--- Frijnk Zillaanz <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Kalau perlu, sebut peraturan pemerintah yang mana, nomor dan perihal > apa, lalu blejeti apa-apa yang salah. Kalau perlu sekalian sama edaran dari > pemda, atau aparat setempat, dan tindakan-tindakan mereka yang tak patut. > Sebut saja. Daripada ikut nyemproti para tukang kompor lebih baik sekarang mulai mengkritisi apa yang bakal dilakukan pemerintah. Bulan depan BBM akan dinaikkan 12% seperti yang disepakati antara pemerintah dan DPR. Orang sudah mulai ribut. Adikku yang sedang seneng bisnis eceran, kemarin saat pulang dari kulakan, dia bilang bahwa harga-harga mulai naik. Eh penyakit latah masih ada tho, tanyaku. BBM belum naik harga-harga sudah berjingkrakan menyesuaikan diri terlebih dahulu. Sebulan sebelum naik, biasanya mulai banyak pengusaha atau pun pengecer memborong dan menahan barang, sehingga barang jadi langka dan akhirnya naik. Belum lagi kenaikan tarif tranportasi baru-baru ini. Semuanya memberi beban yang tidak sedikit pada orang kebanyakan. Lebih parah lagi sampai sekarang UMR untuk luar jabotabek belum ada tanda-tanda mengalami penyesuaian. Sudah daya beli merosot, harga-harga berlarian semua. Sengsaranya jadi dobel. Para pakar (pandai berkelakar?) bilang bahwa subsidi mesti dicabut, sebab sangat memberatkan sampai-sampai terjadi penyelundupan BBM. Oleh karena itu subsidi BBM yang cuma menguntungkan pengusaha besar musti dicabut. Dan subsidi itu akan dikembalikan untuk mengembangkan perekonomian daerah, melalui Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah dan Kementerian Negara Urusan Koperasi dan Usaha Kecil. Sungguh mulia maksud ini. Tapi dengan birokrasi yang hampir sama seperti dulu, orang mungkin jadi pesimis apakah dana subsidi itu akan dapat diterima utuh oleh yang berhak. Karena selama perjalanannya banyak sekali kantung-kantung yang siap menampung bocoran (moga-moga saja hanya tetesan) dana-dana itu. Program JPS kemarin contohnya. Meski tidak ada data banyak sekali keluhan yang terbaca di koran sana-sini tentang bocornya dana tersebut. Yang jelas dampak kabar kenaikan BBM bulan depan sudah mulai terasa sebulan sebelumnya. Dan lagi-lagi yang terkena dampak paling serius adalah golongan ekonomi lemah. Juga gap antara Jawa dan luar Jawa makin menganga. Sedangkan pertolongannya baru sekedar janji (kayak pengadilan HMS kali), yang mungkin baru 5 tahun paling banter akan dapat dinikmati, atau keburu mati. Janji-janji tinggal janji tetesan madu hanya mimpi uo-uo-uo...Memang lidah tak bertulang. __________________________________________________ Do You Yahoo!? Yahoo! Mail - Free email you can access from anywhere! http://mail.yahoo.com/ ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
