Preman VS Preman, apa yang bisa kita perbuat? iz (insya Allah bukan preman) http://www.berpolitik.com/article.pl?sid=101/02/14/1225247 Puluhan Preman Jaga Kantor Partai Golkar Rabu, 14 Pebruari 2001, @12:25 WIB Palembang -- Sejak adanya aksi menuntut pembubaran Partai Golkar (PG), serta peristiwa pembangkaran dan pengrusakan kantor PG di sejumlah daerah di Jawa Timur, puluhan preman berjaga di kantor DPD PG Sumsel dan DPC PG Palembang. Para preman yang sering digunakan PG dalam berbagai kepentingan, seperti pemilihan kepala daerah, mengantisipasi tekanan terhadap rezim Soeharto pada awal proses reformasi, atau melakukan aksi tandingan dan teror selama Soeharto berkuasa, siang dan malam berjaga di kantor DPD PG Sumsel dan DPC Partai Golkar Palembang, yang tak jauh dari DPRD Sumsel. Namun, menurut Ketua DPC PG Palembang, M Yansuri, yang merupakan �tokoh� di balik pengerahan preman itu, puluhan orang yang berjaga itu adalah simpatisan PG. �Mereka juga hanya menjaga kantor,� katanya. Hanya, yang jelas, keberadaan mereka cukup membuat �keder� para aktivis prodemokrasi, yang akhir-akhir ini menuntut reformasi total dengan bentuk pembersihan kekuatan Orde Baru, yang salah satu bentuknya pembubaran PG. Sebelumnya, puluhan aktivis DPW PRD Sumsel, yang tergabung dalam Front Pembela Demokrasi (FPD) dan Front Aksi Mahasiswa (FAM) diusir puluhan preman tersebut saat melakukan aksi di DPRD Sumsel, Selasa (13/2) sore. Para preman yang diduga merupakan anggota ormas Pemuda Pancasila itu, membuat puluhan aktivis itu menjadi �keder�. Meskipun membawa berbagai bendera PG, sikap mereka jelas menunjukan sikap tidak suka terhadap para aktivis itu. Artinya, bukan sebatas menjaga keamanan kantor partai tersebut. Tapi, sekali lagi, Yansuri membantah kalau mereka digunakan untuk menghalau aksi di DPRD Sumsel. �Kami tidak akan menghalangi aksi di DPRD Sumsel. Hanya, bagi kami, tuntutan pembubaran parlemen atau Partai Golkar tidak relevan, lantaran partai politik yang sah. Kalau parlemen dibubarkan, mau diapakan negara ini,� katanya. Sementara aktivis DPW PRD Sumsel, Andreas menilai, pengerahan preman itu merupakan pola yang sering digunakan Golkar selama Orde Baru berkuasa. �Kalau Golkar berani membantah atau keberatan dengan tuntutan pembubaran, seharusnya mereka introspeksi apa yang dilakukannya selama 32 tahun. Jika perlu berdebat secara sehat untuk mempertahankan argumentasinya,� katanya. Sedangkan seorang aktivis prodemokrasi menilai, aksi-aksi dengan isu pembubaran PG, justru melemahkan posisi kelompok reformasi. �Isu pembersihan Orde Baru itu sudah cukup. Kalau difokuskan pada pembubaran Golkar, justru melemahkan opini di masyarakat. Toh, harus diakui masyarakat masih banyak yang tidak tahu kekuatan Orba masih bermain. Kalau memang sudah terkondisi, biarkan masyarakat yangt menuntut pembubaran Golkar,� katanya. �Kecuali mereka mampu untuk melakukan bentrokan fisik dengan para preman itu. Mungkin opininya menjadi lain. Tapi mereka juga masih takut, ya, bagaimana masyarakat akan percaya,� tegasnya. *** (tew) __________________________________________________ Do You Yahoo!? Get personalized email addresses from Yahoo! Mail - only $35 a year! http://personal.mail.yahoo.com/ ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
