Mestinya tuh dari dulu2x mundur kalau memang sudah nggak cocok. Apa lagi yang di
gandholi? Biarin aja PAN dikuasai AM Fatwa cs - barangkali ntar sekalian mau merge
dengan PBB.
Kalau mau demi bangsa, yang nasionalis2x itu baiknya masuk pdip saja, biar jagoan2x
partai ini lebih berkualitas dan nggak gampang dibodohi lagi. Hanya pdip yang paling
punya potensi menang pemilu
lagi. Sekarang bagaimana caranya agar pemenang pemilu bisa berbuat yang terbaik untuk
bangsa? Perbaiki dulu partainya! Perbaiki sdm nya!
Kekecewaan thd melencengnya PAN dari jalur semula sah2x saja. Makanya kalau mau nitip
amanah lihat2x dulu orangnya!
-----Original Message-----
From: mBin [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
kalo ini demi kebaikan pan atawa ar ?
wassalam,
mBin
------
Kepada Yth:
Teman-teman Anggota Milis,
Teman-teman Media Massa,
Teman-teman NGO,
dan,
Teman-teman lainnya.
Setelah mempertimbangkan secara mendalam, dan menunggu waktu yang tepat,
saya :
Nama : INDRA J. PILIANG
Jabatan : Anggota Departemen Seni & Budaya
Badan Pengembangan Seni & Budaya
Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional
Dengan ini menyatakan MENGUNDURKAN DIRI dari jabatan saya tersebut. Adapun
alasan pengunduran diri saya adalah:
1. PAN, menurut saya, telah terkontaminasi oleh kepentingan politik jangka
pendek dengan mengabaikan konsistensi perjuangan dan komitmen awal,
sebagaimana tercantum dalam KAMPANYE, PLATFORM dan PROGRAM 100 HARI.
2. PAN, menurut saya, telah melakukan kerjasama politik dengan PARTAI GOLKAR
yang dulu dihujatnya, padahal PARTAI GOLKAR turut bertanggung-jawab --
paling tidak secara moral -- atas persoalan (sebagian besar) bangsa ini
karena menggenggam kekuasaan politik selama 30 tahun.
3. PAN, menurut saya, telah disusupi oleh kepentingan orang-orang mantan
petinggi Orde Baru, baik sipil maupun militer, yang tidak jelas
track-recordnya dalam pembangunan Indonesia.
4. PAN, menurut saya, telah melakukan upaya-upaya sistematis, terencana, dan
berdasarkan pertimbangan segelintir pimpinannya untuk keluar dari asas dan
prinsip partai yang pluralis, modernis, dan non sektarian.
Selain itu, saya merasa belum mengerjakan apa-apa sejak dilantik bulan April
2000 dan tidak mengenal sebagian besar dari 400 pengurus DPP PAN lainnya.
Program kerja PAN juga tidak jelas nasibnya, padahal setiap saat selalu
muncul pernyataan-pernyataan politik yang entah darimana mekanisme
pengambilan keputusannya.
Alasan-alasan lainnya bersifat off the record, karena menyangkut informasi
"rahasia dan dapur partai" yang memang tak boleh diketahui oleh umum,
sebagaimana sumpah saya ketika dilantik. Sebagian dari informasi itu telah
membuat saya makin mantap untuk keluar dari PAN, karena bertentangan dengan
idealisme, semangat muda, dan komitmen yang saya bangun terhadap politik dan
masa depan politik Indonesia.
Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.
Jakarta, 16 Januari 2001
Hormat Saya,
Indra J. Piliang
081.6.1945.342
939.1284 (F/T)
386.5535 ext. 403
=============================
>Selasa, 16 Januari 2001
Faisal Basri Keluar dari PAN
js
Faisal Basri Jakarta, Kompas
Pengamat ekonomi Faisal Basri mengungkapkan, dirinya berencana keluar dari
Partai Amanat Nasional (PAN). Tetapi pengumuman secara resmi pengunduran
dirinya dari partai yang dipimpin Ketua MPR Amien Rais itu baru akan
dilakukan beberapa hari mendatang, karena akan dilakukan bersama dengan
anggota PAN yang lain.
"Sebenarnya yang mau mundur itu saya bersama teman-teman. Namun, saya kan
harus menjawab pertanyaan. Saya sendiri sudah memutuskan untuk mundur,
walaupun belum secara resmi. No way, tak ada lagi yang bisa membujuk saya
untuk kembali kepada PAN," ujar Faisal hari Senin (15/1) kepada wartawan di
Jakarta.
Dalam dialog publik yang diadakan Indonesian Democracy Monitor (Indemo),
Senin, sejumlah peserta mempertanyakan keberadaan Faisal di PAN. Padahal,
pernyataan Faisal selama ini sering tak sejalan dengan kebijakan partai.
"Apa sekarang Anda berani menyatakan keluar dari PAN?" tanya Farid R Faqih
dari Government Watch (GOWA).
Awalnya, Faisal tampak enggan menjawab "gugatan" peserta dialog tersebut.
Tetapi karena terlalu banyak peserta yang mempertanyakan, dia pun
menegaskan, "Kami akan bersama-sama keluar dari PAN. Tetapi tunggu nanti
pengumumannya secara resmi."
Membohongi diri
Kepada wartawan, Faisal mengutarakan, sebenarnya dirinya enggan menjawab
pertanyaan sejumlah peserta dialog itu. "Namun, saya kan harus menjawab
pertanyaan itu. Saya sendiri sudah memutuskan. Tetapi itu pribadi, belum
resmi. Tak ada lagi yang bisa membujuk saya untuk kembali ke PAN," jelas
anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), yang juga Ketua PAN hasil
Kongres I di Yogyakarta.
Menurut mantan Sekjen PAN tersebut, dirinya keluar dari partai yang ikut
didirikannya itu, karena apa yang dilakukan PAN kini amat jauh dari apa yang
ingin diperjuangkan seperti pada saat pendirian. "Saya membohongi diri
sendiri kalau terus berada di PAN," tegasnya.
Kemundurannya dari PAN, lanjut Faisal, bukan karena tidak cocok dengan Amien
Rais atau pimpinan partai yang lain. Tetapi dirinya tak lagi cocok secara
keseluruhan dalam partai tersebut, dan bukan sebab ada persoalan dengan
orang per orang anggota PAN.
"Ya, barangkali saya juga menjadi gangguan buat PAN. Anda kan sudah
mengikuti apa yang saya lakukan sejak kongres serta statement saya. Ini
membuat saya mendapat dua surat peringatan dari partai, karena dituduh
macam-macam," urainya lagi.
Faisal menuturkan, setelah mengundurkan diri dari PAN, dirinya belum
berencana pindah ke partai lain maupun membentuk partai baru. Dia ingin
beristirahat sejenak dari kegiatan politik. (tra)
................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com