From: Agus Satrio <[EMAIL PROTECTED]> He-he... enggak ada yang bisa dipercayakan, lha sejak dalam pikiran sudah penuh pikiran hasil rekayasa. Benda yang namanya trust/kepercayaan sudah lama hancur di bumi nusantara. ======================================================= AH: Kalau mau dicari hikmahnya, kita semua sekarang ini , menjadi tidah mudah kaget akan berita apapun. Dari itu, kita lebih punya waktu untuk menimbang suatu berita dengan dingin. Dan yang paling penting, insyaallah kita menjadi lebih sulit untuk mendewa-dewa-kan pemimpin. Mereka itu cuma manusia biasa yang seperti yang lain bisa saja tergelincir di tempat yang licin. Anda benar. Kita makin dewasa , tidak mudah percaya begitu saja pada sekedar nama besar. Gus Dur yang konon punya pengikut tigapuluhjuta kek, Megawati yang putrinya Bung Karno itu kek, atau siapa saja. Kepercayaan mutlak memang sebaiknya disingkirkan. Diganti dengan kontrol baik yang konsisten. Pers bebas yang kadang-kadang kebablasan, koar-koar anggota parlemen yang kadang-kadang kebablasan, semuanya menjadi amat membantu. Sehari sehari, proses demokrasi mengajari kita tambah pintar membedakan. Mana telor mana t.. ( istilah GD ). Wassalam Abdullah Hasan ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
