http://www.detik.com/pembaca/2000/11/15/20001115-204436.shtml
'Malu Politik' Amien Memalukan
Penulis: Syamsir Alam dan Alexander Lumbantobing *

detikcom -
Berita detikcom berjudul AS Dilanda Malu Politik, seperti yang diungkapkan
oleh Amien Rais, mencapat komentar dari beberapa orang. Pernyataan Amien
dinilai tidak tepat. Berikut komentar e-mail yang ditujukan ke redaksi.

Komentar pertama dari Syamsir Alam

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Saya sedikit terganggu atas komentar Amin Rais terhadap penghitungan ulang
'recounting" atas kartu suara (ballot) yang terjadi di Sate Florida sekarang
ini.

Dalam tulisan tersebut dikatakan bahwa penghitungan ulang itu dilakukan
disebabkan oleh adanya permasalahan pada kartu suara yang digunakan di
County Palm Beach, Florida.

Yang benar adalah penghitungan ulang itu dilakukan akibat selisih suara yang
begitu kecil antara kedua kendidat sehingga berdasarkan peraturan
perundangan di State Florida perlu dilakukan penghitungan ulang. Dalam
pertarungan kursi kepresidenan di AS kali ini terjadi sangat ketat atau
sering disebut "close race" sehingga kejadian semacam di Florida seharusnya
sudah bisa diduga sebelumnya.

Sedangkan permasalahan kartu suara yang membingungkan yang di gugat oleh
warga Palm Beach itu adalah masalah lain yang terpisah dari isu
penghitungan ulang tersebut. Semoga bermanfaat.

Wassalam,

Syamsir Alam
308 N. Neville Apt. 1
Pittsburgh, PA 15213

lll

Surat Kedua dari Alexander Lumbantobing


Setelah membaca berita sehubungan dengan komentar Amien Rais mengenai proses
pemilihan umum di AS, saya semakin malu mempunyai Ketua MPR yang memiliki
pemikiran yang sangat dangkal.

Dalam laporan detikcom dari acara pelantikan DPW PAN Sumatera Utara di Medan
hari Selasa (14/11/2000), Ketua MPR RI Amien Rais menyatakan Amerika Serikat
(AS) sekarang tengah mendapat malu politik, karena - menurut Amien Rais -
pengulangan perhitungan suara pemilihan Presiden George W Bush dan Al Gore
di Florida yang dilakukan secara manual merupakan aib yang sangat memalukan
bagi AS sebagai negara modern.

Menurut Amien Rais lagi:"...Negara super power yang dahsyat dalam
telekomunikasi dan informasi menghitung suara di Florida pakai tangan
kembali...AS yang menyatakan komputer dibuat untuk memudahkan perhitungan
dan menghindari kesalahan manual, sekarang karena sedang bingung, mereka
dibalik mundur kembali ke zaman kerajinan tangan..."

Dari berita yang saya dengar, perhitungan manual dengan tangan untuk dua
calon Presiden AS ini memberi hasil yang hampir serupa dengan perhitungan
dengan komputer. Artinya, proses penghitungan baik dengan komputer maupun
dengan tangan menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda. Ini justru
menunjukkan bahwa komputerisasi pemilihan umum di AS memang memberi hasil
yang akurat.

Yang menjadi masalah adalah tipisnya perbedaan jumlah suara di antara dua
calon Presiden AS dan hal ini dibuktikan baik melalui perhitungan komputer
DAN perhitungan manual. Jadi, ini bukan masalah cara perhitungan - memakai
komputer atau tidak memakai komputer.

Seharusnya kita juga bisa mengambil pelajaran bahwa negara dengan sektor
telekomunikasi dan informasi yang sedemikian maju seperti AS ternyata tetap
mau rendah hati untuk memakai cara "kerajinan tangan" untuk membuktikan
kebenaran, bukan justru main kayu, mengerahkan massa yang brutal ke jalan,
atau melemparkan komentar-komentar murahan seperti di Indonesia.

Sebaiknya Amien Rais berhati-hati memberi komentar. Saya tidak ambil pusing
dengan berbagai gelar akademik Amien Rais, jika untuk membedakan inti
persoalan seperti ini saja Amien Rais sudah keblinger.

Dari saya
Alexander Lumbantobing


*




>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke