----- Original Message ----- From: <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Friday, January 12, 2001 9:53 AM Subject: [dunia Islam] PROTES KERAS atas Pemberitaan Konflik Maluku di DETIKCOM !!! > > > > ---------------------- Forwarded by Agung Primamorista/TPJ on 01/12/2001 09:51 > AM --------------------------- > > Agung Primamorista 01/12/2001 09:28 AM > (Embedded image moved to file: pic16778.pcx) > > To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] > cc: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], > [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], > [EMAIL PROTECTED] > > Subject: PROTES KERAS atas Pemberitaan Konflik Maluku di DETIKCOM !!! > > FYI > > > Al-Khawarizmi <[EMAIL PROTECTED]> on 01/11/2001 07:33:44 PM > > Berita Ambon VERSI KRISTEN terus Rambah DETIK.COM > > Rupanya detik.com masih terus "membandel" meski telah "di-taushiahi" oleh > sdr. Agung Primamorista, perihal penyusupan berita versi Kristen yang > dikomandoi oleh wartawan harian Siwalima, Izzac Tulalessy, akhir tahun lalu. > > Hingga hari ini redaksi detik.com masih terus menerima "laporan sepihak" > seputar konflik Maluku dari wartawan Kristen itu. Tanpa mau melaporkan kondisi > yang > terjadi sebenarnya. > > Apa yang dikatakan oleh sdr. Agung Primamorista adalah benar adanya. Bahwa > saat ini detik.com tengah "tak berdaya" menghadapi gempuran perang informasi > yang dilancarkan oleh Laskar Kristen cs yang selama ini selalu memutar > balikkan fakta perihal konflik Maluku. > > Coba saja simak laporan tentang "Pangdam Pattimura Akui Masih Ada Potensi > Rusuh di Maluku", yang dilaporkan Izzac bahwa kondisi wilayah Maluku, sejak > Natal, Idul Fitri, dan Tahun Baru sudah mulai tenang dan damai. (detik.com > 11/01) > > Padahal jika kita perhatikan kondisi Maluku sebenarnya, berdasarkan laporan > terakhir Team investigasi PKPU, LKBN ANTARA, Laskar Jihad, dan Al-Bunyan.net > di lokasi kejadian, kondisi Maluku cukup mencekam, setelah hari Raya. > > > > BERIKUT INI KRONOLOGIS Kerusuhan Maluku akhir Desember 2000 - Januari 2001 > > Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) Ternate melaporkan bahwa Jama'ah sholat Id > pada hari Raya di dua desa muslim Loloda Salube dan Dagasuli dikejutkan oleh > "patroli" puluhan perahu motor yang berlayar di sekitar kepulauan Loloda. > Melihat motor yang tak dikenal tersebut dengan gelagat yang mencurigakan > membuat jama"ah resah dan harus meninggalkan khotbah khotib, untuk mengecek > keberadaan mereka. > > Suasana tegang menyelimuti masyarakat muslim pada hari tersebut. Serta > merta masing-masing 1 perahu dari desa Dagasuli dan Salube dengan peralatan > seadanya disiapkan untuk menjaga kemungkinan buruk yang akan timbul. (PKPU > Ternate 7/01) > > Tanggal 31/12 reporter Al-Bunyan melaporkan terjadinya suara tembakan > senjata dari arah kelompok Kristen yang sasarannya mengarah ke wilayah > muslim di Talake dan Waihaong. Beberapa misil peluru tampak jelas menyala > malam itu nyasar di samping kantor KOMPAK.(Al-Bunyan.net 31/12). > > Al-Bunyan juga melaporkan bahwa sebelumnya orang-orang Kristen ingin > memancing pertikaian pada malam Natal, dengan melepaskan tembakan tampak > sengaja diarahkan ke sasaran muslim. Namun provikasi Kristen saat itu gagal. > > Pada tanggal 1/01 kerusuhan di Maluku kembali merenggut nyawa seorang > peronil Brigade Mobil (Brimob) Resimen I asal Bogor bernama Jhomson Angkat > dan mencederai seorang lainnya. dilaporkan bahwa kedua prajurit itu terkena > ledakan ranjau yang dipasang laskar Kristen, saat melakukan patroli di dekat > desa Suli. (Al-Bunyan 3/1, Suara Laskarjihad 5/1). > > Jum"at 5/1, warga Kristen Maluku menyerang desa Muslim di Air Salobar, > Nusaniwe, Kodya Ambon. Aksi penyerangan kristen tersebut terjadi sekitar > pukul 16.00 WIT. Dengan menggunakan puluhan senjata organik, kristen di desa > Gudang Arang menembaki warga muslim di desa Air Salobar (jarak sekitar 750 > meter). (Suara Laskar Jihad 6/01) > > Tanggal, 6/1 ANTARA melaporkan terjadinya sebuah ledakan bom rakitan di > kelurahan Santiong, Ternate Utara. Dilaporkan bahwa ledakan itu menyebabkan > sejumlah korban luka-luka, termasuk empat pengungsi wanita asal Ambon > (Maluku). Para korban dirawat di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum > (RSU) Ternate (Maluku Utara). > > Selain itu, tiga orang pengungsi mengalami luka berat, sedangkan laki-laki > di Lingkungan Tanah Mesjid Kelurahan Kalumpang juga dalam kondisi kritis, > akibat terkena pecahan bom rakitan yang dilemparkan oleh salah seorang warga > di Lingkungan Skep, Senin (1/1) sekitar pukul 17.00 Waktu Indonesia Timur > (WIT). (ANTARA 6/1/2001). > > Tanggal 6/1 Suara Laskar Jihad melaporkan bahwa setelah sukses > mendeklarasikan kembali kemerdekaan RMS (18/12) Forum Kedaulatan Maluku > (FKM) melakukan aksi penempelan poster bendera RMS di jalan-jalan dan di > rumah-rumah penduduk. > > Lokasi penempelan poster bendera sparatis mereka lakukan antara lain di, > Tugu Dolan kompleks Gereja Rohoboth, Batu Gantung, Depan rumah Agus > Wattimena (salah satu tokoh FKM) Kuda Mati, dan di tiang-tiang telepon di > daerah Tapal Kuda, semua di kecamatan Nusaniwe. Pemasangan poster bendera > RMS tersebut juga dilakukan diseluruh wilayah perkampungan kristen. > > Bendera tersebut memiliki empat warna, yaitu Biru, Putih, Hijau, dan Merah, > dengan dominasi warna merah. Bendera ini dibuat oleh Marthen Tetelepta > (Menteri Pengajaran RMS) dan dirancang oleh Dr. Christopel Robert Stephen > Soumokil (Menteri Luar Negeri Kabinet RMS 1950 dan Presiden II RMS sampai > tahun 1966). > > Menurut Laskar Jihad bukti-bukti yang menunjukkan bahwa Kristen RMS sedang > merencanakan sebuah makar untuk lepas dari negara Indonesia sebenarnya sudah > sangat banyak. (Suara Laskar Jihad 9/01) > > Jika kita perhatikan kronologis konflik Maluku di atas kita dapat menggugat > pemberitaan detik.com yang "mengutip" ucapan Pangdam Pattimura bahwa > kondisi wilayah Maluku, khususnya di Ambon dan sekitarnya sejak Natal, Idul > Fitri, dan Tahun Baru sudah mulai tenang dan damai. > > Apakah detik.com memang sengaja menutup mata atas fakta yang terjadi di > Maluku saat ini dengan mempropagandakan berita palsu? Ataukah memang mereka > tidak memiliki wartawan yang meliput langsung di wilayah konflik, sehingga > dengan mudah saja mereka mempercayai cerita tentang Maluku yang sering > dikarang-karang oleh Izzac, sang wartawan Kristen ? > > Nampaknya, sebagai portal pelopor di Indonesia detik.com perlu segera mawas > diri agar jangan sampai terjebak dalam pemberitaan "sepihak" yang pada > hakikatnya sangatlah jauh dari kenyataan. > > Dan kepada para mujahid netters di PKPU, Al-Bunyan dan LJ saya menghimbau > agar segera membantu redaksi detik.com menyampaikan informasi yang benar > tentang konflik Maluku, agar mereka dapat menyajikan informasi yang > sebenarnya kepada pembaca. > > Wallahu"alam > Dr. Muhammad Al-Khawarizmi > Jakarta > > --------------------------------- > > Agung Primamorista wrote : > Assalaamu"alaikum > > WASPADALAH jika Anda baca berita seputar Maluku di detik.com, sebab berita > versi Kristen Mulai menyusup ke sana. > > Kini Izzac Tulalessy, wartawan harian Siwalima yang cukup produktif > melaporkan "pembantaian Kristen" Maluku di harian itu mulai unjuk gigi di > portal detik.com. > > Beberapa minggu terakhir Izzac, yang juga merupakan kontributor di > detik.com, kian gencar mempropargandakan berita Maluku versi Kristen, > setelah sebelumnya detik.com cukup sepi dari berita seputar Maluku beberapa > bulan lamanya. > > Sebut saja beberapa berita tentang aktivitas RMS yang diekspos detik > beberapa hari terakhir. Nampaknya kontributor detik.com ini mencoba > mengalihkan perhatian publik fakta pembantaian 135 pengungsi Muslim yang > belakangan banyak dilansir oleh kantor berita ANTARA, harian Republika, > Al-Bunyan, dan PKPU ternate. > > Simak saja berita detik.com seputar kerusuhan di Malra (Maluku Tenggara)hari > ini. Izzac melaporkan sekelompok nelayan Kristen yang diserang sekelompok > "tak dikenal" yang konteksnya sangat berbeda dengan pemberitaan di ANTARA > pada hari dan jam yang sama yang masih mengekspos berita seputar pembantaian > Muslim Loloda oleh pihak Kristen. Sungguh naif memang, berita yang banyak > menghebohkan banyak pihak malah sama sekali tidak diliput oleh Izzac dan > tidak diekspos sedikitpun oleh portal pelopor itu. (Lihat kedua berita di > bawah). > > Aneh memang. Setelah sekian lama absen memberitakan konflik Maluku, > tiba-tiba saja detik.com gencar mempropagandakan berita Maluku versi Kristen > ! Padahal sekitar awal Januari 2000, detik.com boleh dibilang merupakan > portal yang paling berani mengungkapkan fakta yang terjadi di Maluku. > > Nampaknya detik.com mulai tak berdaya menghadapi serangan informasi para > vandalis Kristen macam Izzac ini. Mungkin kita perlu memberikan bargaining > position terhadap informasi yang mereka kirimkan ke detik.com. > > Jangan sampai kita biarkan portal tercinta ini disusupi oleh para vandalis > semacam Izzac dkk ini. Mari kita berjihad ! > > Wallahua"lam > > Agung Primamorista > Moderator milis dunia Islam > > > Milis Informasi Dunia Islam > http://listen.to/dunia-islam.org > > To Post a message, send it to: [EMAIL PROTECTED] > To join, send a blank message to: [EMAIL PROTECTED] > > ................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia............... Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com
