Begitu SCTV memutus acara dialog khusus dengan GD, memeritakan pemboman di Gereja Kathedral dan Gereja-gereja lain, saya menunggu kelengkapan beritanya. Maklum, terbawa dengan kebiasaan TV-TV jepang 4 tahun yang lalu ketika pesawat garuda gagal terbang di Fukuoka. NHK sebagai TV pemerintah sepanjang hari menyiarkan berita itu tanpa putus dan diulang- ulang. berikutnya banyak stasiun TV swasta menunda acara guna ikut menyiarkan bencana itu berkali-kali. Saya kecewa dengan TVRI yang malah asyik menayang kan Charles Bronson. Stasiun TV swasta lebih sering menyiarkan walaupun dalam bentuk breaking news atau aktualita. Untung ada METROTV yang memang mengangkat dirinya sebagai TV-berita pertama di Indonesia. Terimakasih walau mutu beritanya terkesan terbata- bata dari para reporter-2 baru. Pagi hari tadi hanya sekilas diberitakan berkumpulnya tokoh-tokoh agama dan tokoh-2 lain. Mengutuk, menyayangkan dan lain sebagainya. Mungkin hanya Romo Muji yang tegas mengajak kita bersama untuk melawan aksi teror itu, dalam ujud kesatuan dan kepaduan siapa saja yang merasa sebagai unsur bangsa. Seandainya, TVRI terus-menerus memberitakan peristiwa NISTA itu, mungkin sekali ajakan melawan terorisme itu lebih bisa bergaung dan bersambut di seluruh negeri........ salam manis, geram dan jengkel... FK ---- ................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia............... Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com

Kirim email ke