Di beberapa mailing list selalu hangat pemicaraan hukum
peringatan Natal. Lebih seru lagi saat ini, ketika dua hari
raya ummat beragama (Natal dan Idul Fithri) berendeng
hari.Biarlah semua berjalan dengan wajar tanpa rekayasa,
kata Sdr. Chodjim.
Sementara di tayangan TV-TV bahkan TV pemerintah,
seolah menjadi seragam, dalam rangka menyambut
bulan penuh hikmah, bulan kemenangan dan sebagainya.
Dan kenyataan bahwa kebetulan pada bulan Ramadhan
ini pun salah satu hari dan tanggalnya adalah juga hari
dalam hitungan kalender solar, menjadi hari besar
dari umat Kristiani. Apakah tidak mungkin skenario
Yang Maha Kuasa menurunkan Malam Kemenangan
(Qadar) yang dipercaya memiliki kebaikan melebihi
amalan seribu bulan itu justru jatuh pada Malam Kudus
yang dipercaya sebagai Malam Natal Yesus? Dengan
menilik bahwa penggal 10 hari terakhirlah yang diutamakan
dan diharapkan turunnya Malam Qadar.
Ah, entahlah. Yang jelas aku tadi mengikuti Hikmah
Ramadhan dari METROTV oleh Cak Nur. Al-mukarom
ini menyimpulkan bahwa kesadaran akan perbedaan
yang dilandasi dengan saling menerima, menghormati
dan menghargai sesamanya akan menciptakan kekuatan
padu dari suatu sistem pluralisme. Beliau menyebutnya
sebagai HIBRIDA, gabungan genetis, gabungan substansi
tak hanya fisik bila memakai disiplin genetika dan breeding.
Cak Nur mengangak bangunan Masjid sebagai bentuk
hibrida arsitektur dari dunia mediterania hingga Persia.
Kubah Mesjid tak lain arsitektur Yunani Kuna yang
dikembangkan oleh kekaisaran Romawi yang terwujud
pada Gereja Hilgardia Sophia (sebelum di duduki oleh
Sultan Mehmed Sang Penakluk) yang akhirnya mendasari
bentuk masjid-masdjid wilayah Othoman. Mihrab dari
masdjid adalah adopsi dari arsitektur gereja-gereja Bizantium
yang merupakan ruang altar. Menara masjid berasal dari
budaya Persia yang Majusi, pemuja api. Menara katanya
berasal dari kata Ma'nara, tempat api pada tempat peribadatan
Majusi. Setalah digunakan untuk tempat azan, konon namanya
menjadi Ma'azin. Sayang di Indonesia, menara tetap menara
yang bermakna "tempat persemayaman api", pujaan orang
Majusi.
Lantas bagaimana aqidah yang murni? kalau dulu di waktu
jayanya Othoman, Sultan Mehmed merebut Gereja Hilgardia
Sophia gereja terbesar Konstantinopel untuk diubahnya menjadi
Masjid terbesar Kesultanan Othoman yang mengilhami seluruh
arsitektura masjid-masjid setelah itu?
Fukuoka Kitaro
----------------------
MOSOK NDHAK MAMPU?
................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com