Menurut berita terakhir dua korban peledakan bom di Bandung telah menjadi tersangka pelaku pengeboman gereja dan diidentifisir sebagai mantan milisi Afganistan. Sebelumnya, Wakil Presiden sendiri dan beberapa petinggi (Jaksa Agung?) mengakui bahwa pemerintah menghadapi "tembok besar" dalam mengungkap misteri pengeboman. Kedua hal tersebut menjadi pertanyaan menggelitik dalam benak saya, benar inikah yang dianggap sebagai "tembok besar" itu? karena logika umum menganggap bahwa tembok besar adalah sesuatu yang demikian kuat sekali sehingga sulit untuk ditembus atau dibongkar. Atau akankah polisi kita masih terbiasa menyanyikan lagu lama jaman Orba yang seringkali akhirnya mengarahkan skenario ke kelompok radikal semacam ini? (ingat: pelaku pengeboman gedung BEJ, dimana terdapat anggota TNI yang dianggap sebagai kelompok GAM menjadi tertuduh, sampai sekarang belum ketahuan juntrungannya!) Atau seperti papatah "tak ada rotan akarpun jadi" tak bisa menjebol tembok mbedah gedhek pun jadi, asal selesai, asal masyarakat senang? Salam, BM. ................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia............... Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com
