mBien,
aku tadi denger keterangan WW di siaran FM (entah
mana) di super-kampret Ngesti Baranangsiang.
capet-capet terdengar WW meminta kepada para
redaktur mass media agar melatih lagi wartawan-2nya
dalam menterjemahkan pernyataan berbahasa inggris
hehehe..

lantas tadi di METROTV, jenderal sepuh HTN, tetap
akan mengajukan gugatan kepada GD yang telah
memfitnahnya terlibat BOMGATE. hehee, lantas
kalau nanti WW atau GD sendiri mengajukan berita
bahasa inggris itu apa tambah ndak lucu ya?
masak mantan jendral dan panglima disodori berita
berbahasa inggris gitu.. hehehe

kemudian di SCTV pak polisi (siapa tuh yang anda sebut)
merasa heran "kenapa jendral P sampai tahu ada
laporan kepolisian, padahal kan tertutup... heheheh

ah, pusing ah. wong ndagel kok di mana-mana ya?

salam damai mBien


FK-mBogor
------------------------
bersatu karna berbilang !
----- Original Message -----
From: "mBin" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, January 16, 2001 5:17 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] newsweek [was] Re: [Kuli Tinta] eling



di trijaya selasa pagi,
saleh saaf ngomong bahwa wartwan yang mengutip newsweek kurang
teliti,
aslinya dari newsweek seperti yang dikutip om aswat - lah,
yang bisa dipake,
yang juga dipake saleh saaf...

mBin
------

----- Original Message -----
From: idb <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, January 16, 2001 4:11 PM
Subject: RE: [Kuli Tinta] newsweek [was] Re: [Kuli Tinta] eling


Dari Detik.com saja :
---------------
Kadispen Polri Kaget Dengar Gus Dur Sebut Prabowo
Reporter: Teguh B. Santoso
detikcom - Jakarta, Pernyataan Gus Dur yang menyebutkan 2 nama
mantan
jenderal yakni Prabowo Subianto dan R. Hartono punya kaitan
dengan bom malam
Natal memang heboh. Bahkan polisi, institusi yang
disebut Gus Dur sebagai sumbernya terperangah. Kadispen Polri
yang dihubungi
kaget.
Ketika dihubungi oleh detikcom, Senin (15/1/2001), Kadispen
Polri Brigjen
Saleh Saaf terdengar kaget. �Waduh,�Eucapnya dengan nada lirih.
Sesaat
kemudian, tak ada suara.
Selanjutnya, jenderal berbintang satu ini mengatakan dirinya
belum siap
memberikan tanggapan karena belum membaca Newsweek yang menjadi
sumber
berita. Ia berjanji akan memberikan komentar nanti,
setelah membaca isi wawancara tersebut.
Untuk diketahui, pernyataan Gus Dur soal keterkaitan kedua
jenderal tersebut
berdasarkan pada laporan pihak kepolisian yang sampai ke telinga
Gus Dur.
"Saya telah dihubungi oleh Prabowo. Ia sangat kesal namanya ada
dalam
laporan pihak kepolisian. Laporan polisi juga menyebutkan nama
mantan KSAD
R. Hartono. Saat ini polisi terus melakukan investigasi
dan jika menemukan bukti-bukti lebih lanjut, polisi akan menahan
siapa saja
yang terlibat," kata Gus Dur seperti ditulis Newsweek.(tbs)
---------------

Sudah ada klarifikasi dari WW bahwa GD tidak menuduh. Memang
tidak menuduh.
Tapi menyebut nama. Mestinya GD nggak perlu ngomong dulu perihal
adanya
prabowo dan hartono dalam laporan pihak kepolisian.
Biarin aja polisi yang ngomong - yang tentunya kalau sudah
jelas2x ada bukti
dlsb. Kalau begini kan heboh. Kalau kita2x sih di kantor
bercandanya : Ya
itu biar kedua jendral tsb merasa terdesak trus
ngasih tau siapa sebenarnya yang punya kaitan. Itu kan hebat
hebatnya GD.

Soal AR makin telanjang, kembali ke khitah, dlsb, ya biarin saja
.... atau
itu sudah  bikin negara tambah kacau ?




     -----Original Message-----
     From: eg [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]

     ----- Original Message -----
     From: idb <[EMAIL PROTECTED]>
     Sama seperti GD yang barusan nyebut Prabowo dan Hartono
punya kaitan
dengan bom natal.
     Santai saja lah. Kalau pemimpin2x itu nggak juga pada
dewasa, ya kita
ajalah yang ngalah, mumpung masih waras...
     --------------

     Tolong Mas Idb ini di cross check kebenarannya. Saya
membaca di
berbagai berita cetak kok pesannya menjadi berbeda. Kenapa
ya.... Ini bukan
masalah pro GD membabibuta koq. ini masalah
     mencari kebenaran. Saya ada di sisi sampeyan koq Mas bahwa
nggak ada
point nya kita membela yang nggak bener. Namun kalau masalah AR
itu kayaknya
sih dia semakin telanjang..... kembali ke
     khitah .. itu kalau menurut beberapa kalangan di Yogya
lho...


     There have been allegations that some former generals may
have been
involved.

     I received a message from [former major general] Prabowo
[Suharto's
son-in-law and former head of Indonesia's Special Forces]. He
was very upset
that his name was mentioned in the police
     report. If that's so, he said, it  should be proven. The
police report
also mentioned the name of former Army chief-of-staff Gen. R.
Hartono. This
only means the police will investigate, and
     if they find proof they will detain anybody who's involved


................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini,
http://www.indokado.com


















................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini,
http://www.indokado.com


















................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com 















Kirim email ke