On Fri, 1 Sep 2000, Agus Satrio wrote:
> Saya mau tanya tolong dijawab. Anda setuju tidak bahwa
> Kampus adalah daerah otonom serta independen, tempat
> berkembangnya ilmu? Anda setuju tidak bahwa di dalam
> kampus terjadi berbagai macam lintasan serta aliran
> pemikiran, dan pikiran itu diungkapkan dalam mimbar
> bebas, yang memungkinkan orang beraliran konservatif,
> liberal, komunis, fasis, fundamentalis, nihilis
> apalagi cuma forkot, ngendon dan ngomong disitu?
WAM:
Sejak kapan di IAIN ada fakultas Sospol?
Tempat di mana _mahasiswa_ bicara soal politik?
Ilmu apa yang diharapkan berkembang dari nongkrongnya mahasiswa kiri, he?
Mau berpolitik praktis, apa kurang partai?
Anda mau kasih kotbah tentang kebebasan akademis?
Puluhan tahun lalu saya sudah mendiskusikan tentang Marxisme, sosialisme
dalam lingkungan akademik. Nggak ada masalah. Dan itu karena ada mata
kuliah di mana kita mesti mendiskusikan masalah itu.
Coba kasih saya jawaban, apakah FPI itu nyerbu IAIN ketika dosen sedang
memberi kuliah? Atau, FPI itu nyerbu salah satu ruangan yang dipakai
sekelompok mahasiswa kiri? Lah apa urusannya dengan kebebasan akademik?
Mikir bung, mikir. Itu pun kalau masih mampu.
> Kalau enggak setuju, ya kita memang tidak sepakat.
> Beda tafsiran sedikit langsung diserbu (padahal
> sama-sama islamnya). Eh kupikir yang keluar suatu
> pandangan atau pemikiran baru, tibaknya porno dan
> ideologi, lha kapan majunya? Paling juga argumennya
> kayak jaman yang lalu itu, di dalam kampus tidak boleh
> berpolitik praktis, repot lak an. Lagi-lagi jungkir balik.
WAM:
Jelas kita tidak sepakat. Dan beda.
Wong anda enteng saja membuat fitnah terhadap FPI.
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!