INI YANG DITUNGGU OLEH RAKYAT KOK MENGAKU SALAH SAJA SUSAH DAN JANGAN
ULANGIN LAGI KEKELIRUANNYA YA.
MYP
-----Original Message-----
From: åç <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 02 Februari 2001 13:32
Subject: [Kuli Tinta] Presiden minta maaf kepada rakyat Indonesia
Presiden minta maaf kepada rakyat Indonesia
Jumat, 02/2/2001, 10:49 WIB
satunet.com -
Presiden KH Abdurrahman 'Gus Dur' Wahid menyatakan permohonan maaf
pemerintah kepada rakyat Indonesia, dan terima kasihnya kepada DPR, menyusul
hasil rapat paripurna atas laporan 'Pansus Buloggate dan Bruneigate'.
Usai memberi keterangan kepada pers di Istana Merdeka, Jumat, melalui
Jurubicara Kepresidenan Wimar Witoelar, Kepala Negara menyatakan dirinya
tidak akan mengundurkan diri.
Untuk selanjutnya, pemerintah akan tetap pada komitmennya untuk mempercepat
proses reformasi yang selama ini melamban. "Di antaranya dengan mempercepat
proses penegakan hukum terhadap para koruptor, tanpa ada konsesi politik
apapaun".
Dikatakan pula, Presiden tidak akan memberhentikan menterinya seperti yang
diisukan beberapa wajktu lalu.
Sementara menyankut hasil rapat paripurna DPR tentang laporan Pansus
Buloggate dan Bruneigate, Kamis, Kepala Negara akan menjawab atau
menanggapinya setelah menerima surat resmi pemberitahuan dari DPR.
Sebelum itu, didampingi pula oleh Sekretaris Negara Djohan Effendie, Gus Dur
yang mengenakan kemeja batik lengan pendek berwarna coklat kehijau-hjauan di
atas podium mengatakan bahwa dirinya mengucapkan terima kasih kepada DPR,
'yang dninilanya kini telah dewasa. Dan proses yang berlangsung di gedung
DPR, khususnya Kamis kemarin, dinilai juga besar artinya bagi pendidikan
demokrasi bangsa.
"Namun, secara seimbng pula saya bersikap diam, bukan menilai hal ini tidak
penting, tetapi pendidikan demorkasi harus dituntaskan," tukas Presiden.
Dikatakannya bahwa dalam penilaiannya lebih jauh, fraksi-raksi di DPR telah
menggunakan data yang diberikan Pansus 'Buloggate' dan 'Bruneigate' tidak
berdasarkan fakta.
Presiden juga mengatakan dirinya menyoroti etika politik di mana dia telah
dituduh melakukan kebohonnan politik. "Dan ini adalah kata-kata yang harus
diperbaiki dan tidak etis diucapkan oleh orang-orang yang menganggap dirinya
wakil rakyat," tambahnya.
"Walau demikian, saya tetap mengucapkan terima kasih kepada DPR dan untuk
masa yang akan datang, bisa bekerjasama dengan eksekutif untuk menyelesaikan
masalah yang butuh perhatian khusus, seperti perbaikan UU dan hukum,
termasuk menentukan jenis perbaikan konstitusi di masa mendatang," kata Gus
Dur.
Di samping itu, mengadakan perbaikan bikokrasi pemerintah dan kepegawaian
serta perbaikan sistem perpajakan dan cukai termasuk menyangkut UU tentang
BI yang dinilai menyimpang dari UUD. Karena, kata Gus Dur, sebagai bank
sental seharusnya BI tidak bisa dikontrol siapapun, Padahal BI sebaagai
lembaga keempat setelah eksekutif, yudikatif dan legislatif.
Selanjutnya, Presiden menekankan pemeritnah juga akan konsekuen melakukan
penagwasan hkum dengan akan mengundang beberapa pihak untuk membicarakan
'cara-cara mencapai bentuk rekonsiliasi uang diinginkan di masa mendatang'.
Lebih jauh, Gus Dur menyatakan bahwa pemerintah juga mengucapkan terima
kasih kepada aparat keamanan yang telah menjaga proses persidangan dengan
segala kelelahan tanpa ada kaorban jiwa di kalagnan demonsttan. "Ini
menunjukan kedewasaan aparat keamanan dan pertahanan," ujarnya.
Terima kasih juga dikatakan diucapkannya kepada semua pihak, khususnya kepad
media massa.
Sementara khusus kepada rakyat, Presiden menyatakan dirinya menyatakan minta
maaf karena 'mengetahui kondisi masyarakat yang terganggu oleh proses
pendidikan politik yang sedang berlangsung. "Meskipun saya diam, saya tahu
kalau rakyat telah terganggu," katanya.
Selain minta maaf, Gus Dur menyatakan dirinya sekaligus memuji secara
keseluruhan bangsa kita ini memperahankan integritas wilayah dan perbaikan
ekonomi untuk kedemudain memasuki masa pemulihan dengan persiapkan sarana.
Tidak seperti biasanya, usai memberi keterangan pers Presiden tidak memberi
waktu kepada wartawan untuk mengajukan pertanyaan langsung kepada dirinya,
Wimar Witoelar yang diminta untuk menanggapi segala pertanyaan. "Saya harus
menuju ke tempat lain, karena ini hari Jumat," demikian Presiden KH
Abdurrahman 'Gus Dur' Wahid.[gp]
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--