SOLUSINYA BUKAN MASALAH KESALAHAN
GUS DUR. GUS DUR BUKAN HANYA MILIK
ORANG ISLAM DIA JUGA MILIK AGAMA LAIN
DI INDONESIA. JAWABANNYA ADALAH DENGAN
ADANYA KEJELASAN DARI UNSUR PRODUK
MAKANAN PADA KEMASANNYA. SEHINGGA
TIDAK PERLU LEMBAGA-LEMBAGA ENTAH MUI
atau PEMERINTAH. APABILA MEMANG PRODUK
yang DIPASARKAN MENGANDUNG UNSUR YANG
TIDAK SESUAI DENGAN YANG DIJELASKAN
LANGSUNG SAJA KE MASYARAKAT YANG DIKECEWAKAN MELAPOR PADA APARAT YANG
TERKAIT (TOH HUKUMNYA SUDAH DIBUAT).
HARUSNYA ANDA SENDIRI MERASA BERSUKUR
PADA JAMAN GUSDUR DIBUAT HUKUM TERHADAP
PERLINDUNGAN KONSUMEN. BAYANGKAN KENAPA
MUI TIDAK PERNAH MENUTUT SUHARTO PADA SAAT ITU. (ATI-ATI SAMA KAUM MUNAFIK).

Siapa yang tahu akan benar atau salahnya
tentang masalah perdebatan figih tersebut.
Kelompok yang mengaku MUI yang dulu paling
mendewa-dewakan SUHARTO. Atau GUSDUR
yang mantan KYAI NU.
Siapa yang tahu kalau itu cuma masalah rebutan Pasar.

Bagi saya sendiri ALLAH telah memberikan otak
dan (saya yakin) mayoritas rakyat menggunakan
otak dalam menganalisa hal ini (selain yang dibayar).

Bagi saya Sebuah Produk cukup dicantumkan kadar
atau unsur dalam meracik produk yang banyak di cantumkan tidak perlu MUI
(Kiayai) ikut-ikutan juga
dalam masalah hal ini. Serahkan kepada lembaga pengkajian Pemerintah dan
Rakyat. Selama ini yang terjadi Pengusaha dengan Uangnya dapat Menyogok cuma
dengan usaha  mencari lebel HALAL. Bukankah agama sudah menjadi sebuah LEBEL
belaka. Dan alat dari sebuah kaum yang mengaku paling beragama yaitu kaum
MUNAFIKIN.

ISLAM TURUN BUKAN UNTUK MENYULITKAN
UMATNYA. KARENA ISLAM TURUN BUKAN UNTUK
MENCARI-CARI KESULITAN.

Mungkin saja memang Haram. Tetapi anda harus lihat
juga kita bukan di negara arab yang semuanya beragama
Islam atau bukan di Roma. Tetapi di roma juga ada orang
ISlama-khan. Oleh itu orang islam yang punya bekal
otak pergunakan dan dapat membaca unsur yang ada
dalam kemasan yang akan di pasarkan, jika tidak kita
akan terjebak sendiri. Nah jika-pun AJINOMOTO mengandung lemak babi apakah
kita langsung
menutup pabriknya ya, tidak dong (itu bodoh dan blooan).
jangan dikonsumsi saja. Apakah semua produk BABI
yang ada di supermarket (yang jelas-jelas BABI) lalu
tidak boleh dipasarkan di Indonesia? Apalagi negara
Indonesia bukan negara agama masih ada saudara kita
yang lain yang punya hak dan wewenang yang sama.

Yang terpenting rakyat diberikan kejelasan. Dan tugas
MUI hanya mengingatkan bukan mengintruksikan Menutup dengan memakai beberapa
pengertian agama yang tidak bisa juga dipaksakan dialam yang serba prular
seperti Indonesia dan sebgaia masyarakat DUNIA. Untung pemerintah Jepang
(yang pandai itu) tidak menuntut balik kalau ngak kita yang rugi (apa anda
mampu untuk membayar?). DI timur Tengah yang sudah jelas-jelas negara Islam
sendiri di Supermarketnya juga memasarkan BABI untuk konsumsi pekerja dan
ahli asing disana malah beberapa restouran besar juga menyajikan makanan
tersebut. YANG TERPENTING ADA KEJELASAN dan SOLUSINYA ADALAH ADANYA
PERATURAN YANG LEBIH JELAS UNTUK MENCANTUMKAN SELURUH UNSUR PADA PRODUK
MAKANAN YANG AKAN DIPASARKAN. Jika hal ini dilakukan ngak perlu itu
MUI-MUI an ikut campur dalam masalah HARAM dan HALAL. Dan saya tahu anda
bukanlah orang-orang yang
bodoh yang sudah duduk dibangku SMA minimal dan
mengerti benar tentang kadar unsur pada makanan.
Seperti yang tercantum dalam susu. Anda pasti bukan
orang bodoh khan. Jikapun tidak ada kita punya mulut
dan tanyakan dan adukan jika produk itu tidak melampirkan
produk yang dipasarkan atau tidak usah dikonsumsi saja
jika tidak mau repot. Kok, pusing-pusing.

MYP


----- Original Message -----
From: Ahmad Sudirman <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 12 Januari 2001 3:10
Subject: [daris] SEKULARIS JEPUN PATUK SEKULARIS GUS DUR


http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Stockholm, 11 Januari 2001

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

SEKULARIS JEPUN PATUK SEKULARIS GUS DUR
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.


BEBERAPA SEKULARIS JEPUN YANG SAYA JUMPA DAN DENGAR

Beberapa bulan yang lalu utusan-utusan dari beberapa perusahaan besar
elektronik Jepang
datang untuk menghadiri dan melihat produk terbaru yang dihasilkan oleh
perusahaan
dimana saya bekerja yang produk itu belum pernah berhasil sukses dibuat oleh
Jepun
sampai detik ini.

Ketika mereka mendengarkan ceramah dan pejelasan dari salah seorang
instruktur mengenai
produk terbaru itu, semuanya pada duduk dan diam seribu bahasa. Setelah
hampir satu jam
instruktur berbicara dengan bahasa Ingris kemudian bertanya, apakah  ada
pertanyaan?
Mereka diam seribu bahasa. Instruktur bertanya kembali, apakah ada
pertanyaan? Mereka
diam seribu bahasa. Sehari kemudian istruktur bertemu dengan saya sambil ia
menggerutu:
"Saya benar-benar merasa terpukul dengan cara dan sikap orang-orang Jepun
itu". Saya
tersenyum, itulah mentalitas orang Jepun, bagaimana cara mereka menyadap,
mengeruk ilmu
yang nantinya untuk dipakai memukul balik serta memperoleh keuntungan dari
apa yang
telah dikeruknya itu.

SALAH SATU CONTOH SEKULARIS JEPUN MELAKUKAN BISNIS

Salah satu perusahaan besar Jepang meneken kontrak membeli produk baru itu
untuk
dipasang dalam produk mereka. Setelah berjalan beberapa lama, mulai terlihat
asli
Jepun-nya. Nilai tingkat kwalitas produk yang telah kami tetapkan dan telah
memuaskan
pelangan-pelangan lainnya ternyata tidak memuaskan pelangan dari Jepang ini
walaupun
sesuai dengan apa yang tertuang dalam kontrak. Mereka berusaha untuk menekan
dengan
melalui jalan memulangkan kembali sebagian produk yang dianggap tidak
memenuhi standar
ukuran mereka. Pada awalnya kami mengikuti cara permainan dan keinginan
mereka, tetapi
ternyata setelah usaha peningkatan kwalitas itu sudah diusahakan dan
mencapai puncaknya
masih juga belum memuaskan mereka. Akhirnya kami mengambil suatu sikap dan
ultimatum,
mau ambil produk kami atau silahkan cari produsen yang lain kalau memang
ada. Ternyata
sikap yang diambil ini melunakkan mereka dan ternyata akhirnya mereka mundur
beberapa
langkah karena mereka mengetahui bahwa apa yang distandarkan mereka itu
suatu hal yang
tidak mungkin diproduksi sampai detik ini dan mereka juga mengetahui belum
ada satupun
produsen lainnya yang mampu memproduksinya.

TETAPI SEKULARIS JEPUN DI NEGARA PANCASILA PATUK SEKULARIS GUS DUR

Ratusan juta konsumen di negara pancasila merupakan santapan empuk para
pengusaha
sekularis Jepun yang ber-bisnis. Salah satu kasus yang akhir-akhir ini
melangit adalah
kecongkakan dan kesombongan para pengusaha Jepun yang memproduksi bahan
makanan yang
disebut dengan MSG (Mono Sodium Glutamate) yang lebih dikenal dengan sebutan
ajinomoto
yang waktu memproduksi MSG ini melalui proses bioteknologi yang menggunakan
mikroba.
Dimana untuk menumbuhkan mikroba ini diperlukan media yang mengandung
nutrien dan
nutrien ini bercampur dengan mikroba dan produk yang dihasilkannya. Walaupun
terlebih
dahulu dalam proses akhir mikroba yang telah bercampur dengan media itu
dipisahkan,
dibersihkan dan dimurnikan sebelum menjadi produk MSG. Tetapi yang menjadi
persoalan
sekarang ini, media yang mengandung nutrien itu adalah mengandung porcine
(enzim dari
babi).

Kemudian Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa bahwa produk MSG
(Mono Sodium
Glutamate) adalah haram, karena dalam proses pembuatannya menggunakan
porcine (enzim
dari babi).

Sedangkan Gus Dur menghalalkannya karena menurut para akhli bahwa porcine
(enzim dari
babi) yang dipakai sebagai media dalam proses pertumbuhan mikroba akhirnya
bisa
dipisahkan, dibersihkan dan dimurnikan sebelum menjadi produk MSG.

Disini bisa terlihat bahwa MUI memang mendasarkan fatwanya kepada larangan
Allah SWT
bahwa babi itu haram (Al-Maaidah, 5: 3, Al-Baqarah, 2: 173, Al- An'aam, 6:
145, An-Nahl,
16: 115). Karena porcine (enzim dari babi) yang dipakai sebagai media dalam
proses
pertumbuhan mikroba itu adalah haram, maka hasil dari proses yang
dihasilkannya itu
(MSG) adalah juga haram.

Adapun Gus Dur yang sekularis ini mendasarkan kepada logika saja yaitu
karena porcine
(enzim dari babi) yang dipakai sebagai media dalam proses pertumbuhan
mikroba itu
akhirnya sebelum menjadi produk akhir (MSG) bisa dipisahkan, dibersihkan dan
dimurnikan,
maka MSG itu adalah bersih dan halal.

SEKARANG DIKEMBALIKAN KEPADA KAUM MUSLIMIN DAN HUKUM ALLAH SWT

Sekarang, kalau pihak pengusaha sekularis Jepun tidak merubah dan mengganti
porcine
(enzim dari babi) yang dipakai sebagai media dalam proses pertumbuhan
mikroba untuk
menghasilkan MSG ini, dan Gus Dur masih tetap ngotot dengan keputusannya
bahwa MSG itu
halal serta hukum pancasila tidak melarang dan tidak mengharamkan memakan
babi, maka
dengan serentak seluruh kaum muslimin yang tinggal di negara pancasila untuk
memboikot
tidak membeli ajinomoto. Karena menurut hukum Islam babi itu adalah haram
untuk dimakan
(Al-Maaidah, 5: 3, Al-Baqarah, 2: 173, Al- An'aam, 6: 145, An-Nahl, 16:
115), walaupun
hukum Islam ini tidak diakui oleh hukum pancasila di negara pancasila.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu
untuk membaca
tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam
dan Undang
Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP
http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon
petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]



Siapapun anda yang menginginkan tegaknya hukum syariat Islam, maka pada
hakekatnya anda adalah termasuk warga Negara Karunia Allah Negara Islam
Indonesia (NKA NII).
"Tegakkan Daulah, Usir Penjajah, Wujudkan Khilafah. Nantikan Darul Islam
Merdeka !!! Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar!'







................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com 















Kirim email ke