--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Rabu 31 Januari 2001 15:40 UTC * BAGI PDIP KURSI KEPRESIDENAN TETAP UNTUK CALON MEREKA Presiden KH Abdurrahman Wahid yang kini tersudut mengatakan ia masih didukung 100 persen oleh Mbak Mega. Kalau memang demikian, mengapa bukan Wapres sendiri yang menyatakan dukungannya itu. Berikut keterangan Cornelis Lay, dosen Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta yang mengenal PDIP dari dalam. Cornelis Lay [CL]: Saya tidak tahu ya tingkat kebenaran informasi itu. Tapi kalau kita melihat dari awal proses perjuangan PDIP dan Megawati waktu itu sebagai ketua umum, tidak pernah memberikan dukungan kepada Abdurrahman Wahid sebagai presiden karena Mega mencalonkan dirinya. Karena itu saya tidak melihat adanya dukungan personal, oleh partai maupun oleh Mega terhadap Gus Dur sebagai presiden. Tapi bahwa wakil presiden berusaha untuk menyelamatkan dan berusaha menjaga kewibawaan lembaga kepresidenan, saya kira iya. Radio Nederland [RN]: Jadi itu dukungan kepada lembaganya, bukan pada orangnya? [CL]: Ya..bukan kepada orang. [RN]: Kalau begitu ucapan Bapak Presiden tidak perlu ditanggapi serius yah? [CL]: Saya kira tidak perlu ditanggapi serius. Jadi memang ada perbedaan signifikan. Di Indonesia ini kita mengalami kesulitan membedakan hubungan pribadi dan kelembagaan. Sejauh pengetahuan saya tentang PDI Perjuangan dan tentang Mega, dia punya kepedulian untuk melakukan proses kelembagaan ataupun pembangunan politik secara baik. Dia mengharapkan agar sistem politik Indonesia stabil dan bisa kontinyu. Salah satu ciri dari stabilitas dan kontinuitas itu adalah adanya kelembagaan politik yang bisa menjalankan tugasnya sesuai dengan waktu yang ditentukan konstitusi. Nah dalam rangka seperti itu saya kira memang Mega sangat konsisten kelihatannya kok mendukung Gus Dur. Tetapi ketika Gus Dur sebagai pribadi, saya kira nggak ada kaitannya. [RN]: Jadi kita harus bedakan hubungan baik pribadi dengan hubungan baik yang sifatnya profesional? [CL]: Ya ya. Sebagai seorang profesional, dia mendukung lembaga itu, tapi hubungan hubungan pribadi tidak dibangun di atasnya, tetapi hubungan itu dibina untuk mendapatkan sesuatu yang stabil tadi. Saya kira, kalau dia mendukung Gus Dur tanpa reserve, sudah dari awal dia minta supaya PDIP tidak boleh terlibat dalam proses Buloggate, Bruneigate dan seterusnya. Ternyata, dia mempersilahkan anggota partai yang berada di DPR untuk menjalankan fungsi legislatif mereka secara maksimal. [RN]: Boleh saya simpulkan bahwa Wapres Megawati ini masih punya ambisi sama seperti sebelum Gus Dur menjadi presiden? [CL]: Saya kira itu sudah menjadi keputusan kongres di Bali untuk memperjuangkan ketua umum mereka, siapa pun dia untuk menjadi presiden republik Indonesia. Dan saya kira hal itu sudah diperkuat kembali waktu kongres di Semarang, dan saya kira, perjuangan untuk sampai kepada puncak tertinggi sebagai presiden tetap menjadi prioritas Mega dan PDI Perjuangan. [RN]: Kapan saat yang paling baik untuk Mega menjadi presiden? [CL]: Saya kira ada momentum yang paling penting. Momentum pertama, sudah tentu, kalau berjalan normal, kita harus menunggu sampai selesai pemilihan umum tahun 2004. Tapi yang kedua, kalau memang ada keadaan darurat, dan memang harus ada proses politik yang mempercepat di tengah jalan, maka secara konstitusional memang di Indonesia, wakil presiden secara otomatis mengendalikan pemerintahan sebagai presiden. Kita menunggu apakah proses pertama yang terjadi, yang tampaknya semakin sulit karena perkembangan di lembaga legislatif dan juga perkembangan di jalanan. Apakah proses kedua yang terjadi, yaitu impeachment di tengah jalan lewat sidang istimewa, itu juga kita belum tahu. Kalau itu yang terjadi, saya kira, waktu yang paling cepat itu, enam bulan dari sekarang, karena ada proses yang harus dilewati. Yang pertama, DPR harus mengajukan memorandum. Dan usai memorandum itu, akan ada memorandum kedua kalau presiden tidak menjawab. Dan kalau DPR tetap tidak puas dengan jawaban presiden, maka Dewan bisa menggunakan hak dia untuk meminta kepada MPR melakukan sidang istimewa. Dan kalau melihat dalam satuan waktu, itu paling cepat dalam bulan Agustus. [RN]: Jadi enam bulan dari sekarang ya? [CL]: Ya enam bulan dari sekarang. Tapi saya juga melihat bahwa tarik menarik politik masih cukup kuat, di jalan dua hari terakhir ini agak diam, karena itu tekanan dari politiki massa, semakin rendah. Tapi suhu di dewan juga masih tetap tinggi. Demikian wawancara dengan Cornelis Lay, ideolog PDIP, dosen politik di UGM. Copyright Radio Nederland Wereldomroep. --------------------------------------------------------------------- ................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia............... Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com
