Berapa hari lagi barangkali cerita yang saya forwardkan ini bakal meramaikan
negeri. Tidak ada salahnya kalau Kuli-Tinta-wan mendapatkannya duluan.
ATAU CEK SENDIRI DI :
http://www.panjimas.co.id/
SELINGAN /PANJI NO. 19 TH IV / 2000
SELINGKUH ARYANTI
DENGAN PEJABAT PENTING
Skandal Pejabat: Seorang ibu rumah tangga berniat membongkar
perselingkuhannya dengan seorang pejabat penting. Ia tak takut menghadapi
resiko apapun.
Sidang Tahunan MPR yang berakhir pekan lalu ternyata menyisakan kisah
menarik. Ini bukan soal kongkalikong politik di balik layar apalagi dagang
sapi. Cerita yang terselip di sela-sela sidang tahunan itu bernuansa roman,
dan ini melibatkan pejabat sangat penting di negeri ini.
Karena melibatkan pejabat sangat penting itu, maka roman yang memunculkan
tokoh perempuan bernama Aryanti Arsyad alias Aryanti Boru Sitepu itu jadi
bisik-bisik paling panas saat ini. Bayangkan, isu roman yang dibalut nuansa
politik karena melibatkan tokoh politik penting. Ini baru dahsyat!
Karena itu, "harga" Aryanti pun mendadak melambung. Ia jadi incaran banyak
pihak, dari tokoh politik yang ingin tahu ceritanya, kalangan pers yang haus
kisah menarik itu, bahkan kalangan kiai. Betapa menariknya kasus ini bisa
dilihat dari sejumlah telpon yang diterima redaksi Panji sejak Selasa pekan
ini. Semuanya menanyakan apakah benar majalah ini akan menurunkan kisah
kasih antara Aryanti dengan sang petinggi, pada edisi 19/IV/2000 yang terbit
Kamis ini. Memang, Panji merencanakan menurunkan cerita itu, edisi pekan
ini. Namun, dengan pertimbangan memberikan waktu lebih longgar kepada
petinggi itu untuk menanggapi permohonan konfirmasi resmi yang disampaikan
kepadanya, majalah ini memutuskan menunda cerita itu.
Nama Aryanti muncul di tengah ST MPR lalu, lewat safari mantan suaminya, M
Yannur, menemui sejumlah tokoh politik di MPR, DPR maupun pimpinan partai
politik. Ada juga kiai yang ditemui Yannur. Tema safari adalah mengadukan
perilaku pejabat sangat penting itu di masa lalu, dengan Aryanti. Saat
kisah-kasih antara Aryanti dan sang petinggi berlangsung, sekitar 1996,
Aryanti dan Yannur masih terikat perkawinan, yang membuahkan seorang putri,
kini berusia sembilan tahun. Aryanti saat itu adalah istri kedua Yannur yang
berprofesi sebagai pengusaha. Mengapa safari ini dilakukan justru di tengah
hangatnya suasana politik ST MPR, Yannur mengaku tak punya motif lain,
kecuali ingin menyampaikan cerita sebenarnya yang dialami eks-istri.
Aryanti, perempuan Batak-Betawi berusia 38 tahun itu berkenalan dengan sang
petinggi lewat kawan dekat petinggi itu, pengusaha roti bernama H. Sulaiman.
"Saya kenal dengan Haji Sulaiman saat menunaikan ibadah haji, tahun 1995,"
tutur Aryanti kepada Panji. Sampai di tanah air, beberapa bulan kemudian
Aryanti iseng-iseng mengontak Haji Sulaiman. "Ingin reuni," katanya.
Keduanya bertemu, dan dalam kesempatan itu Haji Sulaiman menawari Aryanti
berkenalan dengan si petinggi. Pertemuan pertama berlangsung di sebuah
kantor organisasi massa di kawasan Jakarta Timur. Aryanti mengaku tak begitu
kenal dengan sang tokoh sebelumnya. "Habis, saya kan berpendidikan rendah.
Jarang baca koran," kata perempuan berkulit putih itu. Aryanti, petinggi itu
dan Haji Sulaiman kemudian pergi makan makan sate bersama.
"Itulah awal kedekatan kami," kenang Aryanti. Setelah itu, hubungan antara
dirinya yang masih berstatus istri sah orang lain dengan sang tokoh makin
akrab. Sampai-sampai, meningkat ke hubungan intim layaknya suami-istri.
"Hubungan intim pertama kali kami lakukan di Bali, sekitar Oktober 1996
kalau saya tak salah ingat," kata Aryanti. Perempuan itu mengaku minta
diajak pergi ke Bali kala mengetahui tokoh penting itu punya acara di sana.
"Habis saya belum pernah ke Bali," kata Aryanti. Mereka pergi berempat,
Aryanti, putrinya, petinggi itu, dan Haji Sulaiman. Merela menginap di
sebuah pondok yang dimiliki oleh seorang tokoh Hindu terkemuka. Aryanti yang
sering ditinggal suaminya ke luar kota itu mengaku bukan orang yang kuat
imannya. "Saya mau melakukan itu, karena iman saya kurang kuat, dan dia
mengatakan nanti kita sama-sama bertobat," kata Aryanti.
Hubungan spesial diantaranya berlanjut di Jakarta. Pertemuan dilakukan mulai
dari hotel kelas melati, hotel bintang sampai cottage di seputar Jakarta.
Paling sering di Hotel Harco, di kawasan Raden Saleh, Jakarta. "Saya sayang
kepada Si Cak," begitu Aryanti biasa menyebut sang petinggi. Saking lekatnya
kedua sejoli itu, Aryanti lantas memutuskan minta cerai dari sang suami.
"Lagipula, Si Cak menjanjikan menikahi saya sebagai istri mudanya. Maklum,
istrinya sudah lama sakit," ujar Aryanti. Merasa yakin akan janji sang
petinggi yang dikenal luas sebagai tokoh panutan masyarakat, Aryanti ngotot
minta cerai. Suaminya akhirnya merelakan, dengan syarat hubungan sang istri
dengan tokoh itu bisa dibuktikan. Maka, sebagai bukti, Aryanti meminta
petinggi itu untuk difoto bersamanya. Permintaan itu dipenuhi. Rupanya, sang
tokoh pun lagi kesengsem berat sama perempuan montok itu. "Itu membuktikan
kepada suami saya, bahwa saya akan dinikahi oleh orang baik-baik, orang alim
lagi," kata Aryanti..
Foto itulah yang belakangan beredar luas di kalangan politisi, sejak dua
pekan ini. Gambar itu, dari segi artistik sangat tidak bagus, tetapi orang
di dalam foto itu yang bisa membuat orang terbelalak. Posisi pasangan
Aryanti dan Pak Pejabat itu aduhai. Mesra sekali. Pak Pejabat memangku dan
memeluk mesra Aryanti. Ehm. Pakaiannya pun tidak resmi, malah seksi. Pejabat
itu memakai celana pendek, dan Aryanti pakai daster.
Aryanti sendiri bercerai dengan suaminya, di Pengadilan Agama Bekasi,
Oktober 1996. Setelah itu, petinggi itu rajin memberikan uang kepada Aryanti
untuk keperluan hidup sang janda muda.
Hubungan mesra itu berakhir gara-gara Aryanti cemburu memergoki sang tokoh
memeluk perempuan lain di ruang kerjanya. Aryanti mengutarakan
kejengkelannya, dan rupanya sang Cak tak berkenan. "Sejak itu, dia mulai
dingin kepada saya. Janji menikah pun tak ditepati," kata Aryanti.
Mengapa baru sekarang Aryanti membuka cerita selingkuh si Pejabat penting?
Aryanti mengaku tidak punya motif politik. Tidak pula untuk kepentingan
uang. "Yang ingin saya sampaikan adalah kebenaran. Biar rakyat tahu pemimpin
yang sebenarnya," ujar Aryanti yang punya dua anak satu lagi remaja
laki-laki dari perkawinanya yang pertama. Ditanya soal motif duit, Aryanti
menolak tudingan itu. "Suami saya menjamin keperluan saya dan anak-anak,"
katanya. Setelah batal dinikahi sang Pejabat penting, Aryanti sudah menikah
lagi. Suami ketiganya seorang pedagang juga. Pengakuan Aryanti yang beredar
dari mulut ke mulut di kalangan elit politik itu, mudah ditebak, membuatnya
"diburu". Ancaman mulai datang, dan makin serius. Toh ia bersikukuh, tak
hendak membatalkan niatnya mengungkap tindakan tak terpuji dari Pak Pejabat
tadi. "Saya siap menanggung resiko apapun," ujarnya.
Berikut Ini Cuplikan Wawancara Panji dengan Aryanti Boru Sitepu:
Selain diperistri, apa lagi janji Pak Pejabat itu kepada Anda?
Saya pernah dijanjikan untuk dibantu membeli sebuah ruko di kawasan Kali
Malang, Bekasi Timur. Mau saya buat minimarket. Oleh Si Cak, saya sempat
dikasih uang muka Rp 3 juta untuk membeli ruko itu. Sisanya mau saya cicil,
karena harganya sekitar Rp 150-an juta. Eh, keburu hubungan saya dengan dia
berakhir. Jadinya ruko itu tak jadi saya beli, uang mukanya pun amblas
Apalagi yang pernah anda terima dari Bapak itu?
Saya pernah dibantu membeli mobil Mitsubishi Colt T-120 yang pembayarannya
dicicil selama 11 bulan, dan diatasnamakan saya. Tiap bulan saya dikirimi Rp
2 juta untuk mencicil mobil. Itu waktu awal 1997. Sebelum dibelikan mobil,
kan kalau ketemu Si Cak di kantornya, atau di hotel, saya naik angkutan
umum.
Setelah Si Cak jadi Pejabat sangat penting, apa anda pernah kontak dia lagi?
Ya saya sempat kontak sama Pak S... (bekas staf kantor Pak Pejabat itu),
saya bilang dia inget nggak ya sama saya? "Ya inget dong," katanya.
Anda dicurigai menerima imbalan materi untuk mengungkap kasus ini justru di
saat berlangsungnya ST MPR. Benarkah?
Yang saya kemukakan adalah cerita benar. Dan saya siap dikonfrontir dengan
Bapak itu. Saya nggak pernah menuntut duit atau santunan apapun. Ini saja
risikonya sudah berat bagi saya dan keluarga. Tapi saya ingin mengingatkan
kepada Pejabat itu, jangan sekali-sekali bohong, karena saya kebetulan punya
pengalaman dibohongi olehnya.###
(Laporan Lengkap Berikut Wawancara Ekslusif Pengakuan Aryanti dapat dibaca
di Majalah Panji edisi No. 20/IV/2000, yang insya allah terbit Selasa, 29
Agustus 2000).
________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com
-------------------------- eGroups Sponsor -------------------------~-~>
GET A NEXTCARD VISA, in 30 seconds! Get rates
of 2.9% Intro or 9.9% Ongoing APR* and no annual fee!
Apply NOW!
http://click.egroups.com/1/7872/7/_/136252/_/967347926/
---------------------------------------------------------------------_->
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!