nek saya nanggepi issue ini sambil guyon.
bener-bener kemekelan, isteriku baca berita ariyati-gate
tadi pagi.
pasalnya?
mengapa dalam masalah beginian yang menanggung "hukuman
moralitas" lelakinya? Lho, kenapa? aku bertanya.
biasa, jawabannya bikin panas:
"Kayak nggak tahu saja isi hati wanita kepada lawan jenisnya?"
lho?
"Ah, sampeyan itu Pakne... mbok baca itu, ejadiannya kapan?
waktu itu kan GD hanya ketua PBNU? berarti kalau berita
itu benar... wah... tak tinggal sampeyan melok gusdur aku.
hahaaa... kan enak mengelabuinya, wong lemah penglihatan,
kalau berjalan perlu dituntun... dan ingat, GD kaya wanita
lho...?"
masak?
"Lha, Bu Sinta itu apa bukan wanita. Terus anak-anaknya
yang rajin mapah dan menyediakan permen sekaligus
tukang bisik itu..?"
(terpaksa tak cablek make thole itu..... habis nyindir suami
kok nggak ketulungan....)
soeL
-----
----- Original Message -----
From: "hestu ciptohandoyo" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, August 29, 2000 2:23 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] SKANDAL TINGKAT TINGGI SEKALI
: saya kok meragukan.....mosok kyai apalagi sejak dulu GD khan
public figure kok selingkuh. Saya tidak bermaksud membela GD,
tetapi nampaknya kekebalan GD dalam menanggapi cercaan lawan
politik mengakibatkan lawan-lawannya itu melontarkan isu
selingkuh yang saat ini memang sedang ampuh-ampuhnya. Lihat di
Bantul dan Pak Muladi yang pernah terkena issu ini. Moralitas
kembali dipakai sebagai issu politik
: --
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!