Komentar pendekku: Hai, anggota DPR, dlm hal ini, di Komisi I, semakin lama
aku semakin muak dng sepak terjang kalian. Apa dulu cita2-nya menjadi jaksa,
tetapi nggak tercapai? Jangan kira begini terus lantas rakyat akan
menganggap kalian pahlawan? Cari tau lagi, berapa harga kacamata GD, berapa
harga pakaiannya, berapa harga sepatunya, berapa harga makanannya.
Sidangkan, permasalahkan, di-pansus-kan, sidang istimewakan.

http://www.detik.com/peristiwa/2000/11/01/2000111-174336.shtml
Komisi I DPR Obok-obok Ongkos Jalan-jalan Gus Dur
Reporter: A Dipta Anindita
detikcom - Jakarta, Gus Dur jalan-jalan ke luar negeri, DPR pun
mengobok-obok. Utamanya soal anggaran 'wisata' Gus Dur yang cukup tinggi.
Sejak April-September 2000, duit yang sudah dipakai untuk jalan-jalan Gus
Dur cs mencapai Rp 24 miliar lebih.

Yang mempersoalkan ongkos jalan-jalan Gus Dur itu adalah para anggota Komisi
I DPR yang menggelar rapat kerja (raker) tertutup dengan para sekretaris di
lingkungan Istana. Raker berlangsung di Ruang Sidang Komisi I DPR, Gedung
DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/11/2000).

Para pejabat Istana yang hadir dalam raker itu adalah Pelaksana Harian (PLH)
Sekretaris Presiden Abdul Mujib Manan, Sekretaris Negara Djohan Effendy,
Sekretaris Kabinet Marsillam Simandjuntak dan Sekretaris Militer Marsekal
Muda Budhy Santoso. Karena raker bersifat tertutup, wartawan akhirnya
meminta keterangan pada Joko Susilo, anggota DPR yang ikut raker. Joko
ditemui di ruang kerjanya, usai mengikuti raker.

Menurut Joko Susilo, anggota Komisi I DPR mempertanyakan banyaknya
biaya-biaya yang digunakan sebagai dana perjalanan presiden. Hal yang
dipertanyakan adalah biaya kegiatan perjalanan mulai April-September 2000.
Misalnya, dana pers dan media yang mencapai Rp 216 juta, biaya suvenir Rp
491 juta, dan uang harian rombongan yang mencapai Rp 7 miliar.

Besarnya uang harian itu dijawab PLH Sekretaris Presiden Abdul Mujib Manan,
namun tak memuaskan. Abdul Mujib Manan hanya memberikan jawaban, uang harian
itu besar karena setiap orang per hari mendapatkan USD 220-300.

"Kan sudah ada biaya transportasi, akomodasi, dan konsumsi, mengapa ada uang
harian? Kalau misalnya setiap perjalanan presiden menghabiskan 5 hari, bisa
dihitung sendiri jumlah yang didapat anggota rombongan. Padahal rata-rata
presiden ke luar negeri 2 kali dalam sebulan," protes Joko Susilo, anggota
DPR dari Fraksi Reformasi.

Ironisnya, kata Joko Susilo, sekretaris di Istana sebagai pejabat eselon I A
paling bergaji cuma Rp 5 juta. Dari perjalanan presiden mereka (pejabat
Istana) dapat tambahan uang cukup besar. "Ini biaya resmi, bukan korupsi.
Tapi ini pemborosan dan menunjukkan tidak adanya pikiran para sekretaris
melakukan efisiensi," tutur Joko Susilo yang mantan wartawan Jawa Pos ini.

"Orang-orang sekitar presiden aji mumpung," tandas Joko Susilo. "Untuk
suvenir saja butuh uang Rp 400 jutaan. Itu suvenir apa? Di AS ada aturan,
presiden tidak boleh menerima gift yang harganya lebih dari AS 25 dollar,"
kata Joko Susilo.

Joko menjelaskan, biaya perjalanan presiden dalam dan luar negeri periode
April-September 2000, sebesar Rp 24.680.462.800 (Rp 24 miliar lebih). Sedang
anggaran yang telah ditetapkan untuk APBN April-Desember Rp 38,3 miliar.

Perjalanan ke luar negeri Gus Dur menghabiskan Rp 20.510.504.565 (Rp 20
miliar lebih), perjalanan dalam negeri Rp 2.187.945.375 (Rp 2 miliar lebih).
Sisanya adalah perjalanan dinas pejabat/pegawai sebesar Rp 1.982.012.860 (Rp
1 miliar lebih).

Protes Paspampres

Selain realiasi biaya perjalanan presiden, yang dipertanyakan Komisi I dalam
rapat adalah pasukan pengamanan presiden (Paspampres). Joko Susilo
mengatakan, Paspampres selama ini dianggap meresahkan anggota maupun
pimpinan DPR/MPR. "Beberapa pimpinan pernah diberlakukan tidak wajar oleh
sekuriti, diperlakukan seperti maling," ujar Joko Susilo.

"Dalam rapat itu juga ketahuan, pendidikan Paspampres hanya setingkat SMP,"
sambung Joko. Lantas anggota DPR mengusulkan agar ada perubahan seragam
ajudan. "Ajudan tidak mengenakan pakaian militer lagi, kecuali ada upacara
kenegaraan," kata Joko. Wah, tambah ongkos dong! (nur)




>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke