Pada hari ini, Rabu, 5 Juli 2000 Generasi Muda Porsea dan Sekitarnya (GMPS) berunjuk rasa untuk menyampaikan aspirasi kepada Presiden di Istana Negara, Wakil Presiden di Istana Wapres dan Komisi V DPR yang sedang melakukan raker dengan Menperindag Luhut Panjaitan. Semua rangkaian aksi itu dilakukan dengan tertib, berpenampilan rapi dan mengenakan ulos serta manortor sebagai tanda keprihatinan/ Ketika di DPR, Menperindag dengan simpatik keluar dari sidang dan menemui GMPS untuk mendengarkan tuntutan. Pada kesempatan itu, Luhut Panjaitan mengatakan bahwa ia juga memiliki aspirasi yang sama dengan GMPS karena ia juga warga Porsea, "Kuburan ompung saya juga disana", katanya. Dan ketika ditanyakan perihal sikapnya, Luhut Panjaitan menjawab, "Kalau aku, ya sama dengan kalian". "Berarti, bapak juga setuju Indorayon ditutup", kembali GMPS mencecar pertanyaan. Dan Menperindag pun mempertegas, "Ya!". Kembali ditanyakan, "Kalau begitu, mengapa keputusan sidang kabinet harus seperti itu?", tanya GMPS. Luhut Panjaitan menjawab, "Ingat aku ini kalau kau nanti masuk ke birokrasi...", tanpa diberikan penjelasan lebih lanjut apa korelasinya dengan kasus IIU. Setelah menunggu hampir 5 jam, akhirnya GMPS masuk ke ruang sidang dan membacakan deklarasinya dihadapan seluruh anggota DPR Komisi 5, Menperindag dan pejabat-pejabat Depperindag. Demikianlah deklarasi tersebut: PERNYATAAN SIKAP GENERASI MUDA PORSEA DAN SEKITARNYA (GMPS) Permasalahan PT. Inti Indorayon Utama (IIU) telah berlarut-larut, tanpa penyelesaian yang pasti dan permanen. Akibat dari permasalahan itu, telah nyata dirasakan oleh masyarakat dengan rusaknya institusi sosial dan budaya serta hancurnya kualitas lingkungan hidup, ekosistem dan ekologi Toba Samosir. Keputusan pemerintah Abdurrahman Wahid melalui Rapat Kabinet tertanggal 10 Mei 2000 yang tetap membuka usaha pulp dan menutup usaha rayon PT. IIU, nyata-nyata tidak juga membawa penyelesaian yang pasti dan permanen atas masalah IIU. Keputusan yang ambivalen itu pada perkembangannya telah kembali menimbulkan gejolak di tengah masyarakat, terjadinya aksi-aksi kekerasan yang membawa korban jiwa dan perpecahan pada masyarakat Toba Samosir khususnya Porsea dan sekitarnya. Kondisi masyarakat yang seperti itu, dikhawatirkan akan dapat memberi peluang pada pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengobarkan permusuhan di kalangan rakyat sehingga bahkan tidak mungkin daerah Porsea dan Toba Samosir umumnya menjelma menjadi "Ambon Kedua" Terpanggil untuk memberikan kejernihan ditengah kerancuan, sebagai tanggung jawab kami pada masyarakat Porsea dan umumnya Toba Samosir dan untuk menghargai warisan budaya "Dalihan Natolu", maka kami Generasi Muda Porsea dan Sekitarnya menyatakan sebagai berikut: (1) MENOLAK keputusan Sidang Kabinet pada tanggal 10 Mei 2000 yang membuka usaha pulp dan menutup usaha rayon IIU. (2) Menolak segala bentuk kekerasan yang terjadi di Porsea dan sekitarnya dan menghimbau kepada segenap masyarakat Porsea agar tidak terpancing provokasi pihak-pihak yang menginginkan perpecahan (3) Meminta pemerintah agar dengan cermat melihat langsung akibat-akibat yang terjadi karena dibukanya kembali PT. Inti Indorayon Utama (4) Mengusut tuntas kasus-kasus yang terjadi di sekitar PT. IIU seperti penembakan yang dilakukan aparat terhadap warga, meminta penjelasan langsung akibat-akibat yang terjadi karena dibukanya kembali PT. IIU. (5) Meminta kepada masyarakat Porsea agar persoalan PT. IIU tidak menjadi alat pemecah dalam masyarakat, dan semangat Dalihan Natolu harus dijunjung tinggi (6) Meminta kepada semua pihak agar tidak mengambil keuntungan sepihak dengan cara apapun. Dan kamu GMPS tidak segan-segan untuk mengambil proses hukum sesuai dengan prosedur yang berlaku. (7) Meminta pemerintah agar adil dan bijaksana tanpa tekanan dari pihak manapun, untuk menyelesaikan masalah PT. IIU dengan mewujudkan suara mayoritas masyarakat (8) Kami Generasi Muda Porsea dan Sekitarnya meminta masyarakat dan aparat agar bersama-sama menahan diri untuk menciptakan keamanan Demikian pernyataan ini disampaikan kiranya Tuhan Yang Maha Pengasih tetap melindungi masyarakat Porsea, Toba Samosir dan seluruh rakyat Indonesia. Dinyatakan di Jakarta Tanggal 29 Juni 2000 Dibacakan di DPR-RI Tanggal 5 Juli 2000 Koordinator; (ttd) Kristofel Sirait (ttd) Martin Manurung (ttd) Sihar Butar-Butar ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
