lagi posting mas WAM. brarti kan dari
kantor?

mas WAM,
aku tidak mempermasalahkan romah kostnya itu untuk apa.
sumprit.. itu terserah haji ateng kek, haji kosasih kek.. pak
acang kek.. terserah. cumak, jelek-jelek gini kan aku seneng
ngelihat yang dibelakangnya... istilahnya latar belakangnya.

atau (biar nggak meniru nahkoda titanic), dalam melihat
puncak "kemampulnya prongkolan es" di es-setrup, maka
aku seneng memperhatikan bagian yang terendam. soalle
bagian itu sering nipu. lihat saja warna es setrup yang
merah menyala, begitu di-sruput, kan yang tinggal sebagian
besar ya prongkolan es yang terendem itu kan? blas,
rasanya tinggal anyep thok.

nah itu juga perhatianku dengan kasus di kampus ngipebeh
koneksyens sana. toh aku sempat akrab dengan kondisi
sebelumnya hampir 12 tahun..... yang selama itu belum
kejadian yang gitu-gitu itu. paling ada pengumuman:
"Rumah Kost Khusus Putri".... atau "bertamu hanya
sampai pukul 22:00" gitu itu lumrah jaman aku masih
kloyongan di sekitar-2 TPK itu.
dan kebiasaan analisis model es setrup ini pulalah
yang membuat aku sering kudu ngguyu. contoh ya mas
ya.

orang ribut bull-og-gate yang 35 milyar rupeee. terus
mas aqiel bilang "ah.. keciiilllll" lha ruame kan tanggapan
akhirnya?

sementara aku masih nggumun.. itu yayasan bull-og
kok bisa punya duit buanyaaak banget. berapa juta
ya karyawan bull-og yang terancam kesejahteraannya?
kamangka selama ini lapisan masyarakat yang ditanganinya
(baca petani beras)
kok banyak banget juga "sambatannya". apa lagi om kalla
malah sempat bilang "kalau pakai keppres berapapun akan bisa
kami penuhi. ada sekitar 370 milyar dana taktis di
DEPERINDAG"... lhoooo... ini apa nggak menunjukkan tingkah
laku si PRONGKOLAN ES BATU dalam ES SETRUP?
(makanya aku seneng minum teh nas-gi-tel... jelas nggak
ketipu dengan para prongkolan es.... gak nyambung babaaah....
hehehe)
--------
WAM:
DEnmas Hikam kan udah diprotes (sama orang LIPI, atau NU, lupa).
Kenapa
ngurusi jin. Tapi, mari lah kita berfikir jernih dikit. Lha orang
Jepang
kabarnya sudah bisa bikin foto aura manusia. Orang Rusia, dulu,
mempelajari telekinetik. Kenapa tidak kita mempelajari jin?
-------------
mas-mas...
aku pernah nyobak seperti sampeyan itu. bahwa sekarang
orang psikologis sedang gandrung lagi pada pengamatan
fenomena mind-to-mind communication. maka aku usul agar
pengertian JIN ditinjau lagi. masak jin hanya diartikan semacam
kendaraannya ALADIN thok? toh tehnologi sudah maju
seperti ini. di sini ndudul kibrot.. di sana bisa baca.. malah
ada yang bisa lihat gambar-nya.. tuh kan dulu (apalagi jaman
abad 7) yang gini-gini ini apa bisa dilakukan selain dengan
anggapan "karena peranan JIN"?

hasilnya... aku dikeroyok sama ayat-ayat suci tuh? jangan-jangan
ada yang menganggap aku ini jin juga ya?
yang jelas sekarang aku hanyalah jawa-jin hahahaa....

wassalam,

soeL
-----------------------------
pseudo-jin... heheee
-----------------------------

->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!















->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke