Dan yang jelas, berita-berita tentang pekerjaan-2 kecil demikian hampir selalu tanpa tanggapan. lebih hangat memang membicarakan politik! Seperti tadi misalnya, dalam suatu studium generale tentang "paradigma baru pembangunan pertanian", yang ingin mengungkap visi pemerintah, petani dan perguruan tinggi, ternyata "gothang", karena pihak perguruan tinggi yang mengundang justru tidak tampil dengan alasan "memenuhi undangan mendadak dari DPR". Padahal undangan disebar kira-kira hari Jum'at yll. Ya akhirnya saya hanya bisa menangkap visi petani (diwakili oleh ketua HKTI) yang menghendaki pembangunan pertanian apa pun bentuknya, haruslah punya visi KEMAKMURAN untuk petani. Sayang sekali wakil pemerintah hanya berkisar-kisar pada konsep, gagasan dan pemikiran. Maklum yang bicara seorang pakar dari BAPPENAS. Dari studium generale itu aku baru ngeh tentang kebejatan moral para penentu pembangunan pertanian. terutama pihak yang sama sekali di luar pertanian, tetapi tindakannya selalu pertanian yang menanggung. Ketua HKTI mengungkapkan bahwa kebutuhan beras nasional itu hanya 2 juta ton setahun. Tetapi, mengapa dalam 3 tahun terakhir bisa mengalir beras impor (yang pakai bayar pajak lho) mencapai 6 juta ton. Sehingga dia mengatakan, seandainya selama 3 tahun ini impor beras dihentikan dan seluruh petani padi istirahat dari tanam padi, niscaya penduduk indonesia secara teoritis masih aman dari kekurangan beras (mengingat mulai April nanti akan panen raya yang produksinya dapat dipastikan melebihi 2 juta ton). Ini belum dihitung beras impor spanyol, separo nyolong yang ngemplang pajak impor. Sementara itu, harga dasar gabah, tak efektif. Dan tidak ada tindakan apapun baik sekuriti dari pemerintah, maupun urun-2 pemikiran dari para pakar (yang pengamat) untuk mencari tahu di mana letak kesalahannya. Paling tidak mengenali lah. Bahkan mentan sendiri menyatakan kalau memang mampu impor mengapa tidak? Blaik, Mas.... aku mencoba kasih kritik... sayang terus saja sendirian... lha apa kuwat? Ki Denggleng Pagelaran -------------------------- apa bedane petani ambek wong tani? ----- Original Message ----- From: "裼" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Tuesday, February 20, 2001 6:21 AM Subject: Re: [Kuli Tinta] Menguntai Manikam Masih Mungkinkah? Pekerjaan memang banyak, tetapi pekerja yang mau bekerja sedikit. ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--

Kirim email ke