Menanggapi aksi FPSI yang 1000 orang untuk
mendukung GD, ketua DPR, AT menyatakan,
"Pelajar juga tidak bisa kita hindari. Mereka
kan juga punya kesadaran politik. Tetapi seha-
rusnya mereka lebih memberi perhatian pada
pendidikan dengan mengikuti kegiatan belajar-
mengajar di sekolah".
Sungguh suatu nasihat yang arif bijaksana
bukan? Tetapi seandainya FPSI itu beraksi
juga untuk menuntut GD mundur, kalau
kira-kira nasihat AT menjadi begini benar
nggak ya?
"Meskipun masih pelajar dan harus mengikuti
kegiatan belajar-mengajar di sekolah, tetapi
perlu juga sesekali menyampaikan aspirasi
kesadaran politik mereka...":-)))
Ah, sayang juga bahwa tempat kegiatan
belajar-mengajar bagi para calon intelektual
dan moralist yang bernama mahasiswa itu
namanya terlanjur menjadi KAMPUS. Jadi
mereka tidak dapat lagi disebut Pelajar
dan Santri.
usil ajah...
Ki Denggleng Pagelaran
--------------------------
apa bedane uwong ambek
manungsa?
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
- Re: [Kuli Tinta] Anjuran Akbar Tanjung... buat pelajar dan... Fukuoka Kitaro
- Re: [Kuli Tinta] Anjuran Akbar Tanjung... buat pelaja... Martin Manurung
