Semoga saya yang salah sudah terburu "Suhudon" terlebih dahulu. Tetapi beberapa pemikiran dari Abdul Qadir Djailany (Tokoh PBB) tidak masuk tetapi di millis kuli tinta masuk. Saya dapat membaca isi posting rekan-rekan millis Indonesia Damai. Termasuk posting bung Daniel, apakah milis yang saya sebutkan sempat bung baca? Apa saya di "Black list" padahal saya belum pernah berdebat disana selain baru masuk. Atau memang kerja dari millis itu begitu lama? Anehnya jika saya salah alamat, otomatis posting yang saya kirim (jika salah alamat) harusnya balik, atau saya sedang dikerjain, tetapi saya tidak sakit hati, alias senang-senang saja, ha.. ha.. Myp. Bukankah Pertentangan itu Perlu? bukankah dari pertentangan itu kita dapat menemukan Persamaan? Terima kasih rekan-rekan kuli tinta semogga tetap eksis memperjuangkan demokrasi. NB: Atau karena permintaan ibu ini; ya; Waduh kalau urusan begini ditangapi millis apa tempat chating sih. Ibu kasih tahu bukanya pake outlock/eudura atau pakai propvider dari web. Nanti kalau suratnya udah masuk baru dibaca. dan bacanya jangan lupa telponya dimatiin, biar bisa merenung bu. ----- Original Message ----- From: Mai Da Rai <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: 21 Januari 2001 21:07 Subject: [indonesia_damai] damai itu ngirit > Bapak bapak ibu ibu mas mas > tolong kalo ngriplay di-del dulu buntutnya > kasihan kita yang di daerah, pulsa telp mahal euy... > Thanks. > > Nur > ----- Original Message ----- From: Daniel H.T. <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: 22 Januari 2001 0:34 Subject: Re: [Kuli Tinta] milis Indonesia damai kok tidak selektif? > Kalau saya tak salah. Milis Indonesia Damai juga tanpa moderator yg > melakukan seleksi. Soalnya begitu kita kirim posting langsung masuk. > > ----- Original Message ----- > From: �� <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[EMAIL PROTECTED]> > Sent: Sunday, January 21, 2001 9:28 AM > Subject: Re: [Kuli Tinta] milis Indonesia damai kok tidak selektif? > > > > Saya pikir, tidak banyak milis yang unmoderated seperti Kuli Tinta ini. > Saya merasa nyaman disini. Populasi membernya sudah terfilter secara alami. > > > > Jadi, kenapa tidak dituangkan disini saja Bung MYP. Saya banyak belajar > dari Bung. > > > > Kelemahan dari para netter seperti yang anda sebutkan tadi adalah > kecendrungan menggunakan kaca mata kuda. Kalau menurut kebiasaanya Kitaro > San (nama Kitaro mengingatkan koleksi CD harmonic saya yang gandrung dengan > musicnya) mereka tidak terbiasa berpikir secara sistimatik, analitik, dan > subastansial karena tidak berani mengumpulkan data sebanyak-banyaknya (pros > and cons) tanpa apriori untuk kemudian menarik kesimpulan berdasar > kecenderungan2 data tersebut. > > > > Tidak perlu frustasi kan? Jati diri manusia kan juga terlihat pada > kemampuannya untuk menerima kelebihan dan kekurangan orang lain. > > > > salam. > > > > ----- Original Message ----- > > From: My Populis <[EMAIL PROTECTED]> > > To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]> > > Sent: Sunday, January 21, 2001 12:36 AM > > Subject: [Kuli Tinta] milis Indonesia damai kok tidak selektif? > > > > > > SAYA CUKUP KESAL DENGAN CARA KERJA > > MILIS INDONESIA DAMAI DAN BUNG AGUS. > > > > Saya cukup kesal dan bingung dengan millis > > Indonesia damai. Saya mempunyai data > > selama saya mencari dan mengotak atik > > ribuan milis yang tersebar di dunia. > > > > Saya mengikuti beberapa milis (keluar-masuk walaupun belum pernah > dikeluarin.. mungkin akan.. ha.. ha..) > > Tetapi aku binggung dengan Bung Agus yang begitu subyetif > > menuduh orang tanpa argumentasi yang jelas. > > Tanpak benar sikap seperti ini yang sering saya lihat dari > > elit kita menuduh tanpa data. Seperti perkataan Bung Agus > > yang saya kutibka; > > > > Saya mengenal Pimpro; Saya mengenal orang itu? > > (orang dikasih data bukannya terima kasih, Bagaimana FID > > mau membongkar kasus jika semua kemungkinan tidak di > > pelajari. Ha.. Ha..) > > > > Dari puluhan data baik dari kubu Kanan, tengah dan Kiri. Ada > > baiknya saya sebarkan kepada seluruh pihak. Rupanya ada > > orang yang belum dapat melihat perbedaan (seperti bung agus) > > yang sudah kebakaran ketika saya postingkan beberapa > > millis dari kubu kanan (konserpatif) tepatnya dari millis NII. > > Saya pribadi belajar berbeda dengan mencoba mempelajari > > pemikiran orang baik yang kiri maupun yang kanan sekalipun. > > Sehingga seringkali saya tidak bisa ditebak. Dan itu keuntungan saya dari > > banyak belajar pemikiran orang. > > > > Tetapi anehnya beberapa data millis yang ingin saya lihat responya tidak > ditanggapi atau malah postingnya kena SENSOR. > > Padahal ada beberapa posting yang berhubungan dengan > > elit kekuasaan sepert Abdul Qadir Jailani dan lain-lain yang > > jelas-jelas mengkritisi pemerintahan Gusdur. Saya ingin melihat > > tanggapan juru bicara Presiden (kalaupun disana ada) tetapi yang > > ada sampai detik ini saya tidak menerima postik data yang saya > > poskan kemarin. Apakah begitu cara kerja moderator > > ataupun siapapun yang ingin menegakan Demokrasi dan Reformasi serta > memperjuangkan keadilan dan ketentraman di Indonesia? dari milis Indonesia > damai. > > > > Wassalam > > > > MYP > > (untuk mengetahui nama non millis saya harap > > kirim alamat e-mail kealamat saya) > > > > > > ................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia............... > Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI > Bergabung: [EMAIL PROTECTED] > Keluar: [EMAIL PROTECTED] > > ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com > > > > > > > > > > > > > > > ................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia............... Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com
