"Abdullah Hasan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Setelah sepuluh bulan, kecuali yang picek-picik buta hati,  masyarakat pada
umumnya jadi tahu. GD memang tidak mampu alias memble. GD malahan
menanam pohon KKN varietas baru yang amat subur. GD menjadi sumber
masalah baru diatas ribuan masalah yang melanda negeri sengsara ini.

Maka, Alhamdulillah. Kecuali fraksi PKB yang terpaksa memilih jadi begundal
GD, semuanya sepakat buat meng-amputasi GD ( istilah koran Rakyat Merdeka
kemarin ). Yang jadi masalah cuma caranya. Tegas-lugas atau Etis-Timur penuh
perasaan. Yang memilih cara pertama, cara Sutan Takdir, adalah Fraksi PPP
dan Fraksi Reformasi. Yang pilih cara kedua, cara Jawa,  adalah Fraksi PDIP,
PBB, Utusan Daerah, dan Fraksi Golkar. Yang pertama cara Tap Khusus:
Pengalihan kewenangan diataur dengan TAP Khusus. Yang kedua pengalihan
kewenangan diatur dengan Tap Rekomendasi.

Namanya juga Rekomendasi. Tentunya bermakna usulan. Tapi PDIP yang mengalami
babak-belur memalukan dalam kerjasama dengan GD, tidak mau begitu saja
sekali lagi di cocok hidung kerbaunya oleh jurus mabuk-nya GD yang jahat
itu. Menurut  jurubicaranya, Tap Rekomendasi akan diatur supaya mengikat.
Ya sami mawon. Cara Jawa itu memang lebih panjang sedikit, tapi menghindari
luka dan antem-anteman. Nguler , tapi bakalan efektif, katanya. Rupanya
Megawati  akibat dijadikan bulan-bulanan guyonan GD akhirnya bisa marah dan
keluar tanduknya. Ingat pula bagaimana "anak-nya" , Laksamana di fitnah
dibuang dalam got. Bagaimana Kwik tidak diajak omong oleh GD berbulan-bulan
?.  Megawati  tidak mau diakali lagi diberi kedudukan cuma memimpin rapat
orang-orang sampah yang dipilih GD dari lingkaran KKN seperti Rozy dan
Prijadi. Biarpun Megawati kita ketahui seorang yang terbatas sekali
kemampuan analitisnya, siapa bilang tidak bisa belajar. Ikan Dolphin di
Ancol pun bisa diajari berhitung sederhana asalkan kita tekun mengajarinya.
Maka PDIP yang seiring Megawati mulai belajar giat-tekun untuk keluar dari
kejumudannya, akan memikirkan TAP Rekomendasi yang mengikat tangan, kaki,
maupun pikiran GD yang sudah menjadi beban tersebut. PDIP pun tahu betul,
bila Mega gagal total dalam tugasnya yang dilimpahkan kepada nya,  apa lagi
yang mau dijual ? Megawati adalah the-only-asset yang ada, harus dijaga
bagaikan mutiara.  Theo Syafei? Taufik Kemas ? ....Ah, anda cuma ngeledek
saja !? Cukup lah ! Saya sudah tidak tahan !

PDIP dan kita semua sudah belajar. Orang yang lolos pilihan tidak lagi
diberi cek kosong. GD yang dipilih dengan demokratis dan kelegaan luarbiasa,
tetap diikuti dengan seksama. Kalau tidak mau serius, nggak mau repot-repot,
gendeng-gendengan, rapotnya jeblok ya harus diamputasi. Demikian pula Mega.
Tentunya kita semua tidak ada kecuali secara ikhlas akan menerima permintaan
mundurnya dari jabatan, bila itu dilakukan Mega karena gagal total. Atau
akan diamputasi dan dilempar kedalam got kalau ngotot tidak mau karena tidak
menyadari kemampuannya. Tentu... Tentu Mega akan kita pilih dua kali kali
sesuai konstitusi bila beliau menunjukkan kemampuan yang meyakinkan.

Hidup PDIP !

Wassalam
Abdullah Hasan.

--------------------

Kalau menggunakan kriteria yang Abdulah Hasan pakai ini, maka PDIP kembali
bodoh. Lebih-lebih, seperti yang dikatakan Alvin Lie, meninggalkan Fraksi
Reformasi plonga-plongo, kehilangan mitra yang sedianya bisa diajak maju
obok-obok pasangan GD dan MW. Menurut Lie, padahal kalau PDIP terus mau
berteman dengannya, maka semua keuntungan akan didapat oleh PDIP dengan
menaikkan Mega berdasarkan tap MPR. 

Sayang wak hasan, ya .....
Atau PDIP nggak suka main cek kosong yang bakal dikirim oleh kelompoknya Lie
tersebut?
Kasihan Lie merasa terjebak (terlanjur bersuara keras, yang antara lain juga
dilakukan AR ketika mengancam GD mengenai kemungkinan voting, dan GD bilang,
'ya silahken'), sehingga jatah PAN pun nguap untuk kusri kabinet mendatang.

Nggak apa-apa, wak, kan ada ST tahun depan (dengan fraksi reformasi yang sudah
buntung, dan maikin dekat ke pemilu 2004, lho).

____________________________________________________________________
Get free email and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1

->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke