Setelah terpuruk oleh badai Yusuf Kalla-Laksamana Sukardi, dari 7000an
menjadi 8500an kini rupiah makin ambles menembus 9000an keguncang badai
biang kerok dan bom gedung bundar. Kelap kelip lampu Jakarta semakin terang,
aku menghirup orange juice terakhir, sebelum akhirnya lampu fasten your seat
belt menyala. Ya, Jakarta lagi....
Apa jadinya negeri ini, mau kemana sebenarnya bangsaku tercinta ini. Katanya
menuju masyarakat Madani, tetapi yang terjadi kok saling madani (mengejek).
Becandanya kelamaan kayaknya.

Sambil tetap menyandarkan kepala, saya masih merenungi obrolan singkat
dengan seorang sobat lama di Changi tadi sore tentang masyarakat madani. Dia
bilang civil society has four basic principles, namely 'direct'. It stands
for diversity, respect, consensus and tolerance. Dan bla bla bla lagi. Iya
juga ya, ternyata saya belum paham, walaupun sering dengar istilah
masyarakat madani.
Civil Society, sama sekali bukanlah masyarakat sipil, atau supremasi sipil
seperti yang selama ini saya dengar atau baca dari buah pikiran orang pinter
disini. Ini adalah civilized society, masyarakat yang beradab. Karena itu
benar juga kalau landasannya keragaman, saling hormat, toleransi dan
konsensus. Saya coba tanya diri sendiri, apakah saya punya itu semua? Apakah
sudah banyak yang punya?

Keragaman dinegara ini adalah karunia Allah, sebuah rachmat sekaligus given
factor. Masing masing kita berada dalam kelompok tertentu, dan kelompok
kelompok itulah yang membentuk bangsa Indonesia. Untuk diperluas ke skala
dunia, masing masing manusia menjadi bagian dari bangsa, kemudian bangsa
bangsa itulah yang membentuk masyarakat dunia. Keragaman itu adalah
kenyataan yang tak bisa diingkari, tetapi memang belum tentu setiap orang
dapat menerima atau menyikapi secara sepadan keragaman itu. Karena itu
kampanye menuju masyarakat beradab masih perlu terus dilakukan. Apakah saya
sudah bisa setulus hati menerima keragaman itu? Seberapa besar bangsaku yang
sudah mampu setulus hati menerima keragaman itu?

Dengan menyadari keragaman itu, memang perlu untuk menghormati perbedaan
yang ada. Saling menghormati satu sama lain. Bagaimana kalau ternyata pihak
lain tidak menghormati? Ya, singkatnya yang belum bisa menghormati pihak
lain itu ya belum beradab. Gitu aja kok repot. Kalau yang lemah menghormati
yang kuat itu biasa. Yang sulit kayaknya mencapai situasi dimana yang kuat
menghormati yang lemah.

Menghadapi keragaman, menimbulkan rasa saling hormat, cara termudah adalah
mempunyai tenggang rasa alias toleransi. Dengan toleransi ini, yang kuat
tidak akan kesulitan menghormati yang lemah, sehingga muncul rasa
kesetaraan.
Tetapi kalau cuma itu saja ya paling paling mirip rel kereta api, searah
tapi nggak pernah ketemu. Padahal diperlukan kebersamaan yang sinergis,
sehingga dari potensi kecil kecil itu bisa disatukan menjadi kekuatan besar
yang cukup untuk menyelesaikan masalah besar. Disinilah perlunya konsensus.

Jembatan yang bernama rasa saling hormat dan toleran itu bagi sebuah bangsa
(apalagi yang lagi terpuruk macam kita ini) tidak cukup bila sekedar
dijadikan alat untuk menguatkan hidup berdampingan secara damai, tetapi
perlu ditingkatkan menjadi kekuatan bersama dalam mengatasi masalah bangsa.
Karena itu perlu dicapai konsensus, tentang apa yang perlu dan apa yang
tidak perlu dilakukan.Kita carilah faktor kesamaannya, dari keragaman yang
ada. Kita coba dekatkan faktor yang berbeda, syukur kalau bisa dipertemukan.
Jangan malah mempertajam perbedaan secara kontra produktif, yang akhirnya
hanya memboroskan waktu dan tenaga, tanpa manfaat yang memadai.
Begitu mungkin konsep dari sononya. Itupun cuma renungan saya, yang pasti
masih banyak kekurangannya. Tetapi setidaknya saya merasa telah menemukan
pijakan yang baru untuk memahami apa itu masyarakat madani, dan mengapa kita
belum juga sampai kesana. Direct, rasanya masih jauh dari kehidupan bangsa
Indonesia. Berarti masih banyak yang dapat dilakukan.
Keluar dari Custom clearance, kulihat Anton sudah cengar cengir dengan kaos
hijau favoritnya sambil melambaikan tangannya. Ah, ternyata Indonesia masih
aman damai, buktinya Anton masih bisa cengar cengir disini.

yap



________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke