Komentar yang bagaimana lagi yang bisa saya sampaikan, melebihi dari beliau Ketua MUI 
Cirebon terhadap 'semangat jihad' (?) seperti ini?

> Bagaimana tanggapannya ?
> -------------
> SEMANGAT JIHAD Ja'far Umar
> Usaha menghimpun pasukan jihad ke Maluku terus
> berlangsung. Ribuan laskar siap diterjunkan. Ada yang
> menganggap mereka pahlawan kesiangan. Yang diperlukan
> Maluku adalah obat, makanan, dan suasana damai.
> KAKI KH Salim Bajri baru saja melangkah keluar dari
> pintu rumahnya, di Jalan Pesayangan, Cirebon, Jawa
> Barat, Senin dua pekan lalu. Pagi itu, ia bermaksud
> menjalankan salat subuh di masjid yang berjarak 200
> meter dari rumahnya. Namun, di tengah jalan, tiba-tiba
> dua lelaki menghampiri Ketua Majelis Ulama Indonesia
> (MUI) Cirebon itu. Kiai Salim tidak curiga. "Saya
> kira, mereka mau menanyakan alamat seseorang,"
> katanya.
> Sejurus kemudian, dua pemuda tak dikenal itu
> melayangkan pukulan ke wajah dan tengkuknya. Cukup
> keras. Apalagi, seorang penyerang memakai cincin besi
> di jarinya. Salim limbung. Tapi, sebelum roboh, Pak
> Kiai sempat berseru minta tolong: "Maling! Maling!
> Maling!"
> Teriakan di keheningan subuh itu sontak membangunkan
> warga sekitar. Mereka berhamburan keluar rumah untuk
> menolongnya. Kedua pemuda, yang rupanya telah
> mengintai sejak malam itu, cepat menancap gas sepeda
> motornya. Lenyap. Penganiayaan itu mengundang simpati
> para tetangga. Anak-anak muda setempat pun menjaga
> rumah Salim setiap malam.
> Serangan tak terulang. Tapi, tetap tertinggal
> pertanyaan: siapa yang berani menjaili ulama kondang
> di Cirebon itu. Entah siapa yang mengipasi, tiba-tiba
> mereka sa-ling berbisik dan menuding pelaku
> penganiayaan adalah kelompok pemuda anggota Forum
> Komunikasi Ahlussunnah Wal-jamaah (FKASW) Cabang
> Cirebon, yang bermarkas di Jalan Suratno, tak jauh
> dari rumah Salim.
> Tak jelas siapa yang mengomando, selepas isya, Selasa
> dua pekan lalu, puluhan pemuda melabrak markas FKASW.
> Mereka mengusung pentungan dan batu. Untung, markas
> FKASW kosong. Rupanya, penghuninya tahu bakal
> diserang, dan buru-buru kabur. Massa pendukung Salim
> kecewa dan melampiaskan amarahnya dengan menghancurkan
> dua unit mobil yang diparkir di depan kantor itu.
> Giliran anggota FKASW membalas, esok harinya. Puluhan
> orang laskar FKASW menantang dengan membawa panah,
> tombak, dan pedang. Mereka mengepung rumah Kiai Salim,
> dipimpin langsung Ja'far Umar Thalib, panglima laskar
> jihad dari FKASW pusat. Anak-anak muda pendukung Salim
> pun tak mau kalah. Mereka juga siap menyambut
> serangan. Golok dan kelewang sudah dihunus. "Pokoknya
> serem. Kayak mau perang saja," kata seorang tukang
> becak yang biasa mangkal di pojokan Jalan Pesayangan.
> Syukur, baku serang itu berhasil dilerai. Bermula dari
> seorang warga muslim keturunan Timor Timur yang
> berteriak-teriak sambil mencucurkan air mata di
> tengah-tengah massa yang saling berhadapan. "Kita ini
> sama-sama orang Islam, mengapa harus berkelahi. Ayo
> kita damai, damai...," katanya. Rupanya, tangisan
> mengendurkan saraf kedua pihak. Perjanjian damai di
> atas kertas segel diteken di Masjid Asyafi'i.
> Perseteruan dua kelompok itu konon buntut dari khotbah
> KH Salim Bajri dalam salat Jumat, tiga pekan
> sebelumnya di Masjid Asyafi'i. Kiai Salim mengaku
> terusik oleh aktivitas FKASW Cirebon yang merebak
> sejak sebulan sebelumnya. "Saya mendapat laporan,
> mereka mengumpulkan dana dengan cara memaksa terhadap
> orang yang lewat, bahkan kepada warga nonmuslim,"
> katanya.
> Kiai Salim juga tak setuju dengan niat FKASW
> mengirimkan pasukan jihad ke Maluku. Apalagi Presiden
> Gus Dur secara tegas telah melarang gerakan jihad
> semacam itu. "Jangan-jangan, pengiriman itu akan
> menciptakan konflik baru," katanya.
> Khotbah Salim berembus sampai ke markas FKASW. Mereka
> panas. "Sebagai sesama muslim, Salim seharusnya juga
> prihatin terhadap kondisi Ambon. Bukan malah
> menggembosi gerakan kami," kata Tarsimin, pimpinan
> FKASW Cabang Cirebon. Tapi ia membantah anggapan bahwa
> dua pemuda yang menyerang Kiai Salim adalah anak
> buahnya. Tarsimin justru menekankan, penggembosan
> Salim tak membuat aktivitasnya terganggu, termasuk
> dalam mencari sumbangan dana. "Kami sudah mengumpulkan
> dana sekitar Rp 50 juta, dan sebanyak 250 pemuda siap
> diberangkatkan ke Maluku untuk berjihad," katanya.
> Kendati Salim dan Tarsimin telah bersalaman dan
> melupakan peristiwa itu, gegeran tersebut menyulut
> pergunjingan seru. Masyarakat pun pada bisik-bisik dan
> ingin tahu lebih jauh kegiatan FKASW. Ternyata,
> kegiatan FKASW bukan cuma di Cirebon. Sejak sebulan
> terakhir ini, aktivitas serupa juga banyak dijumpai di
> kota-kota lain, terutama di Jawa. Mereka berada di
> bawah komando FKASW yang berkantor pusat di
> Yogyakarta.
> Menurut Ja'far Umar Thalib, 38 tahun, pembina FKASW
> pusat, forum ini dibentuk pada 14 Februari tahun lalu.
> Tapi jangan salah sangka, lembaga ini tak ada
> hubungannya dengan Nahdlatul Ulama (NU). Meskipun
> organisasi massa Islam terbesar ini sering
> memproklamasikan diri sebagai penganut ahlussunah
> wal-jamaah. Justru pikiran-pikiran Ja'far Thalib
> berseberangan dengan Gus Dur yang mantan Ketua
> Pengurus Besar NU.
> Menurut Ja'far, pendirian forum itu bermula dari
> reformasi yang dinilainya justru tak aspiratif
> terhadap umat Islam. Semula cuma sebatas kegiatan
> diskusi dan tukar pikiran, membahas berbagai persoalan
> politik dalam kaitannya dengan aspirasi umat Islam.
> Namun, ketika konflik Maluku memanas lagi akhir tahun
> lalu, Ja'far putar haluan. Apalagi ia melihat
> pemerintahan Gus Dur lamban dalam menyelesaikan
> konflik di Kepulauan Maluku.
> Ayah delapan anak dari tiga istri itu lantas mengirim
> surat kepada pemerintah pada akhir Desember lalu.
> Isinya, memberi batas waktu selambat-lambatnya dalam
> satu bulan pertikaian di Maluku harus beres. Ternyata
> ultimatum itu tinggal ultimatum. Ia makin kecewa
> setelah menurunkan tim investigasi ke Maluku, yang
> melaporkan gejolak di daerah itu tak ada tanda-tanda
> mereda.
> Akhirnya Ja'far mengeluarkan "resolusi jihad". Isinya,
> seruan kepada umat Islam untuk berjihad ke Maluku.
> Bersamaan dengan resolusi itu, Ja'far membentuk laskar
> jihad yang siap dikirim ke medan perang, melalui
> cabang-cabangnya di seluruh Indonesia. Para pimpinan
> cabang sebelumnya dilatih di kantor pusat FKASW, Jalan
> Kaliurang Km 15, Desa Degolan, Kecamatan Ngemplak,
> Yogyakarta.
> Pengiriman laskar jihad terpaksa dilakukan, menurut
> Ja'far, karena baik pemerintah maupun TNI-Polri
> dianggap tak berdaya menanganinya. "Kalau dua kekuatan
> itu lumpuh, serahkan kepada umat Islam untuk
> menyelesaikannya," katanya. Bagi Ja'far, kemelut di
> Maluku bukan cuma upaya untuk meminggirkan umat Islam,
> melainkan juga manuver untuk membentuk negara Maluku
> merdeka yang disponsori gerakan separatis Republik
> Maluku
> 
> 
> 
> ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>  
----------------------------------------------
��ӭ�μ�CNNIC�н�����,�󽱵�������
��ͶƱ֧���л���!
http://www.china.com/zh_cn/cnnic/
��ͶƱ֧�ֹ�����!
http://cww.com/cnnic.html


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke