---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Jumat 09 Februari 2001 15:10 UTC


* DESAKAN PEMBUBARAN GOLKAR KIAN MELUAS

Bubarkan Golkar ! Setelah cukup lama tak terdengar teriakan itu kini
muncul kembali. Maraknya berbagai aksi dan tuntutan untuk membubarkan
partai berlambang pohon beringin itu, mulai muncul di Jawa Timur.
Para pendukung Presiden Abdurrahman Wahid marah karena DPR
mengeluarkan memorandum kepada Presiden. Mereka menyalahkan Golkar
sebagai biang keladi segala keterpurukan yang terjadi saat ini. Dua
belas kantor Golkar di berbagai kota di Jawa Timur hancur diamuk
massa. Kini tuntutan agar Golkar bubar makin meluas. Presiden
Abdurrahman Wahid dalam dialog dengan mahasiswa yang disiarkan
televisi tadi malam, mengatakan persetujuannya bila Golkar
dibubarkan.

Para pemimpin Golkar jelas tidak setuju. Menurut mereka dalam alam
demokrasi sebuah partai tidak bisa diberangus. Apalagi karena
sebagian masyarakat juga masih memilih Golkar. Ketua umum Partai
Golkar Akbar Tandjung mengatakan hanya partai yang terbukti melanggar
Undang-Undang yang dapat dibubarkan.

Akbar Tandjung :
Pembubaran suatu partai kalau partai itu melanggar hukum, konstitusi
dan itu pun prosesnya kan harus ada melalui Mahkamah Agung. Tidak
bisa misalnya orang kemudian menyatakan di tengah-tengah orang ramai
membubarkan Partai Golkar, kalau hanya dengan kata-kata begitu kan
ini berarti bukan negara hukum. Ini kan negara hukum dan Partai
Golkar kan juga telah melakukan berbagi perubahan-perubahan dalam
dirinya.

Sejak Orde Baru tumbang, Golkar memang menyatakan dirinya sebagai
Golkar Baru yang pro reformasi. Namun banyak kalangan sulit percaya
apakah Golkar versi baru ini berbeda dengan Golkar sebelumnya.
Terutama karena hingga kini tokoh-tokoh Golkar belum
mempertanggungjawabkan dosa-dosa mereka.  Ketua umum Partai Rakyat
Demokratik PRD Budiman Sudjatmiko yang dipenjara semasa pemerintahan
Golkar, mengatakan partai ini harus mempertanggungjawabkan
dosa-dosanya.

Budiman Sudjatmiko:
Saya luruskan  bahwa yang selama ini PRD tuntut kita fokuskan pada
pengusutan atas kejahatan politik dan ekonomi yang dilakukan oleh
Golongan Karya. Kita nggak secara eksplisit ngomong pembubaran
Golkar. Belum pernah ada satu pertanggungjawaban perihal hal itu. Ya
banyak kasus BLBI, kasus Bank Bali, kasus Pertamina,
kecurangan-kecurangan politik Golkar selama berkali-kali pemilu Orde
Baru. Itu kan semua money politics, itu semua intimidasi di sana ada.


Budiman berharap pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid mau mengusut
tuntas dan menegakkan hukum terhadap semua dosa-dosa politik dan
ekonomi Golkar. Ini bisa mengarah pada pembubaran Golkar secara
institusi, dan itu bisa melalui dekrit presiden atau keputusan
Mahkamah Agung.

Di Indonesia, pembubaran sebuah partai politik memang bukan barang
baru. Pengamat sejarah Asvi Warman Adam mengatakan berkali-kali rezim
yang berkuasa di Indonesia membubarkan partai politik. Presiden
Soekarno misalnya, membubarkan Masyumi dan Partai Sosialis Indonesia.
Pembubaran ini diikuti dengan penangkapan tokoh-tokohnya seperti
Natsir dan Mohamad Roem. Sementara Soeharto membubarkan Partai
Komunis Indonesia. Jadi, menurut Asvi pembubaran Partai Golkar bisa
saja dilakukan oleh pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid.

Asvi Warman Adam:
Tuntutan terhadap pembubaran itu menurut saya sesuatu yang masuk akal
karena kalau kita ingin melangkah ke depan melakukan reformasi,
hal-hal yang buruk pada masa Orde Lama maupun masa Orde Baru itu
harus dihapuskan.Dan Golkar itu bukan hanya pilar Orde Baru tetapi
juga simbol Orde Baru. Tetapi dengan catatan Golkarnya saja yang
dibubarkan dan orang-orangnya tidak ditangkap ataupun keluarganya
juga tidak diperlakukan secara kurang wajar, seperti di masa Orde
Baru terhadap orang-orang PKI.

Asvi menambahkan pembubaran Partai Golkar saat ini tidak akan
menimbulkan tragedi semacam penumpasan PKI. Sebab tidak ada kekuatan
asing yang bermain seperti pada masa perang dingin Amerika Serikat
dan Uni Sovyet pada saat itu.

Lalu bagaimana pendapat di masyarakat? Ternyata pendapat beragam
diutarakan beberapa orang warga yang ditemui di sela-sela aktivitas
mereka sehari-hari.

Pendapat Masyarakat:
1- Golkar pingin dibubarin. Ya bagi masyarakat itu lebih bagus. Tapi
yang paling penting bagi masyarakat itu minta aman.

2- Yang memperjuangkan pembangunan dulu Golkar, tapi yang merusak
bukan Golkar, oknum-oknum tertentu. Cuma masyarakat terlalu
menyalahkan Golkar.

Tim Liputan 68H Jakarta melaporkan untuk Radio Nederland.



Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------


...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 
















Kirim email ke