Tertulis: >Tanggapan saya tulis pada pukul >20:-- GMT, tanggal 29 Juli; atau sekitar pukul 13:00 EST, >Maine; sekitar pukul 12 malam di Jakarta pada hari yang >sama]. Dimaksudkan: 20 --GMT, tanggal 29 Juli, atau sekitar pukul 16:--EST, Maine; sekitar pukul 3 WIB pagi tanggal 30 Juli di Jakarta. Tertulis: >Hari ini [30 Juli] pukul 16:06 EST, Maine, atau pukul >3 malam WIB, saya masih belum menemukan berita dari >Suara Pembaruan [www.suarapembaruan.com tgl 30 Juli >2000]. Berita terbaru masih berita tanggal tanggal >29 Juli. Dimaksudkan: Hari ini [30 Juli] pukul 16:06 EST, Maine, atau pukul 3 malam WIB tanggal 1 Agustus di Jakarta, saya masih belum menemukan berita dari Suara Pembaruan [www.suarapembaruan.com tgl 30 Juli 2000]. Berita terbaru masih berita tanggal tanggal 29 Juli. dengan demikian kesalahan telah diperbaiki. +++Poirot >From: "Hercule Poirot" <[EMAIL PROTECTED]> >Date: Sun, 30 Jul 2000 20:20:50 GMT > >Assalamu'alaikum Wr.Wb. > >Betul...sekali, pak menteri sekedar mengulang >informasi dari presiden [saya baca di www.kompas.com >dan www.suaramerdeka.com]. Ketika saya menuliskan >tanggapan atas informasiyang saya dapat dari >www.berpolitik.com saya tidak [atau belum] menemukan >berita tetang larangana Presiden itu baik di www.kompas.com >dan www.suaramerdeka.com. Tanggapan saya tulis pada pukul >20:-- GMT, tanggal 29 Juli; atau sekitar pukul 13:00 EST, >Maine; sekitar pukul 12 malam di Jakarta pada hari yang >sama]. > >Hari ini [30 Juli] pukul 16:06 EST, Maine, atau pukul >3 malam WIB, saya masih belum menemukan berita dari >Suara Pembaruan [www.suarapembaruan.com tgl 30 Juli >2000]. Berita terbaru masih berita tanggal tanggal >29 Juli. > >Informasi ini perlu untuk memberikan gambaran bahwa >informasi yang sudah dibaca lewat koran, sering belum >ditemukan lewat internet. Saya beberapa kali dapat >baru bisa mengakses kompas, republika pada pukul >8 malam waktu Maine atau pukul 7 pagi hari berikutnya >di Jakarta. Kawan-kawan di Jakarta sudah membaca koran >cetak terbitan hari X+1, saya belum bisa membaca >koran terbitan hari X. > >Itulah sebabnya, saya menuliskan apa yang saya tulis >tentang sikap Mendagri dalam menanggapi Banser NU. >Bila saya tahu kalau Presiden ternyata sudah melarang, >saya tidak akan pernah memberi acungan jempol ke sikap >Mendagri [karena hanya mengekor]. Semula saya pikir >Mendagri adalah orang yang berani bersikap tegas >meski ia bisa kehilangan jabatannya karena ia kecam >adalah sangat dekat hubungannya dengan Presiden. > >Ketika Sarwono berani mengeritik pemerintah [Soeharto] >pada saat orang-2 lain memuja Soeharto krn takut kehilangan >jabatan, saya memberi kredit kepadanya [Sarwono]. Dan, saya >pikir Mendagri juga spt Sarwono saat itu. > >Ternyata ...I am dead wrong...Dalam kasus banser ini, >Mendagri tak lebih dari sekedar pita rekaman. > >Dengan demikian, saya mencabut semua pernyataan yang >terkait dengan topik ini yang pernah saya tulis >sebelumnya. > >Saya ucapkan terima kasih ke meneer Zillaanz. Kalau >meneer tidak menulis tanggapan bahwa Mendagri hanya >mengulang pernyataan Presiden, mungkin saya tak akan >ngecek ulang di korang lain. > >Wassalam, >+++Poirot > >>From: Frijnk Zillaanz <[EMAIL PROTECTED]> >>Reply-To: [EMAIL PROTECTED] >>To: [EMAIL PROTECTED] >>Subject: Re: [Kuli Tinta] Salut pak Menteri... >>Date: Sun, 30 Jul 2000 00:38:37 -0400 (EDT) >> >>Pak Mentri kan sekedar mengulang apa yang sudah disampaikan oleh Bapak >>Presiden, Ibu Wakil Presiden, yang kedua-duanya telah menyampaikanhal >>tersebut ketika acara Munas PKB I baru-baru ini. Hal serupa pun >>disampaikan >>oleh Hasim Musadi (Ketua PBNU) serta Nilam (ketua Banser) serta Syaifullah >>(Ketua Ansor). Lalu apa yang baru (dan perlu diacungjempoli) dari pak >>Mentri >>tersebut. Lalu kalau bapak Presiden serta Ibu Wakil Presiden sudah >>manyatakan hal yang demikian, mengapa ucapan pak Mentri disebut berani? >> >>------Original Message------ >>From: "Her Canthuka" <[EMAIL PROTECTED]> >>To: [EMAIL PROTECTED] >>Sent: July 29, 2000 3:13:08 PM GMT >>Subject: Re: [Kuli Tinta] Salut pak Menteri... >> >> >>Seharusnya, sebagai menteri dalam negeri, >>beliau juga berhak mengatur keberadaan >>organisasi-organisasi kepemudaan yang >>semakin banyak cabang dan macamnya. >>Maka lebih baik beliau sekalian menghimbau >>kepada induk organisasi kepemudaan itu >>untuk mencegah anak-anak organisasinya berbuat >>anarchis, mengganggu operasionalisasi lembaga- >>lembaga kenegaraan. >>Alasannya, paling tidak kantor dinas sospol >>yang dahulu efektif sekali mengatur organisasi-2 >>demikian, berada di bawah naungan departemen >>yang beliau pimpin, berkoordinasi dengan >>dephankam >>Atau sudah berubah, dalam era reformo-demokratik >>sekarang ini? >> >>HC >> >> >> >Assalamu'alaikum Wr.Wb. >> > >> >www.berpolitik.com >> >>Mendagri Kecam Ormas Pemuda di Bawah NU yang Akan �Kepung�ESenayan >>Sabtu, >> >>29 Juli 2000, @15:26 WIB >> >>Semarang -- Menteri Dalam Negeri Surjadi Sudirdja mengecam >> >>keras usaha beberapa organisasi pemuda di bawah Nahdhatul Ulama dan >>Partai >> >>Kebangkitan Bangsa yang ingin �mengepung Gedung DPR, dalam Sidang Umum >> >>Tahunan MPR mulai 10 Agustus nanti. ( Berita selengkapnya... | 0 >>tanggapan >> >>) >> > >> >Poirot: >> > >> >Saya angkat jempol buat pak Menteri. >> >Banyak orang yang kawatir kehilangan jabatan kalau >> >memberi kritik thd mereka yang dekat dengan orang >> >yang sedang berkuasa. Tapi kali ini pak Menteri >> >berani mengecam OP yang begitu dekat hubungannya >> >dengan Presiden. Angkat topi pak. Semoga sikap >> >pak Menteri ini juga diikuti oleh para pejabat >> >lain yang berani menyatakan kebenaran dengan >> >resiko kehilangan jabatan. >> > >> >Kata Presiden Oliver Russel dalam >> >'The Best Laid Plans' karya Sidney Sheldon: >> > >> >"You see, what's important is not how long a president >> >stays in this office [white house], but what he does >> >when he's in it." >> > >> >Wassalam, >> >+++Poirot >> > >> >________________________________________________________________________ >> >Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com >> > >> > >> >->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com >> >Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI >> >Bergabung: [EMAIL PROTECTED] >> >Keluar: [EMAIL PROTECTED] >> > >> >Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia! >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> >>________________________________________________________________________ >>Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com >> >> >>->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com >>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI >>Bergabung: [EMAIL PROTECTED] >>Keluar: [EMAIL PROTECTED] >> >>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia! >> >> >>______________________________________________ >>FREE Personalized Email at Mail.com >>Sign up at http://www.mail.com/?sr=signup >> >> >>->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com >>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI >>Bergabung: [EMAIL PROTECTED] >>Keluar: [EMAIL PROTECTED] >> >>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia! >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> > >________________________________________________________________________ >Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com > > >->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com >Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI >Bergabung: [EMAIL PROTECTED] >Keluar: [EMAIL PROTECTED] > >Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia! > > > > > > > > > > > > ________________________________________________________________________ Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
