Judul: Fasisme
Penulis: Hugh Pursell
Pengantar: Dr. Mansour Fakih.
Penerbit: Insist Press, Yogyakarta.
Edisi juli 2000.


Sebelumnya saya sedikit memberikan gambaran tentang tiori fasis agar ketika
anda terterik membeli buku tersebut tidak salah.

Fasis tidak sama dengan militerisme
Militer sudah pasti dikomandoi oleh militer
Fasisme bisa orang sipil yang juga mengomandoi militer, cara-cara yang
dipakai adalah kekerasan.
Fasime dan agama hubungan dekat kadang-kadang dipergunakan untuk
kepentingannya. Seperti pembenaran pembunuhan bangsa Yahudi dalam kamp
konsentrasi.

Nah saya kutipkan sedikit dari resensi kompas 5 November 2000, tulisan
Nurudin staf penganjar universitas muhamadiyah Malang.

...Fasisme juga mempercayai bahwa kepemimpinan suatu negara harus
ditempatkan pada sedikit orang. yang lebih ekstrim fasisme bukan hanya
partai, ia adalah rejim; Kepercayaan; agama (hal 15). Pun begitu, fasisme
mendasarkan kekuatan pada cara-cara militer yang mengabsahkan penggunaan
kekerasan bagi mereka yang berani berbeda pendapat.

Fasisme sebagai praktek politik boleh saja mati. namun, Fasisme sebagai
idiologi ternyata masih hidup di sekitar kita atau dalam benak kita sendiri.
Bahkan sadar atau tidak sadar kita sering mempraktekan fasisme.
    Contohnya adalah teror; memciptakan budaya takut, militerisme, hegemoni,
penjinakan idiologi tertentu, sebenarnya juga murni adalah ajaran fasisme.

    Bukankah fasisme sedang menjadi sikap dan perilaku banyak orang? Bahkan
indikasi itu kuat sudah memasuki para MORALIS ketika menertibkan tempat
maksiat dalam membasmi kemungkaran dengan tindakan anarkis-merusak.

    Fasisme muncul; Bagi Purcell diakibatkan karena Jerman dan Italia kalah
dalam perang dunia I dan mempunyai hutang terhadap negara yang memenangkan
perang, sehingga beberapa daerah dan kekayaan alamnya dirampas.

    Dibawah kemiskinan dan hancurnya moral bangsa Jerman dan Itali dan rasa
malu, lalu muncul sikap Nasionalisme yang tinggi. Hitler berkata, "Rasa malu
memerahkan pipi kami dan kemarahan mencekik kerongkongan kami" (hal 86).

Hal terlihat dari selogan Jerman, adalah yang paling mulia agung diatas
segalanya (Deutsch uber alles) dan tidak pernah salah. Tampaknya Hitler dan
musolini telah mengobarkan nasionalisme tinggi rakyat di dua negara itu.

Hal lain yang dirasa menghina adalah. Di Jerman 1 dollar berharga 400.000
marks, sebuah perbandingan yang menghina rakyat jerman.

Apakah setelah Hitler dan mussolini mati fasisme hilang begitu saja? Tidak,
pada tahun 1961 muncul dengan sebutan neo fasis pimpinan Eichman di Italia.

    Fasisme adalah anti kemanusiaan. Setidak-tidaknya ia dilakukan dengan
membangkitkan emosi rakyat dengan propaganda simbol dan mitos. Fasisme
percaya bahwa manusia bukanlah mahluk rasional dan tidak mampu menjalankan
kode-kode moralitas untuk kebaikan dirinya sendiri.

Keadaan di Indonesia, jika di analisis dari buku Fasisme ini, bisa menjadi
ladang subur fasisme. Kenapa? Sebab, seperti latar belakang munculnya
fasisme, di Indonesia Krisis ekonomi  yang berujung pada kemiskinan sedang
melanda dengan hebat dan belum ketahuan kapan bisa diatasi.
Disamping itu, nasionalisme sedang ditumbuhkan akibat porak-porandanya
perbedaan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) yang kian meruncing
walaupun diakui pula yang terakhir tidak menjadi variabel dependen. Perilaku
kekerasn juga sedang didukung oleh militerisme (sipil). Perilaku terorisme
sedang berlaku dimana-mana.

Maka, para pemimpin wajib membaca buku ini, agar perilaku fasisme yang nyata
mengsengsarakan rakyat tidak diaplikasikan.

Mansour fakih dalam pengantarnya kehadiran buku ini menyetop paling tidak
menahan laju perkembangan Fasisme, dimasyarakat, dirumah tangga dan
kehidupan berbangsa dan bernegara, karena semakin banyak anggota masyarakat
yang memiliki kesadaran kritis yang dengan sendirinya membunuh faham fasisme
di tengah masyarakat".....

MMA




>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke