Semogga analisa saya tidak salah; sebenarnya dulu saya
punya tulisan yang lebih mendetil mengupas istilah kanan
dan kiri; rasanya bisa anda baca di Prisma (LP3es) no; berapa
saya lupa.

Sejarah lahirnya istilah KIRI dan KANAN
(Istilah kiri dan kanan muncul dalam masyarakat kapitalis)

Masyarakat Feodal (tuan tanah) di Prancis sangat-sangat otoriter. Malah
dibeberapa tempat kekuasaan Feodalistik (tuan tanah) ini
sering kali menjadi tuan-tuan tanah dari kaum agamawan.

Tetapi perkembangan selanjutnya tak lepas dari peradaban. Bahwa
tuan tanah harus membutuhkan tenaga terampil selain tenaga kerja
yang dulunya di sebut (Budak). Kebutuhan keterampilan (alat-alat)
yang mempercepat proses produksi ini dihasilkan dari anak-anak
para pengarap tanah; yang pada akhirnya menghasilkan klas sosial
baru yaitu klas terpelajar/klas menengah. Proses transisi dari
masyarakat feodal kemasyarakat modern. Juga ditandai dengan
lahirnya ilmu pengetahuan; yang lebih dikenal dengan istilah
revolusi Industri di Inggris.

Kondisi feodal masyarakat Prancis yang tidak egaliter menghasilkan
pemberontakan-pemberontakan dari kaum terpelajar terhadap tuan
tanah didukung buruh dan tani. Akhir dari pertemuan dua kubu itu
ditandai dengan pertemuan disebuah meja panjang yang membedakan kepentingan
mereka; yang duduk disebelah kanan adalah Bangsawan; tuan tanah dan yang
duduk disebelah kiri adalah
kaum terpelajar; buruh dan tani sebagai masyarakat yang dirugikan.
Akhir dari sebuah revolusi perancis adalah hancurnya masyarakat
feodal menuju masyarakat modern ditandai dengan diGilote kepala Raja Luis di
Prancis.

Kemudian istilah ini terus dipakai dalam makna pembicaraan sosial.
Kanan ditujukan kepada kelompok yang menolak perubahan sedangkan Kiri yang
mempertahankan perubahan. Tujuannya agar mudah untuk membedakannya. Jadi
tidak seperti yang selama ini
dipropagandakan Orde baru dan alat-alat kekuasaannya yang mengatakan kalau
kiri itu buruk; sama dengan tangan kiri itu buruk;
ha... ha...

Tetapi perkembangan berikutnya kaum yang dulu kiri bisa disebutkan kaum
kanan; karena dia tidak ada usaha untuk melakukan perubahan-perubahan dalam
komunitas sosial. Dan perkembangan selanjutnya terus ditandai dengan
munculnya dua kubu sosial yang mempertahankan tiori sosial baru dan lama;
Tokohnya ya banyak seperti yang saya sebutkan sebelumnya. Begitu juga negara
yang mengaku kiri misalnya Uni Soviet; Cina dan Iran
 bisa saja mengaku kiri tetapi
sebenarnya kanan dalam kekuasaannya. Seperti halnya roda.

Contoh:
Dulu Gusdur kiri dan Suharto kanan misalnya; tetapi sekarang
Gus dur berkuasa dia akan otomatis menjadi kanan kembali
karena pada kondisi sekarang dia masuk dalam sistem lama
dan yang menentangnya bisa dikatakan kiri. Dan itu biasa dalam
demokrasi. Tetapi bisa jadi gusdur menjadi pemerintahan kiri;
jika selama pemerintahannya terjadi perubahan mendasar di
kepemimpinannya tetapi jika sama saja ya ngak beda dengan
pemimpin sebelumnya; dan layak kaum kiri melakukan perubahan
revormasi total atau revolusi. Contoh pemerintah menginginkan polri
dan TNI pisah untuk profesionalitas. Tetapi Amien rais sebagai
ketua MPR/DPR melarangnya nah, ini sudah menjadi bukti bahwa
pemerintahan Gusdur berusaha memperbaiki diri tetapi selalu
dapat halangan dari kekuasaan DPR/MPR yang Kanan/Konserpatif.

Tetapi sudahlah untuk masalah Kiri dan kanan di Indonesia memang
reletif agak sulit. Karena itu dipengaruhi dari sejarah peradaban di
Indonesia sendiri (beda dengan eropa) kelompok yang benar-benar bisa
menerima istilah di atas hanya kaum terdidik (baca tulis).
Kondisi di Indonesia masih ditandai dengan maraknya tuan-tuan
tanah didesa-desa atau kaum feodal. Jadi belum 100% berubah
menjadi masyarakat modern (eropa). Nah untuk melihat kondisi
Indonesia kemarin sulit kita untuk menjastifikasi siapa yang kiri
dan siapa yang kanan; karena kondisi reformasi tidak terbelah
menjadi kubu oposisi dan status quo. Inilah kesalahan dari elit kita
yang juga masih di interfensi oleh kekuasaan lama. Akhirnya kita
hanya bisa melihat dari dirinya sendiri yang mengaku kiri dan kanan.
Proses Demokratisasi di indonesia masih dalam transisi yang pada akhirnya
juga akan mengarah kesana. Ketika perubahan itu kabur
tidak jelas sulit sosiolog untuk menjastifikasi itu kubu kiri atau
kanan/Oposisi atau status quo. Paling hanya dapat dilihat dari statetmenya.

Bicara Islam juga dipengaruhi oleh perubahan-perubahan. Sebenarnya NU islam
yang tradisional dan Muhammadiyah Yang
modern. Perubahan berikutnya ditandai oleh dinegara-negara
agama seperti Iran dan negara Amerika Latin. Muncul tiori-tiori
Agama Kiri; Agama pembebasan seperti ali syariati dan Poulo Frere.
Karena hal ini ditandai Negara agama seperti Iran mengalami
perubahan pemikiran atau merevolusi diri dengan sebutan Revolusi Iran.
(walaupun para praktisi terus memperhatikan perubahan di Iran tersebut).
Perubahan harus ditandai dengan sistem apakah sistem lama (hukum Islam);
Sistem baru (modern); Sistem sosialis; atau
penggabungan ketiganya. Contoh yang paling baik adalah Iran.

Nah secara garis besar bisa saja Islam jika memperjuangkan cara
cara baru dan demokratis modern bisa saja di sebut kiri; tetapi jika
ia mementingkan status quo kekuasaan dan melakukan pembenaran-bembenaran
lama maka di bisa disebutkan Kanan.
Jadi anda harus membedakan juga negara agama dengan bukan
negara agama. Jika mau melihat kiri kanan dalam konteks agama
maka kita tujukan kepala kita kenegara Timur-tengah. Mesir; dan Iran mungkin
bisa dikatakan negara Kiri; dan selebihnya kanan, termasuk libia kalau dia
(benar-benar) melakukan teror sebagai
strategi perjuangannya. Jika dia melakukan itu maka ia disebut
negara ultra/ekstrim kanan (agama sebagai pembenaran).

Jadi intinya jika Agama atau apapun namanya dijadikan alat benda
sebagai jastifikasi kepentingan kekuasaan kelompok dia akan
dikatakan kanan (bukan pelajaran agamanya-pemebanrannya sebagai sebuah alat
kepentingan). Contoh di beberapa negara arab masih banyak (mayoritas)
dikuasai oleh raja-raja kecil tuan-tuan tanah. Dalam kontek sosial ini
disebut kubu kanan feodalistik. Untung saja tuan tanah ini kaya akan tambang
minyak dan negara modern (eropa/amerika) mau untuk membantu. Tetapi secara
kasat mata banyak orang arab yang hanya menjadi pekerja upahan; untung saja
gajinya besar sehingga pendapatannya besar juga. Nah, islam hanya dijadikan
jastifikasi bagi tuan tanah; bukan kapitalisasi seperti prinsip utama dari
Islam. Berbeda dengan Revolusi Iran masyarakat feodal sudah ditumbangkan
digantikan dengan masyarakat modern.

Oleh sebab itu dalam masyarakat sosial yang memakai cara-cara feodal
pendekatan agama otomatis akan dipakai untuk pembenaran agama sistem mereka
(agama mengikuti keinginan jaman). Maka sistem dan agamanya dalam kontek
masyarakat modern akan disebutkan sebagai negara yang kanan atau
konserpatif. Dalam masyarakat modern (kapitalalis) apakah agama mati; tidak
ia akan hidup terus beradaptasi dengan sistem sosial dimana ia berlaku;
untuk ini mungkin sekarang NU lebih dulu meninggalkan konsep modernitas
mesir Al-azhart yang lebih abstrak. Begitu juga di Cina dan Cuba. Sulitnya
jika tiori agama dijadikan alat politik. Dan di Indonesia hal ini sedang
berlangsung.  Dan tidak bisa dipungkiri
jika agama dijadikan alat kepentingan politik maka dia akan dikubukan
menjadi kubu kanan (konserpatif) dan partai-politik lainnya baik yang
moderat atau sosialis sekalipun masuk kubu kiri (progresif). Bisa jadi dulu;
PKI kiri dan Masyumi kanan tetapi
bisa jadi juga sebaliknya.

MYP




-----Original Message-----
From: asep septiawan <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 23 Februari 2001 21:31
Subject: Re: [Kuli Tinta] Re: [indonesia_damai] Re: tanya: Amerika vs. Irak
pd My Populis


>Salam.
>
>Uraian "Kanan" dan "Kiri", dari My Populis, sungguh
>menggugah. Betapa disana banyak akar pikiran kita, di
>Indonesia, yang melenceng kesana-kemari. Termasuk
>saya.
>Namun, dari uraiannya, saya jadi ingin bertanya.
>Mengapa dalam penjabaran Kanan dan Kiri, yang berakar
>dalam dan punya senggolan paham dari pertempuran Marx
>dan Kapitalsime itu, di Indonesia menjadi lain.
>Apalagi jika meneropong wacana Orde Baru. Maklum,
>sebagai orang yang 32 tahun diregimentasi
>Pancasilais-Soeharto, saya agak tak begitu paham
>dengan penjuluran Kanan dan Kiri (Islam dan PKI) yang
>begitu saja digelontorkan Kekuasaan dan militer.
>Lalu, jika memang terjadi hibridasi, dalam konteks
>keindonesiaan (Orba) mengadopsi Kanan dan Kiri --
>karena kepentingan politik kekuasaan, misalnya --
>kenapa kok bisa berbeda dengan berbagai akar dan
>pengembangan Kanan-Kiri yang diformat saudara My
>Populis.
>Semoga, ini pun mendapat jawab se-komprehensip
>Kanan-Kiri kemarin.
>
>septi
----- (delete)------


...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 
















Kirim email ke