Yoshiko, sebelum kamu pulang kampung, April lalu,
sempat aku bertanya, "Yoshiko wa donna kyoutou
wo shite-irun da?" (Yoshiko, kamu melakukan agama
apa?)
"Eee'.... dou shite?" (Kenapa?)
"Ah, nggak apa-apa, hanya aneh saja. Desember
kemarin kamu mengucap 'Mery Christmas' untu-ku,
kemudian Januari lalu kamu bilang 'O shogatsu,
omedetou gozaimasu.. yoroshiku neee.. tapi kulihat
dulu ketika di kuil Kouchi, kamu menepuk dan
menelungkupkan tangan penuh ta'zim kepada
Sang Budha, dan kemarin di Souja, kamu menepuk
dan menelangkupkan tangan pula di gerbang Ginza
besar itu...."
"Lha iya.. terus kenapa?"
"Aku masih ingat pertanyaanmu saat kita nonton
foto kerusuhan di negeriku, Ambon dan Ternate.
Kamu bertanya, 'Soel-san, apakah agama Islam
dan Kristen itu harus begitu? Apakah misalnya,
saya mengaku orang Kristen, dan kamu Islam,
maka akan berakhir pula persahabatan ini?' itu
saja kok...
"Q-q-q-qiek.. oh itu ya? Tapi, aku yakin kok Soel,
bahwa kamu dan beberapa teman Indonesia yang
aku kenal, bukan termasuk yang di foto itu..."
"Ya, jelas.... kalau aku masuk ke sana, belum tentu
kamu bisa lihat foto itu... hehee"
"Bukaan... bukan begitu.... maksudku.. gimana ya?
habis, agama orang Jepang ini aneh kok... campuran
nggak keruan... kayak yang kamu lihat pada diriku
ini... aku berkalung Salib, tetapi sering ke Kuil dan
ke Ginza, karena kami yakin semua agama itu
adalah baik dalam menjadi jalan hidup manusia...
dan...."
"Lha iya, tapi kok dengan agama ku, kamu nggak
tahu?"
"Wah, ya nggak tahu aku, mengapa agama-mu
jarang atau kurang merasuk di bangsa Jepang.
Yang jelas, kami sebagian besar percaya bahwa
manusia itu tidak akan lepas dari Bumi.... mereka
dari alam dan akan kembali ke alam lagi. Dan
bila aku nanti kembali ke alam, maka sungguh
senang bila aku boleh berdiam di air terjun
yang jernih di tepi hutan bambu........"
"Heeee...?"
"Iya... karena aku yakin bahwa suara air terjun,
desah daun bambu, gelegar petir, debur ombak,
taburan pasir pantai yang tak terdengar itu adalah
suara Kami Sama... Ten no Kami Sama.... dan
Kami Sama suka pada kesenyapan dan keharmonisan,
seperti butiran air yang sambung menyambung
membentuk irama air terjun.... dan..."
"Dan apa?"
"Rasanya tak ada cadas dan batu granit yang tahan
menerima gemercik hingga gemuruhnya air terjun,
menerima Suara Kami Sama....."
"Ah.. kamu...."
SoeL
-----------------------------------
NB: Hayashi Yoshiko, adalah
gadis Jepang yang ingin sekali datang
ke Indonesia, tetapi ragu dan takut...
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
