maaf.... tempelanya ketinggalan...... ----- Pengamat ekonomi Dr Didiek J Rachbini di Surabaya mengatakan, tampilnya Prijadi Prapto Suhardjo sebagai menkeu akan menjadi beban bagi tim ekonomi dalam upaya pemulihan. Bahkan tidak hanya beban, dengan proses awal yang penuh paksaan seperti ini, akan bisa berakibat lain. Tak hanya itu, Presiden juga jelas-jelas menentang partai politik, sehingga akibatnya akan mendapat tentangan dan tekanan cukup kuat dari partai di MPR. Partai-partai akan melakukan oposisi yang jauh lebih kuat dari sebelumnya, dan itu berarti taruhannya jabatan presiden sendiri. Sebab, partai-partai besar ditinggal semua. "La, kabinet sekarang itu kan muka-muka lama, yang selama ini dipandang tidak profesional, seperti AS Hikam. Begitu pula di tim ekonomi, malah muncul Prijadi yang tidak lulus fit and proper test menjadi menkeu," paparnya. Kalau Rizal Ramli, Didiek mengaku sangat kenal. Dia memiliki warna lain dibandingkan dengan teknokrat-teknokrat ekonomi sebelumnya, yang sedikit-sedikit telepon IMF, telepon ini itu. Jika diberi kesempatan, dia akan bisa menajalankan visinya. "Begitu juga dengan Cacuk Sudaryanto, saya kira tidak nol. Saat di Telkom dia tidak nol prestasi, jadi mungkin dia pantas. Yang tidak tepat memang Prijadi, karena memang dipaksakan dan dijamin serta dipertaruhkan oleh Presiden," tandasnya. Pakar komunikasi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Drs RM Roy Suryo pesimis, terhadap kebijakan teknologi Indonesia di masa datang selama Menristek masih dipercayakan AS Hikam. Karena selama AS Hikam menjabat sebagai Menristek selama periode sebelumnya, belum ada satu pun karya riset dan teknologi yang bisa dibanggakan. ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!

Kirim email ke