http://www.detik.com/peristiwa/2000/11/15/20001115-211249.shtml

Amien Rais:
Jika Dulu Mau, Saya Jadi Presiden
Reporter: Khairul Ikhwan
detikcom - Medan, Mengikuti jejak Megawati, Amien Rais pun menyatakan, jika
dirinya mau, maka dulu dia sudah menjadi presiden. Saat itu, kata dia,
detik-detik menjelang pemilihan presiden ada rapat di rumah Habibie. Di
rapat itu, dia diminta jadi calon presiden.

"Ini true story. Kalau saya mau jadi presiden, sudah jadi presiden. Karena
sebelum pemilihan di MPR, ada rapat di rumah Habibie. Di situ kumpul TNI.
Wiranto, Widodo, dengan lengkapnya. Seluruh Golkar, Akbar Tandjung,
Ginandjar, juga Iramasuka, dari Marwah Daud sampai Baramuli," kata Amien
saat berdialog dengan 200 mahasiswa di Masjid Baiturrahman, Jl Dr Hamzah
Medan, Rabu (15/11/2000).

"Kemudian PPP lengkap. Ada Hamzah Haz, Ali Marwan, dan lain-lain. PBB
lengkap, ada Yusril dan Ka'ban. Partai Keadilan lengkap, ada Nurmahmudi
Ismail. Dan PAN juga lengkap," lanjut dia.

Saat itu, lanjut Amien, dirinya ditunggu-tunggu para tokoh itu di rumah
Habibie sejak pukul 23.00 WIB. "Saya datang pukul 03.30 WIB dini hari. Waktu
itu Pak Habibie menunggu sejak pukul 23.00 WIB. Pak Habibie mengatakan: Kami
menunggu Anda. Kami semua sekarang agak kebingungan. Kami sepakat Anda besok
maju sebagai calon presiden. Saya diam," cerita Amien.

Dukungan selanjutnya, lanjut Amien, datang dari Wiranto. "Kemudian Pak
Wiranto mendekati saya. Pundak saya dipegang. Dan Wiranto bilang begini: Mas
Amien maju saja. Insya Allah ABRI mendukung Anda. Sudah, selesai Mas Amien.
Bismillah ABRI mendung Anda," ujar Amien yang saat itu memakai jaket putih.

Lantas, atas penunjukan dirinya itu, dia bergerak cepat. "Otak saya ini
komputer saya ini (sambil menunjuk kepala) bergerak cepat. ABRI tambah
Golkar, tambah PPP, dan lain-lain. Sebetulnya kalau saya ambil, saya bisa
presiden. Bukan Gus Dur. Tapi, saya punya kode etik. Saya baru 9 hari
disumpah jadi Ketua MPR sampai 5 tahun. Kalau saya kemudian belok di
tikungan, ya.. memang Amien Rais itu oportunis ," ungkap Ketua Umum DPP PAN
ini.

Saat itu, lanjut dia, sebagai Ketua MPR dirinya menegaskan, bahwa calon
presiden dari Poros Tengah tetap Gus Dur. "Kalau saya hapuskan dan saya maju
sendiri nanti hubungan umat di bawah juga tak enak," kata dia.

Mengenai gagalnya Habibie dalam pemilihan presiden, kata Amien, itu karena
Habibie dinilai sebagai muridnya Soeharto. "Pak Habibie itu sahabat dekat
saya. Sebelum pemilihan, saya ketemu Pak Habibie. Saya tanya dia: Pak
Habibie, Anda kira-kira bisa survive nggak sih? Saya tahu Pak Habibie
orangnya jujur, sederhana, bahkan setiap bulan khatam Al-Quran 3 kali. Itu
berarti kan kuat secara spiritual. Habibie ditolak itu, sebab ada
kesimpulan, bahwa Habibie itu kadernya Pak Harto," kata dia.

Lantas, mengapa dirinya menggalang Poros Tengah? "Saya tak ingin bangsa ini
pecah. Waktu itu pendukung Megawati sudah jap jempol darah. Sementara di
kubu Habibie teman-teman dari Sulawesi sudah mengancam bakal ngirim 60 kapal
ke Jakarta. Kalau Habibie sampai kalah, Jakarta habis. Jadi ya sudahlah,
kita cari tokoh pemersatu, tokoh rekonsiliasi dan kemajemukan dan lain-lain.
Ketemunya Gus Dur," ungkapnya.

Saat itu dirinya menanyakan kepada Gus Dur tentang kesehatan mata dan
fisiknya untuk menjadi presiden. "Gus Anda bisa saja maju ke perlombaan
presiden. Tapi, saya mau tanya. Ini mata Anda, fisik Anda bagaimana. Itu
saksinya Pak Fuad Bawazier," kata dia.

Lantas, kata Amien, Gus Dur pun menjawab. "Mas Amien saya pulang dari
Amerika September nanti. Pasti 70 % pulih. Walaupun belum bisa baca, tapi
saya bisa lihat. Nanti, pelan-pelan 100% pulih," kata Gus Dur saat itu
seperti ditirukan Amien.

Saat itu, lanjut Amien, dirinya mengingatkan, supaya Gus Dur memakai kata
"Insya Allah". "Gus pakai Insya Allah. Tapi, jawab Gus Dur: Nggak usah pakai
Insya Allah. Ini pasti, kok. Tapi, tak tahunya, setelah itu, kesehatan mata
Gus Dur makin redup," akunya. (asy)




>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke