Diantara teman-teman satu laboratorium
ini hanya engkau, Yosiko, yang ramah dan
bersahabat serta akrab, meski aku adalah
orang asing. Orang asing yang keadaan
negerinya pun sangat terbatas kau tahu!
Walaupun kamu tak faham bahasa Indonesia,
apalagi bahasa Jawa, namun selalu saja kamu
bertanya di mana alamat web HP WOJOSETO
yang isinya hanyalah cerita-cerita ngawur
berbahasa Jawa. Dan ketika aku mengalah
mengetikkan alamat itu di browser-mu, kamu
berteriak senang, walau tanpa tahu artinya
"Araa.... sugooi... Soel-san no HP wa....
hontoni...p!"
Yosiko, mengapa kamu memaksa kala itu?
memaksa sambil bertanya "Soel, nani wo
mite ru no?" (Soel, sedang lihat apa?). Padahal
aku hanya kepergok saja sewaktu melihat tayangan
foto di suatu surat kabar simpatisan negeriku...
(dan aku berniat memindah gambar itu, sayang
komputer ini betapa lambatnya....). Dan kamu
tetap memaksa, ingin lihat apa yang barusan
mejeng di monitor.
Yoshiko, maafkan aku. Kala itu kamu spontan
menjerit dan sempoyongan hampir pingsan
begitu melihat para pemuda bangsaku dengan
gagahnya menenteng kepala tanpa badan....
Dan kata Guru Hirano, adegan seperti itu pernah
ada di negerimu, bangsa Jepang. Tetapi itu 5
abad yang lalu, Yoshiko. Jaman ketika JALAN
PEDANG dan BUSHIDO menjadi pegangan hidup
para samurai....
Kalau begitu, Yoshiko.
Apakah bangsa-ku sekarang ini mandheg atau kembali
ke jaman 5 abad yang lalu dari bangsamu? Apakah
bangsaku masih berhenti di Jalan Pedang dan Bushido?
Pada percabangan ninjitsu yang penuh kelicikan dan
akal-akalan.....
Maafkan Yoshiko, bila tindakanku membolehkanmu
melihat site surat kabar negeriku, dan maafkan
ulah bangsaku telah membuat kamu MIRIS dan
MUAK...!
:
: (kenangan peristiwa SAMBAS dengan HAYASHI Yoshiko)
soeloyo....
: ---------------------
: (lali gak ditulis tanggale....)
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
