mBah Soelojo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
yang dia
rasakan bukannya mentertawakan TOKOH yang
jadi lakon, tetapi mentertawai BANGSA-nya.
===========================================
From: Agus Satrio [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Kalau yang gini ini mbah, orang inggris biasanya bilang 'right or wrong my
country'.
===========================================
Kalau ngomong gitu (right or ....), hati-hati lho !
nanti orang2 sana tambah ngakak. Dikira kalap disamping bodoh sekali.
Apalagi kalau dicampur kata-kata : "Merdeka ! Ibumu berdiri...."
Lebih baik sabar saja diketawai orang. Kepala dingin, sambil merenung...
Lha wong negeri kita memang amburadul. Gara-gara dari dulu tidak mau belajar
diokoli pemimpinnya. Disuruh makan jagung dan tiwul pada jaman Bung Karno
dulu, ya tetap dianggap dewa. Di lucuti diperas oleh Suharto, ya didiamkan
saja selama 32 tahun... Fakta moral pemimpinnya amat payah..., " Right or
wrong my country !". Nanti kalau si Mbak payah dalam adimintrasi : " Pejah
gesang nderek...!, kupersembahkan darah jempolku berember-ember...".
Kapan kita mau rasionil ?
Wassalam
Abdullah Hasan.
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!