On Mon, 11 Sep 2000 [EMAIL PROTECTED] wrote:
> hahaha,....... emang paling mudah mengatakan orang menjilat,
> Tapi Gus Dur jadi membeli atau tidak, tentunya rasionalitas tentang
> kebutuhan pesawat itu sama aja, tidak berubah.
> Kalo' emang butuh ya butuh, bahwa Gus Dur menundanya mungkin
> karena pertimbangan situasi ekonomi negara plus tanggapan ramai
> orang-orang di media,..
WAM:
Indonesia nggak butuh pesawat macam itu. Itu kalau mau ngirit. Lha wong
pesawatnya Garuda aja sak hohah kok. Rasionalitasnya juga lemah. Pesawat
Garuda model mana yang tidak bisa _mencukupi_ kebutuhan pesawat
kepresidenan? Mau jarak dekat, bisa pakai B-737 (seri 300 atau 400). Mau
jarak jauh, bisa pakai A-330, atau MD-11, atau B-747-400. Kalau
persoalannya adalah biaya, memangnya punya pesawat kepresidenan itu
identik dengan _gratisan_?
Jangan niru Amerika, yang selain negaranya kaya juga mengemban beban
sebagai negara superpower. Semua-muanya mesti nampak wah. Lha kita?
Negaranya aja kere gini.
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!