->-----Original Message-----
->From: mBah Soelojo [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
->Sent: Friday, September 01, 2000 5:43 PM
->To: [EMAIL PROTECTED]
->Subject: Re: [Kuli Tinta] PENGAKUAN SAKSI MATA KERUSUHAN IAIN 
->Sekelompok
->Mahasiswa Lecehkan A
->
->
->From: "Christian S" <[EMAIL PROTECTED]>
->:
->: -----Original Message-----
->: SKT:
->: Saya percaya bila kita (terlebih yang menyebut dirinya
->intelektual)
->: menghadapi segala masalah atau issue akhir-akhir ini dengan
->kepala dingin
->: dan sikap dewasa maka keadaan bangsa Indonesia akan segera
->membaik.
->:
->: Chs:
->: Seandainya saja saya cerdas saya akan memuncul topik untuk
->cita-cita yang
->: luhur dan mulai ini.
->:
->: Regards,
->: chs
->:
->----:-}
->stel yakin aja Bung Chris...
->kayak Regu C.. kan malah dapat bonus.
->apa perlu Penanya?
->
->rgds too...
->
->soeL

CHS:

Mas Soel, pernah sekali saya berlagak cerdas.....
saya masih ingat terus karena pertama kali saya berlagak cerdas 
dan gagal total.

Waktu itu sudah setahun lebih yang lalu,...
waktu peristiwa Ambon kelabu mulai terjadi.....
yang disusul dengan mengungsinya kelompok pendatang.....

Pada salah satu milis Alumni Universitas yang ada di Makassar,
rekans semilis mengajak untuk mendukung perang ke Ambon. 
Tentunya dalau tidak dapat terlibat langsung ya.. dapat dengan
bantuan materil maupun moril.

Saya pikir mungkin dengan berlagak cerdas suasana tidak semakin panas,
dan korban nyawa manusia tidak semakin buanyak.
Saya membalas email ajakan perang tersebut dengan memberikan pandangan,
bahwa sekiranya saja adik-adik kita mahasiswa yang ada di Makassar 
(penduduk lokal dan yang berasal dari Ambon) bergandengan tangan dan
berangkat ke Maluku/Ambon untuk menyanyikan lagu perdamaian.
Mengundang petua-petua kedua belah pihak yang juga orang tua kita,
dihadiri oleh pihak pemerintah dan aparat keamanan,
untuk merajut kembali tali kasih + perdamaian dengan saling memaafkan.
Begitulah kurang lebih inti email saya saat itu.

Dan tanggapan yang saya peroleh, sangat jauh dari harapan tersebut.
namun saya sangat memaklumi tanggapan rekan tersebut karena saya
yakin saat itu emosinya sedang memuncak.

Itulah pengalaman saya berlagak cerdas.
 :) :)


Regards,
chs    
 

->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke