PENTINGNYA MEMUNCULKAN SEORANG
FIGUR ALTERNATIF.
Saya pikir mengapa kita tidak kembali saja
pada sistem ya..
rasa-rasanya tidak adil juga kalau kita semua
akhirnya sadar atau tidak sadar berkomunikasi
tidak lagi pakai argumentasi, atau terjebak
menjadi partisan yang semu.
Sistem kita membuat hampir semua orang
rakyat indonesia menjadi buta politik atau
paling tidak partisan politik buta.
Massanya tidak pernah dididik berargumentasi
dan menjalankan program-program partai. Yang
timbul kemudian cercaan dan hinaan phisik yang
sangat jauh dari kebutuhan dasar dari masyarakat.
Tampaknya yang muncul dukungan yang semu
sifatnya. Ketika kita bicara tentang Nasionalisme
semua orang (karena tidak berani berbeda)
mengatakan kita semua nasionalis. PAN, GOLKAR
PKB dan PDIP. Ketika ditanya tentang ISLAM
semua mengaku tentang Islam.
Semua akhirnya terjebak, rakyat yang tidak kritis
menjadi partisan yang salah arah. Tak ada program
yang diarahkan dari Strategi taktik partai tentang
program-program (selama pemilu) yang pernah
dijalankan partai peserta pemilu pada waktu itu.
Sehingga yang seharusnya dituntaskan-tidak dituntaskan
tetapi ketika terdesak massa yang digerakan.
Perbedaan yang sangat jelas pada sebuah partai
Tradisional yang sebenarnya sudah hidup puluhan tahun sejak orde baru
sekarang sedang dijalankan kembali.
Orang sudah lupa pada substansi perjuangan
REFORMASI. Saya pikir mengapa kita dan rakyat
bersama-sama sadar entah partai mana sampai
saat inipun saya tidak tahu mana diantara partai
yang ada di DPR yang benar-benar memperjuangkan
REFORMASI? Selain menjadikan kita sebagai
partisan semu dan terlibat pada pertikaian yang jauh
dari kepentingan rakyat.
Stetment FORDEM menunjukan betapa telah menyimpangnya perjalanan perjuangan
GUSDUR.
Sikap Opertunisnya menyebabkan gerakan OPOSISI
menjadi kehilangan kontrolnya. Sedangkan kekuatan
ORBA semakin kuat.
Oleh sebab itu selama tidak ada figur OPOSISI transisi
kekalahan telak akan ditimpakan terhadap perjuangan
Reformasi.
Oleh sebab itu siapakah tokoh Transisi yang akan
membackup golongan pro Reformasi (asli) ini.
Setelah Kabinet Gado-gado GUSDUR.
saya menawarkan sebagai orang yang tidak pernah
ikut pemilu; (saya membuka tawaran rekan-rekan
lainnya tentang tokoh tua dan muda yang dapat
menuntaskan negeri ini dari kehancuran).
1. MATORI ABDUL JALIL
Hal ini terlihat walau sudah difitnah PKI dan hampir
dibunuh ia tetap keras dan setiap kesempatan di
wawancari WARTAWAN tak lepas-lepas ia mengingat
kan rakyat akan munculnya bahaya ORBA. Mungkin
juga karena ia sadar bukan partai Mayoritas di DPR.
2. Rahmawati, Sukma, atau Guntur ?
Sulit jika melihat strategi partai mereka yang sampai saat
ini masih berbenah diri pada masalah interen partai.
Yang pada dasarnya jauh dari bentuk modernisasi.
Banyak dugaan bahwa masih banyak orang-orang ORBA
yang duduk didalam PDIP yang dulu juga mendapatkan
keuntungan pada saat orba. Megawati harus digantikan
dengan keluarga BUNG KARNO yang benar-benar
mengerti tentang ajaran BUNGKARNO seperti anak-anak
mereka yang sampai saat ini troma atas tindakan Megawati dan lebih FOKUS
PADA pendidikan Di Universita BUNG KARNONYA itu.
Dari Kalangan MUDA Partai :
1. Budiman Sudjadmiko
Orang ini diangap sebagian orang anak muda "gila" yang
satu-satunya sempat hidup dan berani menentang
atau Melawan MILITER. Sempat Ditangkap dan rekan-
rekannya sempat dipenjara, diculik dan dibunuh. Basis
mereka di kalangan Buruh, Tani, Kaum Miskin Kota dan
Mahasiswa.
2. Mantan Presiden Partai Keadilan.
Sebuah organisasi yang berbasisikan revolusi Iran pecahan dari oraganisasi
NII. Gerakan mereka mencoba
merubah gerakan Kiri Islam ini dengan kerangka reformis
yang lebih kental. Tak aneh selama bertahun-tahun di
bawah tanah dan terlibat perpecahan mampu masuk
menarik pemilih yang lumayan besar. Basis mereka di
Mushola Kampus, dan di mesjid-mesjid.
3. Hasan Basri, seorang ekonom moderat. Ditarik oleh
PAN dengan harapan dapat menyeret kalangan Reformis
muda. Peran keintelektualannya juga dapat diperhitungkan.
4, 5, 6, dibuka lowoongan dengan syarat;
anti ORBA; Anti Dwi fungsi ABRI; Pro Demokrasi
Pro ekonomi Kerakyatan; Dan berfisi Maju (progresif).
Belum lagi kalangan Muda dilapisan bawah yang mulai
melahirkan figur-figur baru seperti;
MAHASISWA;
LMND, FORKOT, FAMRED dll
BURUH
FNPBI, SBSI
TANI
STN
KAUM PROFESIONAL
Lewat serikat-serikat profesional dan organisasi profesional lainnya.
KAUM MISKIN KOTA, LSM, FID dll
Semua ini sedang mencari figur yang tegas dalam
membawa rel DEMOKRASI yang coba-coba dihancurkan
oleh pendukung orba dan para kafilah anti Demokrasi
tersebut.
Saya melihat tindakan yang begitu tepat diambil oleh
gerakan OPOSISI untuk tidak terpancing dalam kemelut
GUSDUR dan MPR/DPR. BRAVO OPOSISI.
Sekali Lagi Jangan HARAPKAN PADA DUET
MEGA dan GUSDUR. karena kedua orang ini sudah
masuk dalam perangkap ORBA. Mulai sekarang cari
figur baru.
MYP
NB:
Saya teringat wawancara tentang hari pahlawan
yang dilakukan SCTV terhadap SK. TRIMURTRI.
Pesan-pesannya cukup baik untuk kita ingat;
1. Jangan anti gerakan Masa atau demonstrasi
2. Bahwa perjuangan memakan waktu yang lama;
3. Bahwa perjuangan itu harus terdiri dari tiga lapisan;
ia mencontohkan;
bahwa Sukarno dan Hatta itu adalah orang yang kepalang
menjadi figur legal, tetapi juga harus dibutuhkan
figur transisi yaitu Syahrir dan fikur Ilegal. Maka itu
indonesia merdeka dan dapat mengerahkan massa ke
lapangan IKADA.
MYP
----- Original Message -----
From: BKC1214 Nopi Hidayat <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 17 Januari 2001 8:59
Subject: Re: [Kuli Tinta] eling
>
>
> Taraf berpransagka??, lalu bagaimana dengan kita sendiri
> yang hanya bisa menilai orang(AR)tidak secara objectif,...
> menilai lebih banyak bukan bersumber dari pengamatan sendiri
> dan juga langsung terhadap ybs namun hanya berdasarkan
> berita2 yang terkadang bisa benar & bisa juga salah!!!.
>
> Lalu menurut posting Anda, Anda juga mengakui bahwa banyak
> dari tindakan ybs malah memberikan keuntungan bagi kita semua
> dan bukan bagi dia pribadi!.
>
> -------
> FK:
> Kalau kelihatannya sih memang pembelaan-2
> itu cenderung mengambil yang sebaliknya, yi.
> akan memberikan keuntungan bagi kita semua.
> cuman kok lebih sering semua masih pada taraf
> berprasangka ya?
>
> salam,
> -------
>
> From: "Nopi Hidayat"
> Kita boleh Pro-AR jika itu benar/membela yg benar dan dirasakan
> tidak merugikan satu atau semua pihak malah sebaliknya memberikan
> keuntungan bagi kita semua namun kita juga bisa mengingatkan beliau jika
> beliau melakukan suatu kesalahan agar beliau bisa kembali ke jalan yang
> benar dan sepertinya hal inipun berlaku bukan hanya terhadap AR saja
> bisa ke GD, MW dll.
>
> Salam,
> -------------
>
> ..................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
> ................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com