Aku baca berita,

KAMMI meminta maaf kepada Polsi karena tindakan
kekerasan kemarin ketika memblokade UGM untuk
menghalangi GD ke UGM.

Sore hariny asetlah peristiwa pemblokiran itu, AR
berbicara mengomentari persitiwa itu dengan
mengatakan bahwa UGM menutup GD sehingga jelas
sekali dukungan kepada GD semakin menciut.

Pelajaran politik yang saya peroleh adalah:
POLITIK MEMANFAATKAN SISI KETIDAKTAHUAN MANUSIA
UNTUK SEBUAH PEMBENARAN GUNA MEWUJUDKAN TUJUAN.

----- Original Message -----
From: Fukuoka Kitaro <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; Bogor
<[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Sunday, February 18, 2001 6:41 AM
Subject: [Kuli Tinta] Presiden Warga Betawi (PWB)
Abdurrahman Wahid


Rencana KSU (Kyai Sejuta Umat) ZMZ ternyata gagal
mempertemukan 4 tokoh kunci nasional, GD-MW-AR-AT.
Dari keempatnya hanya 25% tokoh saja yang hadir,
yi. GD. Saya menanti sebetulnya, reaksi dari
khalayak
semisal yang dari Sumut atau Sulsel
kemarin-kemarin
yang menyatakan "Memangnya Indonesia itu hanya
Jatim saja" atau lebih vulgar, "Pulang saja GD ke
Jatim
untuk menjadi presiden Jawa Timur".

Komentar itu kira-kira, "Emangnya hanya orang
Betawi
saja yang perlu Presiden?" Atau, "Betawi itu
berapa
persen sih dari pendudik Indonesia?" dan lain-lain
komenter
emajiner. Se-imajiner dunia kita yang LANGITAN
ini.
Tetapi yang terjadi adalah manuver-manuver
pengumpulan
massa dari banyak gerakan Islam yang menuntut
berbagai
hal berkenaan dengan GD. Ada yang to the point,
ingin GD
mundur. Ada yang berkitaran diantara issue-2
hubungan
dagang dan hubungan diplomatik dengan Israel,
legitmasi
ke-3 tokoh thd. GD, mencla dan menclennya GD
selama
ini.. dan sebagainya. Sayang bahwa sumber
mencla-mencle
dan super kontroversi yang 15 bulan lalu mereka
lakukan
dan mereka syukuri tidak disadari.

Suatu perbuatan memperhinakan diri bangsa yang
fatal
dilupakan. Perbuatan mendudukkan GD yang
jelas-jelas
lemah fisik utama (indera penglihatan) dipelintir
sebagai
tokoh yang layak. Logika sederhana boleh menyangka
ahwa GD itu akan dijadikan TUMBAL kepentingan-2
pendukungnya. Tumbal bagi suatu bentuk kekacauan
yang muncul akibat pikiran negatif tokoh-2 politik
saat
itu dengan kutub MW dan Hbb. Kekacauan yang
terbayang
dari kacaunya pola fikir yang tak pernah berfikir
positif.

Dan kedatangan PWB AW di Gebyar Ngumpul Betawi II
kemarin adalah cerminan kentalnya prasangka
negatif
itu. Saya membayangkan seandainya GD tidak hasir,
sedang yang hadir salah satu 3 tokoh yang lain,
apalagi ke-3 nya hadir... hehehehe. Yang jelas PWB
GD
telah berucap:
"Walaupun ada pertemuan tokoh-tokoh pimpinan,
bila tidak ada maksur baik, yaaaa sama saja. Jadi
tidak penting. Walaupun tidak hadir, kita
anggaplah
roh-roh mereka bersama kita di sini!"....

Dan proses lanjutan setelahnya itu, tergambar
sudah
bahwa kelompok yang terlihat banyak musuhnya
adalah
kelompok-2 yang menyatakan namanya mengandung
Islam. Jangankan pada kelompok lain, terhadap
sesama
agama pun seperti bermusuhan.... Sayang sekali!


...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan
Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan
anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini,
http://www.indokado.com<--



















...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 
















Kirim email ke