On Thu, 14 Sep 2000, Martin Manurung wrote:

> Soeharto tidak bisa hadir lagi di persidangan karena menurut "Surat Dokter",
> dia sakit..
 
> ***Saya jadi inget masa-masa sekolah dulu. Kalau ada kepentingan lain, maka
> saya bolos sekolah. Dan begitu masuk, saya membawa "surat dokter" yang
> memberi keterangan bahwa saya sakit (padahal sih, sehat-sehat aja). Ternyata
> gampang kan "surat dokter" itu?

WAM:
Artinya, anda berpendapat bahwa dokter bisa diajak _main_?
Lalu kenapa ketika Poros Tengah mengusulkan agar mbah Dur diperiksa
kesehatannya (karena ucapan/pikirannya sering dianggap ngawur) banyak yang
nggak setuju? Artinya, telah terjadi kemunafikan di masyarakat. Kalau
menyangkut Suharto, dokter yang memeriksanya (biar kata jumlah tim
dokternya sampai 30!) dianggap _main mata_. Sementara kalau menyangkut
orang lain, dalam hal ini mbah Dur, apa yang dikatakan dokter pribadinya
dianggap benar. 

Tidak bisakah kita membuat suatu kesepakatan yang berlaku umum?
Yang tidak membeda-bedakan orang?


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke