Komentar untuk berita yg saya forwad dari satunet di bawah ini: Aku teringat kembali dng tulisan2/analisis Pak Kwik ttg kebijakan pemerintah yg tempo hari begitu gampang membuat syarat2 pendirian bank. Waktu itu Pak Kwik bilang, sekitar sepuluh tahun lagi akan terjadi musim gugur bank dan petaka bagi ekonomi kita. Waktu itu pula, banyak pihak, terutama pemerintah cuwek bebek saja. Kenyataannya? Badai yang dituai, yg ironisnya yg menjadi korban adalah rakyat kebanyakan. Yg seolah-olah selalu jadi tumbal. Kita semua sama tahu bahwa ramalan Pak Kwik itu tepat adanya. Ketika ekonomi negara ini mulai ambruk di tahun 1997-1998. Sekarang, Pak Kwik memberi peringatan yg nadanya sama saja. Sekarang pula, pemerintah pun berlaku cuwek bebek saja. Badai apa lagi yg akan dituai negara dan bangsa ini? Pengorbanan apa lagi yg harus diberikan oleh rakyat kebanyakan? Bagi pihak yang berwenang, yang masih punya hati nurani dan mau mendengar suara hati nuraninya itu, tentu tak akan melakukan kesalahan-kesalahan yang sama lagi. ^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^ Jumat, 15/9/2000, 16:32 WIB Kwik : Ada menteri ekonomi jalin kemesraan dengan konglomerat jahat Laporan Charles M Siahaan satunet.com - Kwik Kian Gie mengatakan, tim ekonomi baru di luar Rizal Ramli sudah jelas ada tanda-tanda menjalin kemesraan dengan para konglomerat jahat. Hal ini diungkapkan mantan Menko Ekuin Kwik Kian Gie dalam suatu forum diskusi, Jumat, tentang pemulihan ekonomi nasional di tengah kapitalisasi global. Hal ini terlihat dari dimunculkannya debat publik tentang MSAA (Master Settlement Acquisition Agreement) yang sampai saat ini belum mampu diselesaikan masalahnya. Menurut Kwik, kalau para konglomerat jahat ini tidak diapa-apakan tapi malah banyak diberikan keringanan bahkan pengucuran kredit lagi seperti yang disuarakan oleh pengusaha jahat ini dengan lantang, maka bisnis perekonomian bisa lebih terjerumus lagi ke dalam suatu kerusakan. "Kalau ini terjadi, pembebanan kepada pemerintah akan lebih banyak lagi dan pembebanan kepada pemerintah ini artinya juga pembebanan kepada rakyat yang tidak tahu apa-apa," katanya. "Padahal pada waktu saya menjadi Menko Ekuin, pemulihan ekonomi sudah memperoleh momentum tanpa kongloemrat jahat ini. Mesin pertumbuhan sudah diambilalih oleh perusahaan-perusahaan yang strukur keuangannya sehat dan juga didukung oleh pelaku bisnis sejati. Mereka sama sekali tidak tergantung pada pemerintah. Bahkan takut bersentuhan dengan pemerintah karena mengandung unsur pemerasan dan sosialisasi jabatan," tegas Kwik. Pengusaha-pengusaha sejati ini, lanjutnya, akan tetap tangguh oleh globalisasi kecuali kalau tidak didesak oleh konglomerat jahat yang sampai saat ini Kwik melihat kekuatannya masih utuh. Hal ini diketahuinya dari laporan Sekjen KKSK (Komite Kebijakan Sektor Keuangan) Syafruddin Tumenggung dimana para konglomerat ini masih mengendalikan perusahaan sepenuhnya walaupun sudah diagunkan kepada pemerintah melalui BPPN. Dari laporan tersebut, diketahui bahwa para konglomerat ini sambil mengolah sepenuhnya aset yang sebenarnya sudah menjadi milik pemerintah ini, mereka terus menggerogoti untuk yang kedua kalinya sampai saat ini. "Hal ini menyebabakan dalam kurun waktu dua tahun saja nilai perusahaan-perusahaan swasta yang ada di BPPN ini turun rata-rata 40%. Paling parah lagi, semua dana yang diperoleh dari perusahaan tersebut diparkir di luar negeri," ujarnya. (ari) ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
