On Mon, 26 Jun 2000, GIGIH NUSANTARA wrote:
> Sebaiknyalah membuat primordial-primordial yang
> basisnya rada dilebarkan (atau primordial itu memang
> harus sempit ?). Mestilah kita mengupayakan sebuah
> cara untuk membentuk primordial yang lebih luas, untuk
> bagian-bagian bangsa yang masih belum ketiban sampur
> terkoyak-koyak macam di beberapa bagian tanah air ini.
WAM:
Primordialisme tidak akan punya tempat tumbuh, apalagi tumbuh subur, kalau
saja pemerintah tanggap dan tidak cangkeman sak karepe dewe macam mbah
Dur. Kenapa waktu Ambon baru bergolak mbah Dur malah lepas tangan dengan
_menyerahkan pemecahan pada orang Ambon_ dan menyuruh Mega (yang jelas
cuma bisa ketawa ketiwi) untuk mengurusi? Padahal, ribuan orang Islam
dibunuhi dengan keji. Kalau saja pemerintah cepat tanggap, dengan
memberlakukan keadaan darurat kayak sekarang (yang akhirnya dilakukan
juga) tentu primordialisme tidak perlu tumbuh. Buat kita yang ada di luar
Ambon sih masih bisa berdebat tentang primordialisme. Buat mereka yang ada
di Ambon, yang hidup matinya cuma tergantung nasib, pasti tidak akan ambil
pusing soal primordialisme. Kalau dengan primordialisme itu mereka bisa
selamat, why not? Tanpa adanya Laskar Jihad yang datang ke Ambon, apakah
pemerintah akan tanggap?
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!