Kawan-kawan semua,
Suasana kelam berlarut-larut bertahun-tahun mau-tidak-mau mulai menggerogoti
hati kita. Banyak orang mulai merasa bosan pada apa saja. Bosan dan enggan
baca koran. Bosan nonton warta-berita. Bosan pada politik. Bosan pada
milis-milis, dan sebagainya. Saya pun terjangkit virus aneh tersebut. Entah
jenis yang mana. Varian "A" atau yang "D". Saya hampir tak punya energi
untuk berdebat. Bahkan untuk mengemukakan pendapat yang berbeda dengan orang
lain. Hati ini selalu bicara didalam : " Terserah anda, deh ! Terserah
selera anda saja ! Masa bodo, kita semua tidak punya daya apa-apa!". Saya
cuma mau hanyut saja disungai zaman....
Tapi entah setan atau malaikat yang jadi lantarannya, berita yang berikut
sampai juga pada saya. Saya pun nggak lagi tahu , harus ketawa atau nangis.
Harus sedih atawa sumpeg, apa malahan menganggapnya semacam lawakan
srimulat....
Ketika anggota Forum Indonesia Damai (FID) menghadap Presiden, Gus Dur
disamping bicara indikasi pelaku pemboman , dia juga ngegossip soal Wapres
yang sering bertengkar sama suaminya. ( Betul, nggak bung Manurung?! anda
barangkali hadir waktu itu ?). Katanya : "Kalau sudah bertengkar, seperti
kebun binatang ( Maksudanya mungkin caci-maki menyebut-nyebut binatang ).
Sebab Mas Taufik itu orangnya rakus. Semua tender maunya dia ambil,
setidaknya minta bagian untung.Bila Mega melarang, Taufik mencak-mencak.
Akhirnya terjadi pertengkaran.
Bila yang ditulis diatas itu benar, bayangkan "tingkat" presiden kita yang
katanya mulia itu. Betapa dobol mulutnya, menyangkut rekannya, wakilnya ,
seorang wanita terhormat yang dibongkar aibnya didepan orang ramai !
Mudah2an itu cuma gosip murahan saja, meskipun sumber saya bukan sembarangan
pula .
Menurut sumber saya pula, dalam urusan PDIP, pertengkaran yang demikian
sudah jamak sekali. Misalnya dalam pencalonan caleg, 1999 silam. Awalnya
Mega ingin memasukkan orang-orang yang telah banyak berjasa selama dia
berhadapan dengan orde baru. Salah satunya Eros Djarot- think tank utama
Mega sejak ia terpilih jadi ketua umum PDI. Waktu itu Mega ingin memasukkan
Djarot sebagai caleg untuk daerah pemilihan Blitar, Jawa Timur. Tapi Taufik
menolak tanpa alasan yang jelas. Didepan beberapa fungsionaris DPP, Mega
sedikit mendesak. Lalu terjadilah adu mulut. Mega tetap mendesak. Tetapi,
Taufik mendadak berdiri,lalu "Plak!" tamparan cukup keras mendarat
dipipinya. "Kalau kau nekat memasukkan dia ( Eros) aku keluar dari
Kebagusan! Kita cerai!" . Taufik lalu pergimeninggalkan Megadan beberapa
fungsionaris DPP lainnya. Mega hanya bisa menangis.
Inilah ironi Megawati. Sosok yang dielu-elukan dan dianggap titisan Bung
Karno oleh jutaan pendukung setianya. Dibalik itu dia ternyata adalah isteri
biasa yang tidak bisa lepas dari kendali suaminya.......
Bayangkan : "Plak!" , dan negeri ini kembali jadi giliran santapan dorna
baru..
Kawan-kawan, film apa sih yang lagi seru sore ini ?
Wassalam.
Abdullah Hasan.
................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com