http://www.gatra.com/index2.php3?id=2001012302290660&rubrik=GI%20Hukum&tangg al=2001-01-23&mid=2 sang juru selamat umat Kristiani. Meski tuan rumah, Amir Suherman dan Teti, meminta agar rumahnya tak lagi dikerubungi, sampai akhir pekan lalu pagar rumah mereka masih dipelototi puluhan pasang mata. Kerumunan massa itu membuat antrean dan kemacetan lalu lintas hingga ke Jalan Kramat Raya. Para pedagang bermunculan. Penjual bakso, gado-gado, buah-buahan, dan air mineral, serta rokok tampak menangguk untung. Munculnya Yesus di rumah Amir yang muslim dan Teti yang Kristen itu bermula pada 2 Januari lalu. Waktu itu, Teti --yang bergabung dalam persekutuan doa Balai Keselamatan Surga-- baru saja menyelesaikan doa paginya. Ia pun masuk ke salah satu kamar, dan tertegun. Soalnya, ibu lima anak yang sudah bercucu itu mendapati bercak-bercak hitam di tembok kamar tersebut. Tapi, setelah dipegang, tembok itu tetap kering. Begitu dipandang agak lama, bercak-bercak itu membentuk sebuah gambar mirip Yesus Kristus. Di hari kelima, pasangan Amir dan Teti tak bisa lagi menyembunyikan penampakan gambar Yesus itu. Mereka memanggil tetangganya, Alex Rumende, untuk ikut menyaksikan pemandangan yang tak lazim itu. Alex datang bersama anaknya, Philips, yang masih berusia tujuh tahun. Ketika semua orang sedang mengamati gambar tersebut, tiba-tiba Philips berseru, ''Itu Tuhan Yesus sedang disalib!'' Keheningan pecah. ''Ya, benar. Tuhan Yesus sedang disalib dengan bermahkotakan duri,'' tutur Alex menimpali. Tembok kamar pun dicat. Tapi, gambar Yesus tetap tampak di tembok bagian luar. Berita menghebohkan ini pun menyebar dari mulut ke mulut. Orang-orang mulai berdatangan. Pada 12 Januari malam, Alex dan beberapa tetangganya melihat gambar Yesus berubah menjadi cahaya yang melesat ke langit. Esoknya, seorang ibu dari Tangerang secara tak sengaja memperhatikan tembok di seberang rumah Nomor 12 --masih di Kramat V. Ia melihat gambar Yesus sedang menampakkan kesedihan. Orang-orang mulai melihat tembok di rumah kedua tersebut. Tapi, kerumunan massa masih banyak yang mendatangi rumah pasangan Amir dan Teti. Ini membuat mereka gerah, dan menghindari publikasi. Namun, tak semua orang bisa melihat Yesus. Ada yang berhasil, ada pula yang gagal. ''Saya kira, itu sangat bergantung iman dan kepercayaan masing-masing,'' tutur Eva Magdalena. Warga Salemba Tengah itu melihat Yesus sedang mengenakan jubah. ''Saya melambaikan tangan, tapi 'Ia' tak menatap saya. Bulu kuduk saya merinding, lalu saya berdoa,'' katanya. Pandangan lain mengenai penampakan itu disampaikan Alex Rumende. Kehadiran Yesus dengan bermahkotakan duri itu, dalam penafsirannya, karena Tuhan bersedih atas apa yang terjadi selama ini di Tanah Air. Benarkah Yesus menampakkan diri? Menurut Pendeta Dr. I.P. Lambe, Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), hal seperti itu sering terjadi di Indonesia. ''Kejadian yang sama pernah terjadi di Manado dan Kupang,'' katanya kepada Gatra. ''Tapi, saya tidak berani mengatakan itu penampakan Yesus,'' ia menambahkan. Pihak PGI belum memiliki instrumen semacam komisi untuk mengklarifikasi kebenaran peristiwa tersebut. Menurut Lambe, kalau toh Tuhan menampakkan diri, itu dilakukan lewat hubungan pribadi. ''Jangan lupa, setiap penampakan juga disertai pesan,'' ujarnya. Lalu, Lambe mengambil kisah yang tertulis dalam Kitab Perjanjian Lama: Keluaran ayat 3, yang menceritakan peristiwa kala Musa melihat api menyala-nyala di dalam semak berduri, tetapi semak itu tak terbakar. Musa pun mendekat, dan terdengar suara Tuhan, ''Hai Musa, tanggalkan kasutmu. Itu tempat suci.'' Contoh lain bisa dikutip dari Kisah Rasul ayat 9, yang menceritakan pengalaman Saulus, setelah Yesus naik ke surga. Waktu itu, Saulus dan pengikutnya mengejar-ngejar pengikut Yesus untuk dibunuh. Yesus pun menampakkan dirinya ke Saulus dan berkata, ''Saulus, kenapa engkau menganiaya aku.'' Saulus tersadar, insaf, lalu bertobat, dan mengganti namanya menjadi Paulus. Jadi, benarkah yang muncul di Kramat V itu Yesus? Tampaknya, hanya Yesus Kristus sendiri yang tahu.... Herry Mohammad, Anita P. Purba, dan Ronald Panggabean [Gatra Nomor 10, Beredar 22 Januari 2001] ................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia............... Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com
