Buat Pak Mashuri, dari Kompas. 

Dimanakah peranan pers ?

---------------------------------------
>Kamis, 16 November 2000

Bahasa Elite Politik dan Media Massa Ikut Memicu Budaya Kekerasan

  
Arb
Bachtiar Aly  
  
Danu
Eros Jarot  
Jakarta, Kompas
Penggunaan bahasa Indonesia oleh para elite politik dan media massa yang keras dan 
tidak santun,
diyakini menjadi penyebab masyarakat menganut budaya kekerasan. Hal itu bisa dipahami, 
karena
dinamika bahasa sangat bergantung pada kamando bahasa yang dipegang elite politik dan 
media
massa.Demikian dikatakan pakar komunikasi Dr Bachtiar Aly dari FISIP UI dan tokoh 
Poros Indonesia
Eros Djarot pada salah satu sesi seminar tentang Paradigma Baru Politik Bahasa dan 
Budaya
Nasional, di Universitas HAMKA Jakarta, Rabu (15/11).
Menurut Bachtiar Aly, saat ini kedua pemegang komando berbahasa (elite politik dan 
media
massa-Red) tersebut tidak membuat masyarakat menjadi lebih santun dan cendekia. 
"Seharusnya ada
teladan dari para elite politik untuk tidak menggunakan bahasa yang keras," kata 
Bachtiar Aly. 
Bahasa yang keras dari para pemimpin akan diikuti rakyat. Bahkan, tambahnya, 
penggunaan bahasa
Indonesia di kalangan elite politik saat ini sudah mencapai tingkat yang sangat 
vulgar. Bachtiar
mencontohkan, beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pun sudah terbiasa 
membentak saat
berkata, "Interupsi!"
Dia juga menunjukkan contoh kasus bagaimana beberapa media massa ikut memberi contoh 
buruk dengan
menggunakan bahasa yang tidak santun. Bachtiar memberi contoh headline sebuah surat 
kabar yang
berbunyi, "Tommy... Disodomi".
Senada dengan Bachtiar, tokoh Poros Indonesia Eros Djarot yang sehari-hari adalah 
pengelola
tabloid Detak menuding para elite politik sebagai penyebab meningkatnya kekerasan di 
masyarakat,
di samping adanya warisan luka dari Orde Baru. Menurut Eros, pada awalnya kekerasan 
tersebut
adalah hasil desain politik Orde Baru. Saat ini, kekerasan menjadi pengekspresian 
tingkat frustasi
masyarakat setelah menemui jalan buntu. Kekerasan ini semakin meningkat saat rakyat 
melihat para
elite tidak mampu mewujudkan konsensus yang dapat mengikutsertakan rakyat. "Masyarakat 
terus
dihadapkan pada ketidakpastian," kata ujarnya. 
Kesenjangan komunikasi yang terjadi saat ini, tambah Eros, juga terjadi karena para 
elite tidak
menyadari siapa dirinya. Para elite tersebut tidak melihat bahwa tindakan dan 
perkataan mereka
menjadi sorotan rakyat banyak. "Jadi mereka ngomong asal-asalan," kata Eros.

Bahasa hati nurani
Menurut Bachtiar, bentuk bahasa Indonesia yang dibutuhkan saat ini adalah bahasa yang 
lugas, tanpa
basa-basi, namun mampu mengekspresikan hati nurani manusia. Untuk itu, perlu perubahan 
radikal.
Penggunaan bahasa yang penuh basa-basi seperti pada Orde Baru kini telah berubah ke 
penggunaan
bahasa yang carut-marut.
Pencarian format penggunaan bahasa Indonesia tersebut seharusnya dilakukan oleh Pusat 
Bahasa.
"Jadi Pusat Bahasa tidak sekadar menyatakan yang ini boleh dan yang itu enggak boleh," 
kata
Bachtiar.
Eros Djarot bahkan mengemukakan langkah yang menurutnya sendiri ekstrem, yaitu 
mengembalikan
bahasa itu total kepada masyarakat. Eros mengatakan, berdasarkan pengalaman 
pribadinya, warga yang
ditemuinya di Pasar Senen dapat mengemukakan pemikirannya dengan baik menggunakan 
bahasa mereka.
"Tidak kalah dengan anggota dewan," kata Eros. 
Pada sesi sebelumnya, pakar bahasa Prof Dr Amran Halim dan penyair Hamid Jabbar juga 
tampil
sebagai pembicara. Tema sesi ini adalah "Paradigma Baru Politik Bahasa dan Budaya 
Nasional". Amran
Halim menyoroti paradigma baru bahasa nasional, di mana peran bahasa daerah bertambah 
karena
adanya otonomisasi. Demikian pula dengan bahasa Inggris yang semakin diperlukan dalam 
menghadapi
era globalisasi. 
Sementara Hamid Jabbar mempermasalahkan pandangan yang tidak menjadikan manusia 
sebagai titik
sentral. Menurutnya, selama ini rakyat hanya dibebani oleh kewajiban-kewajiban kepada 
penguasa.
(p05) 

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! Calendar - Get organized for the holidays!
http://calendar.yahoo.com/

>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke