----- Original Message -----
From: Brahmanta <[EMAIL PROTECTED]>
Melihat komposisi peta kekuatan oleh Ngarbi tersebut yaitu kelompok
kompromistis (40-50%), kelompok munafik(20-30%), dan kelompok reformis tulen
ternyata hanya 10% jadi bisa dimaklumi kenapa reformasi berjalan (dan
eker-ekeran!!) ditempat, dan menimbulkan pertanyaan selanjutnya yaitu
akankah perahu reformasi akan berlabuh dengan selamat? atau akankah
tenggelam oleh para perompak yang sedemikian kuatnya?.
Salam,
=======================
Saya melihat ada kemungkinan pemboman di malam Natal itu bisa menjadi momentum
kelahiran kembali renformasi. Melihat situasi terakhir ini, ada optimisme bahwa yang
separoh itu tidak malu-malu lagi. FID adalah sebuah embrio tinggal bagaimana yang 10%
bisa menjadi motor.
Hati-hati, selebaran dan provokasi adu domba mulai merebak baik lewat tulisan di
jalan, internet, maupun individu dan kelompok,
Tidak banyak diberitakan namun peran aparat keamanan, masyarakat, Banser, dan PDIP
cukup signifikan dalam meredam kerusuhan pada titik yang paling awal di beberapa
daerah termasuk Yogyakarta. Hormat dan belasungkawa untuk Banser yang menjadi korban
di Mojokerto dan Polisi di Pakan Baru. Semoga isolasi ini tidak kendor atau bahkan
terurai sehingga teroris dan dalangnya segera bisa diargumentasi dasarkan...
��
................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com