> Jangankan tahu istilah _dinding_ untuk kapal. Istilah _kiri_ atau
> _kanan_kapal pun barangkali nggak ngerti. Jelas sudah. Keahlian simbah hanya
> terbatas urusan anggur. Urusan lain, taruhlah kapal selam, sama dungunya

WAM:
Tinimbang simbah Soel kelimpungan mbukak kamus, dan belum tentu ketemu,
tak kandani ae lah. Itung-itung nyumbang pengetahuan buat simbah, yang
cuma tahu soal anggur ini.

Sisi kiri (dalam istilah nautika maupun aviasi) disebut sebagai _port_.
Sisi kanan disebut sebagai _starboard_. Kenapa?

Dulunya, sisi kiri adalah sisi kapal yang ditempelkan ke dermaga manakala
kapal merapat. Karena, di sisi itulah kapten kapal berada. (Kapten pilot
juga duduk di kursi kiri, kalau mbah Soel nggak paham. Dan saya yakin
mbah Soel dkk juga nggak paham). Kenapa sisi kanan
disebut _starboard_? Itu untuk membedakan ucapan dengan sisi _port_ yang
bunyinya pendek. Hanya satu suku kata. Dengan begitu, jika ucapannya
adalah dua suku kata, jelas atau tidak, orang langsung tahu, itu sisi
kanan.

Jelas to, dalam hal ini pengetahuan mbah Soel juga setara dengan tukang
tambal ban sepeda pinggir dalan? Artinya, nggak usah lah merasa sok tahu
hanya karena dianggap sebagai _yang amat terdidik_. Manifestasi _sok tahu_
itu adalah menertawakan orang yang salah (dalam artian teknis) menyebut
sesuatu.

Itu baru soal sisi kiri kanan, mbah. Belum lagi istilah _leeward_,
_windward_. Atau, apakah nama _knalpot_ kapal selam (diesel-elektrik)? Iku
simple mbah. (Atau, anda tertawa mendengar kapal selam punya knalpot?) 
Uwislah mbah, tinimbang sampeyan ketok makin _awam_ nggak usah njawab. Lha
wong ahline anggur kok arep neko-neko. Eling mbah, eling.

Masih bagusan mbah Gigih. Benar tahu urusan penamaan kapal perang RI. 







 








->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke