Pagi ini saya  baca di koran, katanya mbah Dur ingin beli pesawat B737-800
seharga 40-50 juta dollar, untuk keperluan kepresidenan. Kata (salah
seorang yang menyertai mBah Dur) di Amerika udah biasa presiden punya
pesawat kepresidenan sendiri.

Komentar saya, rada nekat juga presiden (dan stafnya) ini. Di jaman susah
gini kok mau beli pesawat kepresidenan. Katanya, daripada pakai pesawat
Garuda nantinya mengganggu skedul perusahaan itu. Terus, katanya lagi,
kalau pas lagi nggak dipakai, pesawat itu bisa dipakai Garuda. Lho, terus
apa bedanya dengan pakai pesawat Garuda yang sekarang ada? Apa cuma pengin
pesawat baru? Memangnya kunjungan presiden itu nggak ada jadwalnya
sehingga takut nganggu jadwal penerbangan Garuda?

Setahu saya, dulu presiden Sukarno pernah punya (dikasih Rusia) Ilyushin
14 bermesin turboprop, juga Lockheed Jetstar. Lalu, presiden Suharto punya
fasilitas jet BAe-146 bermesin 4 dari Pelita Air Service untuk kunjungan
jarak dekat (regional). Untuk kunjungan jarak jauh, digunakan MD-11
Garuda. Nggak tahu, apakah BAe-146 Pelita itu masih ada atau tidak.
Rasanya masih ada, wong pesawat baru. Pesawat Garuda, Airbus maupun MD-11
rasanya masih ada juga.

Lha kenapa simbahnya mo beli pesawat baru?
Kecenderungan di negara maju (kecuali AS) kepala negara _ikutan_
penerbangan komersial untuk kunjungan ke luar negeri. Jauh lebih murah
biayanya. Kalau cuma mau kunjungan ke AS, kan banyak pesawat Garuda yang
menerbangi rute itu. Apalagi kita (saat ini) bukan tergolong negara yang
kelebihan duit. 



->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke