Assalaamu'alaikum wr. wb Salam Sejahtera Netters sekalian, Dalam hitungan hari, account [EMAIL PROTECTED] ini akan berakhir masa berlakunya. Dengan demikian, mungkin saja saya tidak bisa lagi leluasa bersendau-gurau di dunia internet. Maka saya perlu menyampaikan permohonan maaf, seandainya dalam waktu-waktu yang lampau, posting dari account ini membuat ketidak enakan saudara sekalian. Kemarin malam, ada ajakan seorang netter di mailing list [EMAIL PROTECTED] yang saya nilai sangat jitu dan bermanfaat: "Saya usul untuk rekan-rekan memberi masukan kepada Menteri-Mentri baru maupun Departemen baru. Apa saja yang anda rasakan bermanfaat untuk rakyat banyak; silahkan diajukan saran-saran anda, dengan catatan belum tentu saran-saran itu diterima oleh mereka. Malahan mungkin saja mereka tidak pernah membaca postings kita. Mungkin pula ada wartawan di milis ini yang sementara di medianya dapat membuka rubrik "Saran dari Internet untuk Menteri Baru" selama sebulan saja umpamanya." ---- Berhubung saya sedang dalam belajar ilmu-ilmu pertanian, maka dari komposisi kementrian kabinet reshuffle yang ada, segera mencermati departemen pertanian dan kementrian-2 lain yang terkait (telah saya posting di beberapa milist tadi siang). Saya mencatati kementrian terkait pertanian itu adalah : 1. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: 2. Menteri Perhubungan dan Telekomunikasi: 3. Menteri Kelautan dan Perikanan: 4. Menteri Pertanian dan Kehutanan : 5. Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah: 6. Menteri Negara Riset dan Teknologi: 7. Menteri Negara Koperasi dan Pengusaha Kecil dan Menengah 8. Menteri Lingkungan Hidup: 9. Menteri Muda Kehutanan: : ---> ada 9 kementrian. Ibaratnya kapal, maka pertanian telah menjadi suatu armada dengan 9 kapal, walupun tidak lengkap utuh setiap kapal mengangkut aspek pertanian. 1. nakertrans, lebih berat kepada ketenagakerjaan, mengingat pertanian di Ina masih tergolong padat-karya; meskipun transmigrasi tidak kalah penting untuk diperhatikan, karena sektor ini lebih banyak memindahkan petani atau mengubah matapencaharian transmigran dari sektor apa-pun menjadi petani (berdasar sedikit pengalaman) 2. tel-hub. memang seolah tidak ada keterkaitannya. Namun sebenarnya dep. ini menggenggam modal-dasar usahatani teramat penting, yaitu data IKLIM. Betapa konyolnya bila seseorang ingin mendapatkan data iklim suatu wilayah diminta oleh dinas pertaniannya agar menghubungi kantor perhubungan. 3. laut-ikan: mengacu pada usaha pemanenan sumber daya hayati di laut, bukankah wajar ini dimasukkan ke dalam sektor pertanian (dalam arti luas)? 4. kimsarwil: segi pemukiman sangat penting agar tak lagi terulang caplok-gusur lahan pertanian untuk berbagai kepentingan pemukiman dan kemewahan 5. tan-hut: sudah jelas (sayang hortikultura tidak lagi ada) 6. ristek: penting sebagai sumber energi kemajuan iptek pertanian yang merata dan adil. 7.kopuscilngah: sesuai dengan konsep corporated farm ala indonesia (yang tradisional sudah sejak lama ada di pulau bali dalam bentuk SUBAK, yang banyak di tinggalkan dalam wacana pengembangan dan pembangunan agribisnis; padahal terbukti handal) 8. lingdup: berkaitan erat dengan studi-studi usahatani berskala besar yang akrab lingkungan. sehingga kasus semacam IIU tak mudah terjadi. Atau sawah sejuta hektar tak mudah terulang .... kegagalanya 9.mud-hut... ini saya bingung dalam hal apa diadakan, yang menmud tan-nya mana? -- itulah sekedar catatan saya. Dalam pemikiran saya, alanhkah baiknya bagian-bagian itu masuk dalam satu payung. Namun struktur kabinet yang telah digagas oleh Tim Tiga, menghasilkan armada pertanian dalam banyak kapal-kapal kecil. Mudah-mudahan kapal-2 itu dapat berlayat lancar dalam formasi mantap. Sekian dulu. wassalam, WDW ----- ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!

Kirim email ke