Kita baru saja punya pahlawan baru, yang memberikan
sebagian perannya untuk sebuah Indonesia Baru. Dia
adalah Ahmad Taufik, 15, 'sekedar' penggembala sapi,
yang karena kaki sapinya tersangkut kawat, dan setelah
dirunutnya ia menemukan granat yang akan dipakai untuk
sabotase kereta api. Dan meski malam-malam pun, ia
lalu melaporkan temuannya tersebut kepada pihak
terkait, sehingga terselamatkanlah orang-orang yang
sama sekali tak berdosa, dan tak ada kaitan dengan
mereka yang dengan penuh dendam memasang granat
tersebut.

Terimakasih Taufik, terimalah simpati dan syukur
dariku untuk inisiatif Anda.

Namun, meski Taufik adalah pahlawan, dia sama sekali
bukan seorang Superman, atau tentara terlatih yang
siap menghadapi tantangan dan maut yang diarahkan
kepadanya. Taufik tetap seorang siswa kelas III SLTP,
yang jelas tak memiliki alat dan pagar cukup untuk
melindungi dirinya, manakala ancaman tertentu
benar-benar diarahkan kepadanya.

Kenapa ?

Ia telah menggagalkan sebuah skenario dari sebuah
kelompok yang punya niat untuk membuat negeri ini jadi
contoh sebuah negeri teror, dan untuk waktu yang cukup
lama kemudian, sebagai sebuah negeri yang layak
memperoleh kepercayaan. Tahu sendiri, kekuatan sebesar
apakah mereka ini, yang begitu yakin untuk
memberantakkan sebuah negeri sebesar Indonesia ini.
Dan, seberapa bengisnya kelompok yang berhasil
digagalkan ulahnya oleh si Taufik, si gembala sapi
ini.

Meski teror yang dilakukan ini cuma salah satu saja
dari sekian banyak rencana teror, baik yang sudah
terlaksana atau belum, kegagalannya, aku yakin, akan
membuat mereka gusar. Dan (jangan-jangan) akan
dijadikannya sebuah perhitungan balas dendam.

Ketenaran pemberitaan Taufik tak hanya mengantarkan
belia ini sebagai konsumsi tayangan pers di mana saja,
tetapi juga mengumpankan Taufik ke moncong kegiatan
balas dendam. Taufik begitu 'clear' terlihat di layar
kaca. Juga kedua orang tua, dan alamat di mana mereka
tinggal. Target sekelas Taufik jelas hanya sebuah
sasaran yang mudah digarap. Dan kekuatiran inilah
tiba-tiba yang terbersit di benakku, ketika
menyaksikan Taufik daloam frekuensi yang amat sering
ditayangkan di berbagai media tadi. Jangan-jangan....

Bagaimana pun, Taufik telah memberikan andilnya kepada
upaya mencapai Indonesia Damai, setidaknya kita tak
harus melihat tayangan tragedi kecelakaan kereta api,
serta derai tangis yang mengoyak hati, dan darah
bersimbah di mana-mana, sebuah tayangan yang seolah
sudah jadi menu keseharian kita. Kita tak cuma
terpuruk di soal ekonomi, namun juga kepada tingkat
kepercayaan kita kepada siapa saja di sekitar kita.

Dan secara tak sadar kita, karena begitu meluapnya
rasa bangga kita kepadanya, karena di tengah hilangnya
perasaan kebersamaan di negeri ini muncul sebuah
perhatian besar dari sosok anak kecil, telah
menempatkan yang bersangkutan pada sebuah sasaran
tembak yang sangat terbuka.

Melalui tulisan ini aku mengusulkan, kepada semua
pihak untuk memberikan jaminan perlindungan saksi
kepada Taufik serta keluarganya, yang tanpa
disadarinya telah menempatkan dirinya sebagai pahlawan
dan secara tak kita sadari pula telah membuatnya ia
menjadi sasaran empuk balas dendam. Kita telah
menjadikan Taufik sebagai sebuah contoh kepedulian
yang harus dimiliki oleh segenap warga bangsa. Namun
aku harap kita tak ingin menjadikan Taufik hanya untuk
menunjukkan bagaimana bengisnya kelompok teror dengan
menayangkan Taufik atau keluarganya yang bersimbah
darah yang berhasil melampiaskan dendam atas kegagalan
kelompok ini menciptakan sebuah teror.

Keluarga sederhana orang-tua Taufik, dan cita-cita
besar belia penggembala sapi ini, jelas memerlukan
semua hadiah dan pujian yang mereka terima untuk
menjalani kehidupan mereka. Namun mereka jelas tak
ingin menukar semua kekayaan dan pujian tersebut
dengan nyawa-nyawa mereka. Toh dengan menggembala sapi
selama ini orang tua Taufik pasti masih mampu membantu
anaknya menggapai cita-citanya. Tetapi tanpa nyawa
tersangkut di badan?

Apakah ini sudah kita pikirkan?

=====
Sugih durung karuwan, sombong didisikno...

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! Photos - Share your holiday photos online!
http://photos.yahoo.com/

................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com 















Kirim email ke