Hebat!

Selamat menebar benih kebaikan dan kebajikan Kitaro San.

��


----- Original Message ----- 
From: Fukuoka Kitaro <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, December 21, 2000 4:46 PM
Subject: [Kuli Tinta] Fw: [padhepokan-nusantara] Alang-alang


----- Original Message -----
From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, December 21, 2000 9:31 AM
Subject: Re: [padhepokan-nusantara] Alang-alang



Apakah demikian juga cara mengatasi kemungkaran
yang sering kita dengar? Kemungkaran dihilangkan
dengan cara mungkar, apakah terselesaikan?
Cukupkah membasmi kemaksiatan dengan berbuat yang
mengesampingkan sifat kasih? Membasmi tikus
apakah cukup dengan mengobrak-abrik sarangnya?

       Fukuoka Kitaro

================================================================
=

     Chodjim: Ada kesalahan pokok pada umat Islam, yaitu tidak
bisa
     membedakan antara mencegah perbuatan keji dan mungkar
dengan
     memerangi perbuatan keji dan mungkar.

     Mencegah adalah jelas, yaitu membuat diri kita ini untuk
tidak
     berbuat keji dan mungkar. Perbuatan keji adalah perbuatan
yang
     memalukan, yang tidak ada manfaatnya, berbuat tidak
senonoh, perbuatan
     yang menjijikkan. Sedangkan perbuatan mungkar adalah
perbuatan atau
     tindakan yang ditolak oleh masyarakat yang mempunyai akal
sehat.
     Cirinya kemungkaran adalah merugikan kehidupan pribadi
maupun masya-
     rakat sekelilingnya.

     Yang diperintah Islam adalah "mencegah" melalui
diri-sendiri,
     seperti yang ada pada QS 29:45, bahwa salah satu tujuan
shalat
     adalah mencegah perbuatan fakhsya' (keji) dan mungkar.
Sedangkan
     di dalam Hadis, bila kita melihat kemungkaran maka kita
harus mampu
     mengubah dengan tangan, lisan, dan doa (selemah-lemah
iman). Jadi,
     kemungkaran harus diubah, bukan diperangi. Memerangi
kemungkaran sama
     dengan menciptakan kemungkaran baru.

     Mengubah kemungkaran berarti bekerja keras untuk
menciptakan suasana
     yang kondusif bagi perbuatan bajik, dan membuat lahan
steril bagi
     kemungkaran dan kemaksiatan. Dalam pertanian, kita lakukan
disinfektan
     pada lahan-lahan yang menjadi sarang bakteri dan jamur
penyebab
     penyakit. Maka, mengubah kemungkaran artinya upaya
melakukan disinfek-
     tan bagi perbuatan mungkar dan maksiat. CARANYA: menyemai
pendidikan
     yang benar, menanam budipekerti, membangun perekonomian
yang tangguh,
     dan menegakkan keadilan dalam hidup bersama ini. Kalau ini
yang
     dilakukan maka penyakit yang berupa kemungkaran dan
kemaksiatan itu
     akan lenyap dengan sendirinya.

     chodjim


-------------------------- eGroups
Sponsor -------------------------~-~>
Big News - eGroups is becoming Yahoo! Groups
Click here for more details:
http://click.egroups.com/1/10801/1/_/_/_/977371491/
----------------------------------------------------------------
-----_->

Namun manakala Anda merasa tak berkenan kirimlah e-mail ke
alamat berikut:

[EMAIL PROTECTED]







................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com 

















................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com















Kirim email ke